Upaya Penguatan Kapasitas, DPRD Kaltim Gelar Bimtek

Rabu, 3 Desember 2025 0
BIMTEK : DPRD Kaltim menggelar bimtek bagi pimpinan dan anggota serta tenaga ahli.
JAKARTA. DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Kaltim. Kegiatan yang digelar selama dua hari, Rabu – Kamis (3-4/12/ 2025) tersebut adalah dalam rangka penguatan kapasitas DPRD Provinsi Kaltim dalam tata kelola pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel dan berkelanjutan.

Acara diawali dengan sambutan Rektor Universitas Respati Indonesia (URINDO),  Cicilia Windiyaningsih. Yang mana menegaskan bahwa lembaga daerah termasuk DPRD agar memiliki kapasitas yang berpandangan jauh ke depan dan mampu mengawal agenda pembangunan agar berjalan secara transparan, akuntabel serta berkelanjutan. “Kegiatan bimtek ini dirancang sebagai ruang repleksi penguatan kompetensi sekaligus dialog mendalam mengenai tata kelola anggaran, perencanaan pembangunan serta pengawasan yang responsif terhadap dinamika daerah,” tutur Cicilia.

Selanjutnya, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dalam sambutannya mengatakan bahwa bimtek ini bukan sekedar kegiatan formalitas melainkan sebagai instrumen peningkatan kapasitas dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi sebagai lembaga legislasi, budgeting dan monitoring. “Saya menginginkan bimbingan teknis ini diikuti dengan serius, kita berdiskusi, berdialog memahami ini,” ujar Hasanuddin.

Menurutnya, dengan melihat kondisi regulasi serta persoalan anggaran yang semakin kompleks serta masyarakat yang semakin kritis maka DPRD dituntut harus memiliki kompetensi yang update terhadap permasalahan yang ada juga harus memiliki strategi yang terukur dalam mengambil suatu keputusan serta profesional. “Kita 55 orang ini harus betul-betul memiliki kompetensi punya kapasitas, update terhadap sebuah permasalahan, melakukan strategi yang terukur dan profesional. Mudah-mudahan bimtek ini dalam rangka penguatan bisa memberikan manfaat bagi kita semua,” kata politisi partai Golkar ini.

Melalui bimtek tersebut, ia menginginkan agar semua anggota dewan memperkuat kemampuan analisis dan kontrol anggaran agar APBD kedepan benar-benar menjadi instrumen kesejahteraan rakyat, bukan sekedar dokumen administratif.

Bimtek menghadirkan narasumber dari Ditjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI. Riris Prasetyo selaku Analis Kebijakan Ahli Madya yang membahas materi tentang mekanisme dan tata kelola pemberian pinjaman oleh Pemerintah Pusat sesuai PP No. 38 Tahun 2025 dan Hedriwan selaku Direktur Perencanaan Anggaran Daerah yang membahas materi tentang optimalisasi reses dan jaring aspirasi masyarakat yang efektif. Bimtek juga turut diikuti oleh Wakil Ketua II DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis, Wakil Ketua III DPRD Kaltim Yenni Eviliana, Sekwan Norhayati US, dan sejumlah Anggota DPRD Kaltim.(hms8)

 
TULIS KOMENTAR ANDA
Banmus Susun Kegiatan Masa Sidang I Tahun 2026, Ketua DPRD Kaltim : Ini Adalah Kontrak Kerja Nyata Dengan Rakyat
Berita Utama 24 Desember 2025
0
SAMARINDA. Menyongsong tahun anggaran baru, Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kalimantan Timur bergerak cepat menyusun peta jalan kegiatan untuk Masa Sidang I (Januari-Februari) Tahun 2026. Rapat yang digelar di Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Rabu (24/12), menjadi momentum penguatan fungsi legislatif. Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, mengingatkan jajarannya bahwa setiap butir kesepakatan dalam rapat Banmus membawa tanggung jawab besar bagi masyarakat Kalimantan Timur. "Ini adalah kontrak kerja kita dengan rakyat. Kita harus memastikan biaya terkendali demi pembangunan. Mari jalankan agenda ini dengan semangat pengabdian," ucapnya di hadapan peserta rapat yang dipimpin oleh Muhammad Samsun. Hasanuddin menyebut Banmus sebagai jantung dari seluruh aktivitas DPRD. Tanpa perencanaan yang matang dan legal melalui Banmus, seluruh gerak langkah institusi bisa menjadi tidak sah. Oleh karena itu, sinkronisasi dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah seperti RKPD dan KUA-PPAS menjadi prioritas utama. Langkah strategis ini diambil guna meminimalisir risiko keterlambatan pengesahan APBD di masa mendatang. "Semoga ini menjadi titik awal yang baik dan dibukakan pintu kemudahan dalam setiap upaya kita membangun Kalimantan Timur," pungkasnya.(hms11)