Tinjau Progres Pembangunan Jalan Tering-Ujoh Bilang
Didampingi perwakilan Dinas PUPR PERA Kaltim, Ekti menyampaikan pembangunan jalan berstatus milik provinsi tersebut sepanjang 28 kilometer yang dibagi empat sekmen dengan total anggaran Rp 225 miliar, dengan rincian Rp 49 miliar sekmen 1, Rp 49 miliar sekmen 2, Rp 45 miliar sekmen 3, dan Rp 47 miliar sekmen 4.
Dari hasil tinjauan lapangan tersebut, masih ada pembangunan jalan yang belum rampung sehingga diminta kepada kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaan sesuai target.
"Sekmen 1 dan sekmen 3 sudah selesai, yang belum clear sekmen 2 dan sekmen 4 yang kurang lebih progresnya masing-masing sisa sepuluh persen," jelasnya.
Hanya menyisakan waktu beberapa hari kedepan, Ekti menyampaikan optimistisme kontraktor untuk mengebut pengerjaan agar mampu selesai 31 Desember 2025. Kendati demikian, pihaknya mengingatkan agar kontraktor lebuh realistis. "Sepuluh persen fisik dan keuangan yang belum terealisasikan bukanlah hal yang sederhana. Sepuluh persen dari anggaran yang mereka dapat itu senilai kurang lebih Rp 2 miliar," terangnya.
Politikus Gerindra itu juga mengingatkan agar pengerjaan harus tetap maksimal dengan memperhatikan kualitas, kendati kendala faktor cuaca pengerjaan tidak boleh asal-asalan.
"Realistis saja, saya menawarkan dua opsi, pertama harus selesai akhir tahun ini, atau opsi kedua dengan adendum penambahan waktu, tentu harapan kita yang terbaik untuk jalan ini,"tegas Ekti. (hms4)
Didampingi perwakilan Dinas PUPR PERA Kaltim, Ekti menyampaikan pembangunan jalan berstatus milik provinsi tersebut sepanjang 28 kilometer yang dibagi empat sekmen dengan total anggaran Rp 225 miliar, dengan rincian Rp 49 miliar sekmen 1, Rp 49 miliar sekmen 2, Rp 45 miliar sekmen 3, dan Rp 47 miliar sekmen 4.
Dari hasil tinjauan lapangan tersebut, masih ada pembangunan jalan yang belum rampung sehingga diminta kepada kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaan sesuai target.
"Sekmen 1 dan sekmen 3 sudah selesai, yang belum clear sekmen 2 dan sekmen 4 yang kurang lebih progresnya masing-masing sisa sepuluh persen," jelasnya.
Hanya menyisakan waktu beberapa hari kedepan, Ekti menyampaikan optimistisme kontraktor untuk mengebut pengerjaan agar mampu selesai 31 Desember 2025. Kendati demikian, pihaknya mengingatkan agar kontraktor lebuh realistis. "Sepuluh persen fisik dan keuangan yang belum terealisasikan bukanlah hal yang sederhana. Sepuluh persen dari anggaran yang mereka dapat itu senilai kurang lebih Rp 2 miliar," terangnya.
Politikus Gerindra itu juga mengingatkan agar pengerjaan harus tetap maksimal dengan memperhatikan kualitas, kendati kendala faktor cuaca pengerjaan tidak boleh asal-asalan.
"Realistis saja, saya menawarkan dua opsi, pertama harus selesai akhir tahun ini, atau opsi kedua dengan adendum penambahan waktu, tentu harapan kita yang terbaik untuk jalan ini,"tegas Ekti. (hms4)