Safari Natal Di Kutai Barat Dan Mahulu

Rabu, 24 Desember 2025 38
Safari Natal Ekti Imanuel
KUTAI BARAT - Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, melanjutkan rangkaian Safari Natal di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu pada 22–24 Desember 2025. Kegiatan ini diisi dengan ibadah perayaan Natal bersama di sejumlah jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), yang menjadi wadah kebersamaan sekaligus momentum menyampaikan pesan pembangunan daerah.  

Adapun gereja yang disambangi Ekti, antara lain GKII Intan dan Permata Kecamatan Bongan, GKII Jemaat Linggang Amer, serta GKII Jemaat Imanuel Datah Bilang Baru, Mahakam Ulu. Kehadiran Ekti dalam perayaan Natal tersebut disambut hangat jemaat, dengan tema ibadah yang menekankan pembaharuan hati dan kasih di tengah kehidupan masyarakat.  

Dalam sambutannya, Ekti menegaskan komitmen DPRD Kaltim untuk terus memperjuangkan pembangunan di Kutai Barat dan Mahakam Ulu, yang telah masuk dalam RPJMD Kaltim. Salah satu program prioritas yang disampaikan adalah pembangunan Rumah Sakit Umum Bongan.  

“Masyarakat sekitar tak perlu lagi pergi jauh ke Tenggarong atau Samarinda. Nanti setelah pembangunan rumah sakit selesai bisa melayani masyarakat dengan fasilitas kesehatan yang memadai,” ujar Ekti.  

Rumah Sakit Umum Bongan diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan yang strategis, sehingga masyarakat pedalaman Kutai Barat dan Mahakam Ulu dapat memperoleh akses kesehatan lebih cepat dan terjangkau.  

Selain sektor kesehatan, Ekti juga menyoroti pentingnya pembangunan jalan penghubung Tering, Kutai Barat – Ujoh Bilang, Mahakam Ulu. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2025, sehingga akses antarwilayah semakin terbuka dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.  

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif, perdagangan, dan peningkatan kesejahteraan warga di dua kabupaten tersebut.  

Ekti mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan rumah sakit dan jalan penghubung tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang ada.  

"Mari bersama kita dukung pembangunan ini demi kesejahteraan masyarakat Kutai Barat dan Mahakam Ulu,” tegasnya.  

Safari Natal yang dilakukan Ekti Imanuel bukan hanya menjadi ajang silaturahmi dan perayaan iman, tetapi juga momentum memperkuat komunikasi antara DPRD Kaltim dengan masyarakat. Kehadiran wakil rakyat di tengah jemaat menunjukkan komitmen bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial. (hms4)
TULIS KOMENTAR ANDA
Komisi III DPRD Kaltim Dorong Prioritas Program Dinas Perhubungan Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan Fiskal
Berita Utama 16 April 2026
0
SAMARINDA - Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur menggelar rapat kerja bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka membahas pelaksanaan kegiatan tahun anggaran berjalan serta rencana kerja Tahun 2027, bertempat di Gedung D Lantai III, Kantor DPRD Kaltim pada Kamis, (16/4/2026). Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, didampingi Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Reza Fachlevi, serta Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sayid Muziburrachman, Sugiono, dan Jahidin. Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, Yuslindo, bersama jajaran, termasuk Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Heru Santosa. Fokus pembahasan diarahkan pada pelaksanaan program tahun berjalan dan rencana kerja tahun 2027, khususnya pembangunan infrastruktur strategis di sektor kepelabuhanan, terminal, keselamatan lalu lintas, serta penerangan jalan umum. Keterbatasan fiskal menjadi tantangan sehingga program harus dijalankan secara selektif melalui skala prioritas.   Komisi III menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan baru dan pemeliharaan fasilitas yang ada, termasuk rambu lalu lintas, penerangan jalan, serta optimalisasi jembatan timbang. Persoalan kendaraan over dimension over loading (ODOL) juga menjadi perhatian serius untuk menjaga kualitas jalan provinsi.