Berita Utama
17 Desember 2025
0
SAMARINDA. Komisi IV DPRD Kaltim menggelar Rapat Kerja bersama mitra perangkat daerah dalam rangka membahas program prioritas Tahun Anggaran 2026 serta Rancangan Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2027. Rapat yang berlangsung selama dua sesi ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan sektor kesejahteraan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, didampingi Wakil Ketua Andi Satya Adi Saputra dan Sekretaris Komisi IV Darlis Pattalongi, serta dihadiri anggota Komisi IV lainnya, diantaranya, Fadly Imawan, Hartono Basuki, Damayanti, Agusriansyah Ridwan, dan Agus Aras.
Pada sesi pertama, Komisi IV membahas program bersama Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim. “Rapat kerja ini menjadi forum penting untuk memastikan program prioritas Tahun 2026 dan rencana kerja Tahun 2027 disusun secara realistis, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba.
Ketua Komisi IV Baba menekankan pentingnya kejelasan indikator kinerja dan sasaran penerima manfaat, terutama di tengah keterbatasan anggaran. “Di tengah penyesuaian anggaran, kami menekankan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan tidak ada kelompok rentan yang terabaikan,” tegas Baba.
Sesi kedua rapat kerja dilanjutkan dengan pembahasan bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim. Dalam sesi ini, Komisi IV menyoroti komposisi belanja OPD agar tetap sesuai ketentuan peraturan perundang-
Melalui rapat kerja ini, Komisi IV DPRD Kaltim menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh program OPD mitra pada TA 2026 dan Renja 2027 disusun lebih terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada outcome, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim secara berkelanjutan. “Komisi IV akan terus mengawal perencanaan dan pelaksanaan program agar lebih tepat sasaran, terukur, dan berorientasi pada hasil, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kaltim,” tutup Baba.(hms9)