Optimalkan Potensi Pelabuhan, Komisi II DPRD Kaltim Kunjungi PT DABN

Rabu, 17 Desember 2025 31
Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur untuk mempelajari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
PROBOLINGGO. Berupaya menggali praktik terbaik yang telah terbukti berhasil, Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur untuk mempelajari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kunjungan tersebut dilakukan ke DPRD Provinsi Jawa Timur serta Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) sebagai langkah konkret mengoptimalkan potensi pelabuhan di Kalimantan Timur.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak hanya sebatas mendengarkan paparan, tetapi juga melihat secara langsung praktik pengelolaan pelabuhan yang telah berjalan profesional. Di PT DABN selaku pengelola Pelabuhan Probolinggo, rombongan Komisi II memperoleh gambaran menyeluruh terkait sejarah perusahaan, sistem manajemen, hingga strategi bisnis anak perusahaan PT Cipta Graha Usaha (CGU) tersebut, Rabu (17/12/2025). “Kami bersama teman-teman Komisi II melihat langsung bagaimana pengelolaan pelabuhan dilakukan. Banyak hal yang bisa diadopsi di Kalimantan Timur. Peluang pengelolaan kepelabuhanan itu sangat besar,” ujar Sapto.

Ia menilai, pengalaman PT DABN dalam mengelola pelabuhan multipurpose, termasuk sektor nonpeti kemas, sangat relevan dengan karakteristik Kalimantan Timur yang bertumpu pada sumber daya alam dan distribusi barang antarwilayah. “Dari paparan direksi, kami diberi kisi-kisi bagaimana tahapan membangun sistem pengelolaan pelabuhan yang sehat. Ini penting agar pengalaman mereka bisa diterapkan di Kaltim,” katanya.

Sapto menegaskan bahwa faktor penentu keberhasilan pengelolaan pelabuhan tidak semata terletak pada pembangunan infrastruktur, melainkan pada penerapan sistem manajemen yang profesional dan akuntabel. Menurutnya, tata kelola yang baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi daerah sekaligus mendongkrak PAD. “Kalau pengelolaannya profesional, dampaknya pasti terasa. PAD Kalimantan Timur bisa meningkat signifikan. Peluangnya luar biasa,” ucapnya.

Lebih lanjut, Komisi II DPRD Kaltim akan mendorong PT Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) untuk segera menyusun langkah strategis dalam pengelolaan pelabuhan. Mulai dari pengurusan perizinan, optimalisasi status Badan Usaha Pelabuhan (BUP), hingga perencanaan pembiayaan dan pola kerja sama. “Kita sudah punya BUP. Tinggal bagaimana menyusun strategi agar bisa berjalan optimal. Ini nanti akan kita bahas bersama pemerintah provinsi, termasuk peran Gubernur, serta DPRD dalam mendukung pembiayaan dan kebijakan,” jelas Sapto.

Dalam kesempatan tersebut, Sapto juga menekankan pentingnya peran seluruh perusahaan daerah di Kalimantan Timur agar tidak berjalan stagnan. Di tengah tantangan fiskal dan pengetatan anggaran, perusda diharapkan mampu menjadi motor penggerak PAD melalui inovasi dan terobosan yang terukur. “Ini bukan hanya berlaku untuk MBS, tetapi semua perusda Kaltim. Kita akan tindak lanjuti dengan rapat kerja. Kalau tidak berjalan, tentu akan kita evaluasi. Kita butuh SDM yang benar-benar profesional, paham praktik lapangan dan regulasi,” tegasnya. (hms7)
TULIS KOMENTAR ANDA
Komisi IV DPRD Kaltim Kunjungi Mayapada Hospital Nusantara di IKN, Dorong Standar Layanan Kesehatan Internasional
Berita Utama 26 Februari 2026
0
NUSANTARA – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja ke Mayapada Hospital Nusantara, Kamis (26/02/2026). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Komisi IV, Darlis Pattalongi, didampingi Anggota Komisi IV Fadly Imawan dan Hartono Basuki, serta staf dan tenaga ahli Komisi IV. Rombongan diterima oleh Direktur Mayapada Hospital Nusantara, dr. Farah Alkatiri beserta jajaran manajemen, bertempat di kawasan inti pusat pemerintahan Ibu Kota Nusantara. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penguatan fungsi pengawasan dan dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Timur, khususnya di wilayah IKN yang terus berkembang sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Komisi IV, Darlis Pattalongi menyampaikan apresiasi atas kehadiran rumah sakit bertaraf internasional di IKN. “Pada hari ini kami dari Komisi IV DPRD Kalimantan Timur berkesempatan untuk mengunjungi Rumah Sakit Mayapada, salah satu rumah sakit yang bertaraf internasional, yang kini hadir di lokasi IKN. Ini menjadi fasilitas kesehatan kelas internasional bukan hanya untuk masyarakat di IKN, tapi juga masyarakat Kalimantan Timur. Oleh karena itu, keberadaan Rumah Sakit Mayapada ini patut kita sambut dengan baik dan mudah-mudahan fasilitas yang ada di sini bisa digunakan sebaik mungkin untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat di IKN dan masyarakat Kalimantan Timur secara umum,” ujarnya. Ia menambahkan, standar pelayanan yang diterapkan Mayapada diharapkan dapat menjadi tolok ukur bagi rumah sakit lainnya di daerah. “Mudah-mudahan standar pelayanan Mayapada ini yang kita tahu sangat bagus, bisa menjadi cermin dan ukuran bagi rumah sakit-rumah sakit lainnya, terutama rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Mayapada Hospital Nusantara, dr. Farah Alkatiri menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut telah resmi beroperasi sejak Oktober 2024 dan terus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. “Kami sudah beroperasional di Ibu Kota Nusantara sejak Oktober 2024. Dan kami juga sudah bekerja sama dengan layanan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, kemudian Jasa Raharja dan pihak-pihak asuransi lainnya. Harapan kami hadir di IKN ini adalah agar dapat melayani warga yang berada di Kalimantan Timur, agar dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang berstandar internasional,” jelasnya. Melalui kunjungan ini, Komisi IV DPRD Kaltim berharap terjalin sinergi antara pemerintah daerah dan fasilitas layanan kesehatan swasta dalam rangka menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berdaya saing internasional bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur.