Ekti Imanuel: Safari Natal Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Perkuat Kasih dan Persatuan

Minggu, 14 Desember 2025 1
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, melaksanakan kegiatan Safari Natal di wilayah Kabupaten Kutai Barat
KUTAI BARAT. Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, melaksanakan kegiatan Safari Natal di wilayah Kabupaten Kutai Barat selama tiga hari, terhitung sejak 12 hingga 14 Desember 2025. Kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan yang tidak hanya sarat dengan makna keagamaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali persaudaraan, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Safari Natal ini diawali dengan kunjungan ke sejumlah rumah ibadah Kristen yang berada di beberapa kecamatan di Kutai Barat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ekti Imanuel secara langsung meresmikan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Sion Linggang Melapeh. Selain itu, ia juga menghadiri perayaan Natal bersama di GKII Sakaq Tada yang berlokasi di Kecamatan Mook Manaar Bulatn dan GKSI Barong Tongkok yang digelar di Taman Budaya Sendawar dan diikuti oleh jemaat dari berbagai wilayah.

Seluruh rangkaian ibadah dan perayaan Natal berlangsung dengan khidmat, penuh suka cita, serta diwarnai suasana kekeluargaan yang hangat. Kehadiran Wakil Ketua DPRD Kaltim tersebut disambut antusias oleh jemaat. Tidak sedikit jemaat yang mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan kepada umat Kristen di wilayah Kutai Barat.

Dalam setiap kunjungannya, Ekti Imanuel menyampaikan pesan Natal yang menekankan pentingnya nilai kasih, persaudaraan, dan kebersamaan sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa perbedaan latar belakang, suku, maupun agama merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama demi terciptanya kerukunan dan kedamaian di Kalimantan Timur, khususnya di Kutai Barat. “Safari Natal ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat persaudaraan, memperkuat iman, serta meneguhkan semangat kasih dan kebersamaan di tengah masyarakat. Pemerintah daerah bersama DPRD tentu berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan rumah ibadah agar umat dapat beribadah dengan nyaman, aman, dan layak,” ujar Ekti Imanuel dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dukungan terhadap pembangunan dan perbaikan rumah ibadah merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin kebebasan beragama serta meningkatkan kualitas kehidupan spiritual masyarakat. Menurutnya, rumah ibadah yang representatif tidak hanya berfungsi sebagai tempat berdoa, tetapi juga sebagai pusat pembinaan iman, pendidikan karakter, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Safari Natal ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat. Dalam dialog singkat bersama jemaat dan tokoh gereja, Ekti Imanuel mendengarkan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan publik, hingga harapan masyarakat terhadap pembangunan daerah ke depan.

Di akhir kegiatan, Ekti Imanuel berharap semangat Natal yang membawa pesan damai dan kasih dapat terus terpelihara dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kutai Barat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga toleransi, persatuan, dan kebersamaan sebagai modal utama dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. “Semoga melalui Safari Natal ini, nilai-nilai persatuan dan toleransi semakin kuat, sehingga Kutai Barat dapat terus menjadi daerah yang harmonis, rukun, dan sejahtera,” tutupnya. (hms)
TULIS KOMENTAR ANDA
Banmus Susun Kegiatan Masa Sidang I Tahun 2026, Ketua DPRD Kaltim : Ini Adalah Kontrak Kerja Nyata Dengan Rakyat
Berita Utama 24 Desember 2025
0
SAMARINDA. Menyongsong tahun anggaran baru, Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kalimantan Timur bergerak cepat menyusun peta jalan kegiatan untuk Masa Sidang I (Januari-Februari) Tahun 2026. Rapat yang digelar di Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Rabu (24/12), menjadi momentum penguatan fungsi legislatif. Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, mengingatkan jajarannya bahwa setiap butir kesepakatan dalam rapat Banmus membawa tanggung jawab besar bagi masyarakat Kalimantan Timur. "Ini adalah kontrak kerja kita dengan rakyat. Kita harus memastikan biaya terkendali demi pembangunan. Mari jalankan agenda ini dengan semangat pengabdian," ucapnya di hadapan peserta rapat yang dipimpin oleh Muhammad Samsun. Hasanuddin menyebut Banmus sebagai jantung dari seluruh aktivitas DPRD. Tanpa perencanaan yang matang dan legal melalui Banmus, seluruh gerak langkah institusi bisa menjadi tidak sah. Oleh karena itu, sinkronisasi dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah seperti RKPD dan KUA-PPAS menjadi prioritas utama. Langkah strategis ini diambil guna meminimalisir risiko keterlambatan pengesahan APBD di masa mendatang. "Semoga ini menjadi titik awal yang baik dan dibukakan pintu kemudahan dalam setiap upaya kita membangun Kalimantan Timur," pungkasnya.(hms11)