Berita

Berita Utama
Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Pangan
admin 22 November 2023
238
Berita Utama
Komisi II DPRD Kaltim soroti Tragedi Harimau di Samarinda
admin 22 November 2023
417
Berita Utama
Terima Banyak Masukan, Pansus Pondok Pesantren Gelar Uji Publik
admin 20 November 2023
162
Berita Utama
Laksanakan Pesta Demokrasi Dengan Gembira
admin 20 November 2023
634
Berita Utama
Kelompok Tani Konflik dengan PT Berau Coal, Dimediasi DPRD Kaltim
Satya Nugraha 17 November 2023
935
Berita Utama
Empat Pimpinan DPRD Kaltim Setuju Benua Etam Jadi Lumbung Pangan
Satya Nugraha 16 November 2023
150
Berita Utama
Sapto: Pembangunan Aset Pemprov Harus Berkelanjutan untuk Jangka Panjang
Satya Nugraha 16 November 2023
233
Komisi II DPRD Kaltim soroti Tragedi Harimau di Samarinda
Berita Utama 22 November 2023
0
SAMARINDA. Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nidya Listiyono menyoroti kasus tewasnya seorang perawat Harimau di Samarinda, Kaltim pada Sabtu (18/11). Perawat tersebut ditemukan tewas diterkam Harimau peliharaan milik majikannya. Berdasarkan informasi, Majikan tersebut tidak memiliki izin resmi untuk memelihara harimau tersebut. Nidya Listiyono mengtakan penanganan masalah tersebut tentunya akan diserahkan kepada pihak kepolisian. Tentunya proses hukum pun akan dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Pasti akan menjadi perhatian dari pihak kepolisian, pemerintah daerah khusunya pihak-pihak yang terkait” ucap Tio pada Senin (20/11). Menurutnya, kejadian ini harus dijadikan pembelajaran bagi masyarakat dan pihak terkait. Pemeliharaan binatang terutama binatang buas harus mengikuti aturan yang ketat. “Karna kejadian ini sangat berbahaya sekali, apalagi ini binatang buas. Tentu harusnya ada pengawasan dan kemudian regulasi terkait hewan-hewan ini tentu perlu diperhatikan dengan benar,” ujarnya. Politisi Golkar tersebut meminta perhatian Pemerintah Provinsi Kaltim turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan jika ada isu atau tidak ada izin terkait pemeliharaan hewan, khususnya hewan buas. “Saya kira wajib untuk mengecek semua. Harus lebih berhati-hati dalam mendatangkan hewan-hewan langka apalagi buas dalam rangka perizinan dilengkapi semua dan agar tidak terjadi lagi kasus yang sama.” Tuturnya. Ia juga menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan. “Kejadian ini menjadi peringatan untuk lebih memperketat aturan terhadap pemeliharaan binatang berbahaya” tutupnya.(hms9)