BALIKPAPAN — Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Timur Ekti Imanuel menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Lintas Sektoral dalam rangka Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah di Gedung Mahakam Polda Kalimantan Timur, Senin (9/3/2026).
Rapat tersebut dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah serta instansi terkait sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang hingga pasca perayaan Idul Fitri.
Kapolda Kalimantan Timur dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Idul Fitri selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi yang signifikan. Tradisi mudik, takbir keliling, salat Idul Fitri, hingga kunjungan ke tempat wisata dan pusat perbelanjaan menjadi faktor yang memicu meningkatnya dinamika di masyarakat.
Selain itu, Kapolda juga menyoroti sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, mulai dari kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga dinamika sosial yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan daerah.
Dalam rangka pengamanan Idul Fitri tahun ini, Polda Kaltim akan melaksanakan Operasi Ketupat Mahakam 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi tersebut melibatkan 3.928 personel, terdiri dari 1.995 personel Polri, 335 personel TNI, serta 1.598 personel dari instansi terkait.
Pengamanan juga akan difokuskan pada berbagai objek vital, seperti 1.009 masjid atau lokasi salat Id, 12 terminal, 19 pelabuhan, 6 bandara, 45 pusat perbelanjaan, serta 101 tempat wisata. Selain itu, sebanyak 52 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 14 pos terpadu akan disiagakan di berbagai titik strategis.
Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor menjadi faktor utama dalam memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.
Ia menegaskan bahwa DPRD Kaltim mendukung penuh langkah-langkah koordinasi yang dilakukan oleh Polda Kaltim bersama seluruh instansi terkait dalam mempersiapkan pengamanan Lebaran tahun ini.
“Momentum Idul Fitri selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Oleh karena itu, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder sangat penting untuk memastikan pengamanan berjalan optimal sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas mudik maupun merayakan hari raya dengan aman dan tertib,” ujar Ekti Imanuel.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi yang terintegrasi antar instansi guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama periode Lebaran.
“Melalui rapat koordinasi ini diharapkan seluruh pihak dapat menyamakan persepsi serta menyusun langkah-langkah strategis yang terukur dan terintegrasi di lapangan, sehingga pengamanan Idul Fitri di Kalimantan Timur dapat berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tambahnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan selama periode Idul Fitri, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kalimantan Timur. (hms)
Rapat tersebut dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah serta instansi terkait sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang hingga pasca perayaan Idul Fitri.
Kapolda Kalimantan Timur dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Idul Fitri selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi yang signifikan. Tradisi mudik, takbir keliling, salat Idul Fitri, hingga kunjungan ke tempat wisata dan pusat perbelanjaan menjadi faktor yang memicu meningkatnya dinamika di masyarakat.
Selain itu, Kapolda juga menyoroti sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, mulai dari kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga dinamika sosial yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan daerah.
Dalam rangka pengamanan Idul Fitri tahun ini, Polda Kaltim akan melaksanakan Operasi Ketupat Mahakam 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi tersebut melibatkan 3.928 personel, terdiri dari 1.995 personel Polri, 335 personel TNI, serta 1.598 personel dari instansi terkait.
Pengamanan juga akan difokuskan pada berbagai objek vital, seperti 1.009 masjid atau lokasi salat Id, 12 terminal, 19 pelabuhan, 6 bandara, 45 pusat perbelanjaan, serta 101 tempat wisata. Selain itu, sebanyak 52 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 14 pos terpadu akan disiagakan di berbagai titik strategis.
Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor menjadi faktor utama dalam memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.
Ia menegaskan bahwa DPRD Kaltim mendukung penuh langkah-langkah koordinasi yang dilakukan oleh Polda Kaltim bersama seluruh instansi terkait dalam mempersiapkan pengamanan Lebaran tahun ini.
“Momentum Idul Fitri selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Oleh karena itu, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder sangat penting untuk memastikan pengamanan berjalan optimal sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas mudik maupun merayakan hari raya dengan aman dan tertib,” ujar Ekti Imanuel.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi yang terintegrasi antar instansi guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama periode Lebaran.
“Melalui rapat koordinasi ini diharapkan seluruh pihak dapat menyamakan persepsi serta menyusun langkah-langkah strategis yang terukur dan terintegrasi di lapangan, sehingga pengamanan Idul Fitri di Kalimantan Timur dapat berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tambahnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan selama periode Idul Fitri, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kalimantan Timur. (hms)