Safari Natal Di Kutai Barat Dan Mahulu

Rabu, 24 Desember 2025 43
Safari Natal Ekti Imanuel
KUTAI BARAT - Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, melanjutkan rangkaian Safari Natal di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu pada 22–24 Desember 2025. Kegiatan ini diisi dengan ibadah perayaan Natal bersama di sejumlah jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), yang menjadi wadah kebersamaan sekaligus momentum menyampaikan pesan pembangunan daerah.  

Adapun gereja yang disambangi Ekti, antara lain GKII Intan dan Permata Kecamatan Bongan, GKII Jemaat Linggang Amer, serta GKII Jemaat Imanuel Datah Bilang Baru, Mahakam Ulu. Kehadiran Ekti dalam perayaan Natal tersebut disambut hangat jemaat, dengan tema ibadah yang menekankan pembaharuan hati dan kasih di tengah kehidupan masyarakat.  

Dalam sambutannya, Ekti menegaskan komitmen DPRD Kaltim untuk terus memperjuangkan pembangunan di Kutai Barat dan Mahakam Ulu, yang telah masuk dalam RPJMD Kaltim. Salah satu program prioritas yang disampaikan adalah pembangunan Rumah Sakit Umum Bongan.  

“Masyarakat sekitar tak perlu lagi pergi jauh ke Tenggarong atau Samarinda. Nanti setelah pembangunan rumah sakit selesai bisa melayani masyarakat dengan fasilitas kesehatan yang memadai,” ujar Ekti.  

Rumah Sakit Umum Bongan diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan yang strategis, sehingga masyarakat pedalaman Kutai Barat dan Mahakam Ulu dapat memperoleh akses kesehatan lebih cepat dan terjangkau.  

Selain sektor kesehatan, Ekti juga menyoroti pentingnya pembangunan jalan penghubung Tering, Kutai Barat – Ujoh Bilang, Mahakam Ulu. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2025, sehingga akses antarwilayah semakin terbuka dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.  

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif, perdagangan, dan peningkatan kesejahteraan warga di dua kabupaten tersebut.  

Ekti mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan rumah sakit dan jalan penghubung tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang ada.  

"Mari bersama kita dukung pembangunan ini demi kesejahteraan masyarakat Kutai Barat dan Mahakam Ulu,” tegasnya.  

Safari Natal yang dilakukan Ekti Imanuel bukan hanya menjadi ajang silaturahmi dan perayaan iman, tetapi juga momentum memperkuat komunikasi antara DPRD Kaltim dengan masyarakat. Kehadiran wakil rakyat di tengah jemaat menunjukkan komitmen bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial. (hms4)
TULIS KOMENTAR ANDA
Tinjau Titik Longsor Jalan Poros Sanga-Sanga – Dondang Komisi III Tegaskan Pembangunan Turap dan Badan Jalan, serta Evaluasi Rekonstruksi Jalan Strategis
Berita Utama 12 Mei 2026
0
Komisi III DPRD Kalimantan Timur yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III, Akhmed Reza Fachlevi, didampingi Anggota Komisi III, Sugiyono, dan Sayid Muziburrachman melaksanakan peninjauan titik longsor jalan poros Sanga-Sanga - Dondang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (12/5/2026). Peninjauan ini turut melibatkan Dinas PUPR/PERA Kaltim sebagai mitra teknis untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan.   Dalam keterangannya, Akhmed Reza Fachlevi menegaskan bahwa tahun ini akan dilakukan pembangunan turap dan perbaikan badan jalan di lokasi longsor. Langkah ini dianggap mendesak karena jalur tersebut merupakan akses vital mobilitas warga dan distribusi logistik sehingga penanganan tidak boleh ditunda.    “Kondisi ini mendesak, karena jika dibiarkan akan mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.   Peninjauan ini tidak hanya sekadar melihat kondisi fisik jalan, tetapi juga mengungkap potensi ancaman keselamatan yang selama ini dirasakan masyarakat. Titik longsor di poros Sanga-Sanga – Dondang dinilai sebagai bom waktu yang bisa menelan korban jika tidak segera ditangani.     Politikus Gerindra itu, menekankan bahwa pembangunan turap bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi keselamatan publik. "Jalan poros ini adalah nadi transportasi Kukar, menghubungkan kawasan industri, permukiman, dan jalur distribusi logistik. Jika akses ini terganggu, dampaknya akan meluas hingga ke sektor ekonomi daerah," tegasnya.     Komisi III juga melakukan monitoring langsung terhadap pekerjaan rekonstruksi jalan Dondang – Samboja segmen 3 dan 4. Dari hasil pemantauan, proyek tersebut telah rampung pada akhir 2025 sesuai target.    Akhmed Reza Fachlevi menilai penyelesaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur strategis, namun tetap perlu evaluasi kualitas agar hasilnya berkelanjutan.   “Kami ingin memastikan bahwa jalan yang sudah selesai benar-benar sesuai standar teknis, tidak sekadar rampung di atas kertas. Infrastruktur harus tahan lama dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Akhmed Reza Fachlevi saat ditemui di lokasi peninjauan. (hms)