Perkuat Pengawasan Revitalisasi Jalan Provinsi, Komisi III DPRD Kaltim Benchmarking ke DPRD Jatim

Jumat, 3 Oktober 2025 75
Kunjungan kerja Komisi III DPRD Kaltim ke DPRD Jatim dalam rangka menggali praktik terbaik pengawasan infrastruktur demi aksesibilitas dan keadilan pembangunan, Jumat (3/10/2025)

SURABAYA — Dalam upaya meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap program revitalisasi jalan provinsi, Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan kunjungan kerja ke DPRD Jawa Timur (Jatim), Jumat (3/10/2025). 

 

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran legislatif dalam pengawasan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

 

Dalam pertemuan tersebut, Komisi III DPRD Kaltim menggelar diskusi intensif dengan jajaran DPRD Jatim, membahas kebijakan, strategi, dan praktik terbaik dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan pembangunan jalan. 

 

Jawa Timur dipilih sebagai lokasi benchmarking karena dinilai berhasil mengintegrasikan pembangunan jalan dengan tata ruang wilayah, serta memiliki sistem pengawasan dan evaluasi berlapis yang didukung teknologi.

 

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memperkaya referensi pengawasan di Kaltim, terutama dalam menghadapi tantangan seperti kerusakan jalan akibat beban kendaraan berlebih, keterbatasan anggaran, dan koordinasi lintas sektor yang belum optimal. “Kami ingin belajar dari pengalaman Jawa Timur, khususnya dalam skema pendanaan, teknologi konstruksi, dan pelibatan dunia usaha dalam menjaga kualitas jalan,” ujar Abdulloh.

 

Ia menegaskan bahwa revitalisasi jalan bukan semata soal infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut aksesibilitas, keadilan pembangunan, dan keberlanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

 

Dalam sesi diskusi, Komisi III juga menyoroti pentingnya indikator keberhasilan program revitalisasi, sistem monitoring real-time, serta strategi penyelesaian masalah sosial dan pembebasan lahan. DPRD Jatim memaparkan sejumlah inovasi, termasuk penggunaan teknologi ramah lingkungan dan pendekatan kolaboratif dengan sektor industri dan masyarakat.

 

Selain aspek teknis, Komisi III turut mendalami isu-isu non-teknis yang kerap menjadi hambatan pembangunan, seperti penyelesaian konflik sosial dan pembebasan lahan. Peran dunia usaha, khususnya sektor pertambangan, perkebunan, dan industri, didorong agar lebih aktif dalam menjaga kualitas jalan yang mereka manfaatkan.

 

Kegiatan benchmarking ini menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan dibawa ke rapat kerja bersama mitra pemerintah daerah di Kaltim, sebagai bahan evaluasi dan penyusunan program kerja tahun anggaran mendatang. (adv/akb)

TULIS KOMENTAR ANDA
Safari Natal Ekti Imanuel Pekan Terakhir Di Kutai Barat
Berita Utama 28 Desember 2025
0
KUTAI BARAT. Rangkaian kegiatan Safari Natal oleh Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) pada pekan terakhir berlangsung selama empat hari, dari tanggal 25 hingga 28 Desember 2025. Ekti Imanuel melaksanakan kegiatan perayaan Natal tersebut dilakukan di empat gereja, masing-masing di Jemaat GKII Linggang Kebut, , Jemaat GKII Sakaq Lotoq, Jemaat GKII Imanuel Bentas dan Jemaat GKII Gunung Rampah. Safari Natal ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan Ekti Imanuel setiap bulan Desember sebagai bagian dari upaya mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di antara jemaat gereja di Kubar. Sebagai wakil rakyat Kubar, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan rumah ibadah yang layak dan representatif bagi jemaat. “Terkait dengan bantuan tempat ibadah, selalu saya sampaikan bahwa saya selalu konsisten terkait dengan dana hibah bantuan tempat ibadah” ujarnya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum perayaan iman, tetapi juga kesempatan untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pembangunan daerah serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap agar seluruh aktivitas masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat. (hms8)