Berita Utama

Berita Utama
Gelar Rapat Paripurna ke 4, DPRD Bahas Raperda Pencegahan Narkoba
Satya Nugraha 17 Januari 2022
161
Berita Utama
Tio: Sambut IKN dengan Peningkatan Kualitas SDM
Satya Nugraha 17 Januari 2022
248
Berita Utama
Sigit Wibowo Hadiri Penganugerahan SLKS
admin 13 Januari 2022
205
Berita Utama
Kapolda Kaltim Silaturahmi Ke DPRD Kaltim
Deny 11 Januari 2022
227
Berita Utama
DPRD Sebut PTM Kaltim Dinilai Telat
admin 10 Januari 2022
181
Berita Utama
Pulihkan Ekonomi Kaltim, Hindari Omicron
admin 10 Januari 2022
180
Berita Utama
Samsun Sambut Kedatangan Kapolda Baru
admin 9 Januari 2022
152
Berita Utama
Satria Lakipadada Silaturahmi Ke Komisi I
admin 29 Desember 2021
201
Tio: Sambut IKN dengan Peningkatan Kualitas SDM
Berita Utama 17 Januari 2022
0
SAMARINDA. Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Nidya Listiyono mengatakan perpindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim menjadi langkah awal pemerintah pusat mempercepat pembangunan di Pulau Kalimantan. Di mana selama ini menurut dia, pembangunan hanya diprioritaskan di Pulau Jawa. “Jika IKN berdiri di sini maka secara otomatis infrastruktur akan terbangun dengan sendirinya. Walau ada risikonya, yaitu akan banyak orang-orang yang masuk ke sini seperti tenaga ahli ataupun tenaga asing,” ucapnya. Dengan banyaknya penduduk Indonesia yang berpindah atau masuk ke Kalimantan, maka menjadi pertanyaan besar apakah Kaltim mampu menghadapi hal itu. “Kira-kira apakah kita mampu menghadapi itu, tentu kita harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sini,” tegasnya. Anggaran dari pemerintah yang dikhususkan untuk pendidikan sebesar 20 persen. Dan itu kata Tio, sapaan akrabnya, harus terealisasikan secara maksimal dengan berbagai macam program yang sudah dibuat pemerintah. Lalu tugas masyarakat yaitu mendorong anak-anak atau keluarganya untuk ikut menyukseskan peningkatan SDM yang berkualitas di Benua Etam. “Masyarakat wajib mendorong anak atau keluarganya untuk terus bersekolah hingga selesai minimal harus sarjana,” jelasnya. Mereka yang belum sarjana diharapkan Tio lebih proaktif mengambil banyak kesempatan dari program pemerintah seperti halnya mengikuti beasiswa atau kejar paket. “Sekarang ini banyak alternatif, bisa ambil paket dan lainnya. Yang penting keinginan saja, kan saat ini pemerintah sudah menyediakan beasiswa. Sayang jika tidak dimanfaatkan, dan salah kita sendiri kalau tidak memanfaatkannya,” terangnya. (adv/hms7)