DPRD Kaltim Dukung Program Jospol, Komitmen Bersama Meningkatkan Kesejahteraan dan Keharmonisan Sosial

Rabu, 17 September 2025 84
Anggota DPRD Kaltim La Ode Nasir bersama Andi Faisal Assegaf dan Baharuddin Muin menghadiri penyerahan simbolis Program JosPol 3 oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di BSCC Dome, Balikpapan (17/9/2025)

Balikpapan — Mewakili Pimpinan DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Anggota DPRD Kaltim La Ode Nasir bersama koleganya Andi Faisal Assegaf dan Baharuddin Muin menghadiri Acara Penyerahan Penerima Penghargaan Jospol oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, di BSCC Dome, Balikpapan, Rabu (17/9/2025).

Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian kunjungan kerja Gubernur di wilayah selatan Kaltim. Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa Program Jospol merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi terhadap pengabdian para guru, marbot, dan penjaga rumah ibadah lintas agama. “Perhatian terhadap guru dan penjaga rumah ibadah merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam membina generasi dan menjaga harmoni sosial,” ujar Gubernur Rudy.

Pada kesempatan tersebut, insentif diserahkan kepada 2.388 guru honorer di Balikpapan, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Masing-masing guru menerima insentif sebesar Rp 500.000 per bulan selama enam bulan, terhitung mulai Juli hingga Desember 2025.

Gubernur menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama pembangunan Kaltim. Menurutnya, pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan dan membuka jalan menuju kemajuan daerah. “Pendidikan bagi kami tetap nomor satu. Program JosPol adalah wujud nyata perhatian pemerintah terhadap tenaga pendidik yang telah mengabdi dengan tulus di Kota Beriman,” imbuhnya.

DPRD Kaltim menyambut baik pelaksanaan Program Jospol sebagai langkah konkret dalam memperkuat sektor pendidikan dan mempererat hubungan antarumat beragama. 

Anggota DPRD Kaltim La Ode Nasir menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Jospol. Ia menilai bahwa langkah ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dan kehidupan beragama, tetapi juga memperkuat fondasi sosial masyarakat Kaltim yang majemuk dan inklusif.

“Kami di DPRD Kaltim menyambut baik dan mendukung penuh program ini. Ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi bentuk nyata penghargaan terhadap dedikasi para guru honorer, marbot, dan penjaga rumah ibadah yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membina generasi dan menjaga harmoni sosial,” tegas La Ode Nasir.

DPRD Kaltim kata dia, menekankan bahwa pendidikan dan kehidupan beragama yang rukun merupakan dua pilar utama dalam pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, program seperti JosPol harus terus diperluas, ditingkatkan kualitasnya, dan dijalankan secara konsisten agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Kami percaya, kesejahteraan guru dan penjaga rumah ibadah bukan hanya soal insentif, tetapi tentang bagaimana pemerintah dan wakil rakyat memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh, berkembang, dan dihargai secara layak,” tambah Laode.

Kehadiran DPRD Kaltim dalam kegiatan ini mencerminkan sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Program Jospol ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap sektor pendidikan dan kehidupan beragama tetap menjadi prioritas dalam pembangunan Kaltim. (adv/hms6)

TULIS KOMENTAR ANDA
Hadiri Konwil XXII GKII Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Semangat Melayani
Berita Utama 19 Mei 2026
0
BALIKPAPAN – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Wilayah (Konwil) XXII Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah Kalimantan Timur yang digelar di Swiss-BelHotel Balikpapan, Selasa (19/05). Dalam arahannya, Ekti menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi GKII Kaltim yang dinilai tidak hanya berperan sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, selama periode pelayanan 2021–2026, GKII Kaltim telah menghadirkan nilai-nilai kasih, menjaga kohesi sosial, serta membangun karakter masyarakat di tengah keberagaman Kaltim. Dengan mengusung tema Growing Together yang diambil dari Efesus 4:15–16, Ekti menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan pertumbuhan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia menyebut, tema tersebut menggambarkan model kepemimpinan yang tidak berpusat pada satu figur, melainkan mendorong setiap individu untuk bertumbuh, saling mendukung, dan berkontribusi demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. “Melalui Konwil XXII ini, saya berharap GKII Kaltim dapat melahirkan pribadi-pribadi pelayanan yang memiliki visi kuat, rendah hati, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjaga semangat melayani. Semangat Growing Together jangan hanya menjadi tema konferensi, tetapi harus diwujudkan dalam kebersamaan, pelayanan, dan setiap pengambilan keputusan demi kemajuan Kaltim,” ujar Ekti Imanuel. Menutup sambutannya, Ekti mengajak seluruh peserta Konwil untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat kepemimpinan yang berkarakter, dan menghadirkan pengaruh positif bagi masyarakat luas.(hms9)