Hasil Pencarian ""
BALIKPAPAN – Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci utama dalam memastikan roda pembangunan berjalan selaras dan tepat sasaran. Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, DPRD Provinsi Kalimantan Timur melakukan langkah proaktif melalui kunjungan kerja gabungan di Kantor DPRD Kota Balikpapan pada Rabu (6/5/2026). Kunjungan kerja ini menyatukan dua agenda strategis dari Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltim. Fokus utama pertemuan ini adalah koordinasi terpadu terkait penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), strategi bantuan keuangan (Bankeu), serta penyelarasan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda). Langkah kolektif ini diambil untuk memastikan bahwa setiap kebijakan fiskal dan produk hukum yang dihasilkan di tingkat provinsi memiliki landasan empiris yang kuat serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat kota. Rapat koordinasi dipimpin oleh Anggota Bapemperda DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra, dengan didampingi delegasi legislator lainnya, yakni Syarifatul Sya'diah, Selamat Ari Wibowo, Baba, Safuad, Hartono Basuki, Abdurakhman, Andi Afif Rayhan Harun, Sapto Setyo Pramono, dan Akhmed Reza Fachlevi. Rombongan disambut hangat oleh Ketua Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Balikpapan, Darma. Dalam pertemuan tersebut, Nurhadi Saputra memaparkan bahwa integrasi antara perencanaan anggaran yang akuntabel dan regulasi yang relevan adalah kunci percepatan pembangunan. Terkait instrumen fiskal, dibahas secara mendalam strategi Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi, termasuk rencana alokasi tahun 2026 yang tetap berfokus pada infrastruktur publik. "Kami mendiskusikan secara mendalam mengenai dampak fiskal terkait rencana kebijakan masa depan, termasuk koordinasi agar peraturan daerah yang disusun selaras dengan prioritas pembangunan jangka menengah di daerah," tegas Nurhadi. Ia juga memberikan catatan mengenai rencana peniadaan sementara bantuan keuangan jalur aspirasi pada tahun anggaran 2027, sembari memastikan bahwa usulan melalui jalur OPD tetap diperbolehkan berjalan agar program strategis tidak terhambat. Sejalan dengan optimalisasi alokasi anggaran dan penguatan fungsi legislasi tersebut, perhatian serius diarahkan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang memadai. Nurhadi menekankan bahwa komitmen DPRD Kaltim tetap fokus pada pemerataan sarana sekolah di Balikpapan agar tidak hanya bertumpu di wilayah Selatan. Sebagai langkah nyata, tahun ini direncanakan pembangunan sekolah baru untuk jenjang SMA/SMK di wilayah Islamic Center dan Wika guna memperluas akses pendidikan bagi warga sekitar. Selain itu, alokasi khusus juga disiapkan untuk penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMA 7 yang berlokasi di wilayah Lamaru. Upaya pembangunan ini secara konsisten diarahkan untuk menjangkau wilayah Balikpapan Utara, Timur, dan Tengah, sehingga kebutuhan pendidikan masyarakat dapat terpenuhi secara merata. Menutup keterangannya, Nurhadi memberikan catatan khusus mengenai aspirasi warga terkait kelangkaan minyak di Kota Balikpapan. Ia menyampaikan keprihatinannya atas ironi yang terjadi di lapangan mengingat status Balikpapan sebagai daerah penghasil energi. "Sangat disayangkan terjadi kelangkaan minyak di 'Kota Minyak'. Isu ini menjadi perhatian serius bagi kami untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait guna mencari solusi permanen bagi masyarakat melalui fungsi pengawasan yang kami miliki," pungkasnya. Kunjungan gabungan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan serta memastikan setiap keputusan, baik di bidang regulasi maupun anggaran, dilakukan secara transparan, sinkron, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat Balikpapan. (Hms11)
Selengkapnya
Ekti Imanuel Hadiri Temu Karya Karang Taruna Kaltim, Dorong Pemuda Jadi Pemimpin dan Pengusaha Muda
Berita Utama 12 Mei 2026
0
KUTAI KARTANEGARA — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel menghadiri Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Selasa (12/05). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, jajaran Pengurus Nasional Karang Taruna, pengurus Karang Taruna kabupaten/kota se-Kaltim, Forkopimda, Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar serta Pimpinan organisasi, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat. Ekti Imanuel menilai Temu Karya Karang Taruna menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan di tengah perkembangan daerah yang semakin pesat. Ia berharap forum tersebut tidak hanya melahirkan kepengurusan baru, tetapi juga mampu mencetak pemimpin muda yang memiliki visi pembangunan dan kepedulian sosial. “Karang Taruna harus menjadi ruang pembinaan generasi muda yang produktif, inovatif, dan berdaya saing. Saya berharap dari forum ini lahir pemimpin-pemimpin muda yang mampu membawa perubahan positif bagi Kaltim,” ujarnya. Ekti juga mendorong agar Karang Taruna dapat mengambil peluang di sektor ekonomi kreatif, UMKM, hingga kewirausahaan. Menurutnya, pemuda tidak hanya harus aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga perlu memiliki kemandirian ekonomi untuk mendukung kemajuan daerah. “Kita ingin pemuda Kaltim tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Karang Taruna harus mampu melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang siap bersaing dan membuka lapangan pekerjaan,” tambahnya. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dalam sambutannya menyampaikan Karang Taruna memiliki kekuatan organisasi yang solid sehingga menjadi modal besar dalam mendukung pembangunan sosial dan kepemudaan di daerah. “Karang Taruna memiliki struktur yang sangat solid sampai ke tingkat desa. Ini menjadi kekuatan besar yang tidak dimiliki banyak organisasi lainnya,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengajak seluruh kader Karang Taruna untuk terus berperan aktif mendukung pembangunan daerah, terutama dalam menyongsong perkembangan Kaltim sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, pemuda harus mampu meningkatkan kapasitas diri, menjaga solidaritas organisasi, dan menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan sosial di masyarakat. “Karang Taruna harus menjadi wadah lahirnya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan mampu bersaing. Pemuda Kaltim harus siap mengambil peran dalam pembangunan daerah dan nasional,” kata Seno Aji. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang OKK Pengurus Nasional Karang Taruna, Ahmad Bahtiar Sebayang menegaskan pentingnya peran Karang Taruna dalam mendukung pembangunan nasional maupun daerah. Ia menyebut Temu Karya harus menjadi tempat lahirnya pemimpin besar masa depan, baik di Kaltim maupun di tingkat nasional. Kegiatan pembukaan Temu Karya Karang Taruna Kaltim ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol resmi dimulainya kegiatan.(hms9)