Upaya Penguatan Kapasitas, DPRD Kaltim Gelar Bimtek

Rabu, 3 Desember 2025 27
BIMTEK : DPRD Kaltim menggelar bimtek bagi pimpinan dan anggota serta tenaga ahli.
JAKARTA. DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Kaltim. Kegiatan yang digelar selama dua hari, Rabu – Kamis (3-4/12/ 2025) tersebut adalah dalam rangka penguatan kapasitas DPRD Provinsi Kaltim dalam tata kelola pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel dan berkelanjutan.

Acara diawali dengan sambutan Rektor Universitas Respati Indonesia (URINDO),  Cicilia Windiyaningsih. Yang mana menegaskan bahwa lembaga daerah termasuk DPRD agar memiliki kapasitas yang berpandangan jauh ke depan dan mampu mengawal agenda pembangunan agar berjalan secara transparan, akuntabel serta berkelanjutan. “Kegiatan bimtek ini dirancang sebagai ruang repleksi penguatan kompetensi sekaligus dialog mendalam mengenai tata kelola anggaran, perencanaan pembangunan serta pengawasan yang responsif terhadap dinamika daerah,” tutur Cicilia.

Selanjutnya, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dalam sambutannya mengatakan bahwa bimtek ini bukan sekedar kegiatan formalitas melainkan sebagai instrumen peningkatan kapasitas dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi sebagai lembaga legislasi, budgeting dan monitoring. “Saya menginginkan bimbingan teknis ini diikuti dengan serius, kita berdiskusi, berdialog memahami ini,” ujar Hasanuddin.

Menurutnya, dengan melihat kondisi regulasi serta persoalan anggaran yang semakin kompleks serta masyarakat yang semakin kritis maka DPRD dituntut harus memiliki kompetensi yang update terhadap permasalahan yang ada juga harus memiliki strategi yang terukur dalam mengambil suatu keputusan serta profesional. “Kita 55 orang ini harus betul-betul memiliki kompetensi punya kapasitas, update terhadap sebuah permasalahan, melakukan strategi yang terukur dan profesional. Mudah-mudahan bimtek ini dalam rangka penguatan bisa memberikan manfaat bagi kita semua,” kata politisi partai Golkar ini.

Melalui bimtek tersebut, ia menginginkan agar semua anggota dewan memperkuat kemampuan analisis dan kontrol anggaran agar APBD kedepan benar-benar menjadi instrumen kesejahteraan rakyat, bukan sekedar dokumen administratif.

Bimtek menghadirkan narasumber dari Ditjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI. Riris Prasetyo selaku Analis Kebijakan Ahli Madya yang membahas materi tentang mekanisme dan tata kelola pemberian pinjaman oleh Pemerintah Pusat sesuai PP No. 38 Tahun 2025 dan Hedriwan selaku Direktur Perencanaan Anggaran Daerah yang membahas materi tentang optimalisasi reses dan jaring aspirasi masyarakat yang efektif. Bimtek juga turut diikuti oleh Wakil Ketua II DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis, Wakil Ketua III DPRD Kaltim Yenni Eviliana, Sekwan Norhayati US, dan sejumlah Anggota DPRD Kaltim.(hms8)

 
TULIS KOMENTAR ANDA
Komisi IV DPRD Kaltim Bahas Rencana Program DPMPD untuk APBD 2027, Tekankan Efektivitas dan Sinkronisasi Program
Berita Utama 16 April 2026
0
SAMARINDA – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur menggelar rapat kerja bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim dalam rangka penyelarasan perencanaan program tahun anggaran 2027. Pertemuan yang berlangsung di Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Kamis (16/04), menekankan pentingnya efektivitas program di tengah dinamika kondisi fiskal daerah. Rapat dipimpin Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Muhammad Darlis Pattalongi, didampingi Ketua Komisi IV Baba, serta dihadiri jajaran DPMPD Kaltim. Dalam arahannya, Ketua Komisi IV Baba menegaskan bahwa penyusunan rencana kerja tahun 2027 harus dilakukan secara terkoordinasi, terarah, dan terukur agar selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah. “Perencanaan tahun 2027 harus disusun dengan baik dan terkoordinasi, sehingga seluruh program kerja dapat berjalan efektif,” ujarnya. Ia menyoroti tantangan keterbatasan fiskal daerah yang berdampak pada ruang gerak anggaran. Kondisi tersebut menuntut perangkat daerah untuk menyusun program yang lebih selektif, efektif, dan tepat sasaran. “Dengan kondisi anggaran yang terbatas, program yang disusun harus benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tegasnya. Dalam pembahasan, Sekretaris Komisi IV Muhammad Darlis Pattalongi juga mencermati komposisi anggaran DPMPD yang masih didominasi belanja rutin, seperti gaji, tunjangan, dan operasional. Sementara itu, porsi belanja untuk program teknis dinilai masih perlu dioptimalkan. Selain itu, beberapa komponen belanja seperti perjalanan dinas, kegiatan pendukung, dan pengadaan barang menjadi perhatian agar dapat disesuaikan dengan prinsip efisiensi tanpa mengurangi kualitas layanan. Komisi IV turut mengingatkan pentingnya perencanaan anggaran yang matang guna menghindari potensi sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa). Perhitungan kebutuhan belanja pegawai dan operasional diminta dilakukan secara cermat dan realistis. “Kami berharap tidak ada program yang tertunda akibat perencanaan yang kurang tepat. Semua harus dihitung secara matang dan proporsional,” lanjutnya. Menutup rapat, Baba mendorong DPMPD Kaltim untuk melakukan penyesuaian terhadap rencana strategis (Renstra) dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah terkini, serta memastikan tidak terjadi tumpang tindih program antarbidang maupun antarperangkat daerah. “Target kita di tahun 2027 adalah efisiensi yang optimal. Program harus tepat sasaran dan saling mendukung, sehingga upaya peningkatan status desa dapat terus berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.(hms9)