Warga Manggar Meminta Perbaikan Dermaga

Sabtu, 2 November 2024 66
RESES : Anggota DPRD Kaltim Nurhadi Saputra
BALIKPAPAN. Anggota DPRD Kaltim Nurhadi Saputra, SH.,MH melaksanakan serap aspirasi (reses) di daerah pemilihan (dapil) II Kota Balikpapan. Warga di RT 44 Kelurahan Manggar Kecamatan Balikpapan Timur sangat antusias menghadiri kegiatan reses pada Sabtu (2/11)

Pada kesempatan itu warga meminta di buatkan  dermaga dan perbaikan jembatan ulin, mengingat saat ini belum ada dermaga memudahkan nelayan atau para pencari ikan untuk menyandarkan kapal nelayan.

Pasalnya,  satu-satunya akses jalan yaitu  jembatan ulin adalah akses umum yang sering di lalui oleh warga setempat sebagai jalan utama menuju dermga. Selain itu warga setempat juga menyampaikan keluhannya terkait semenisasi jalan, dikarenakan masih ada ruas jalan semenisasi yang belum tuntas.

Terkait hal-hal yang disampaikan warga tersebut, Nurhadi Saputra akan meneruskan aspirasi atau keluhan-keluhan warga tersebut kepada pemerintah daerah untuk menjadi perhatian.
“Saya kira hal-hal yang sudah bapak ibu sampaikan, akan kami teruskan ke pemerintah daerah. Semoga bisa di realisasikan dalam waktu dekat,” ujarnya. (hms8)
TULIS KOMENTAR ANDA
Tinjau Titik Longsor Jalan Poros Sanga-Sanga – Dondang Komisi III Tegaskan Pembangunan Turap dan Badan Jalan, serta Evaluasi Rekonstruksi Jalan Strategis
Berita Utama 12 Mei 2026
0
Komisi III DPRD Kalimantan Timur yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III, Akhmed Reza Fachlevi, didampingi Anggota Komisi III, Sugiyono, dan Sayid Muziburrachman melaksanakan peninjauan titik longsor jalan poros Sanga-Sanga - Dondang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (12/5/2026). Peninjauan ini turut melibatkan Dinas PUPR/PERA Kaltim sebagai mitra teknis untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan.   Dalam keterangannya, Akhmed Reza Fachlevi menegaskan bahwa tahun ini akan dilakukan pembangunan turap dan perbaikan badan jalan di lokasi longsor. Langkah ini dianggap mendesak karena jalur tersebut merupakan akses vital mobilitas warga dan distribusi logistik sehingga penanganan tidak boleh ditunda.    “Kondisi ini mendesak, karena jika dibiarkan akan mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.   Peninjauan ini tidak hanya sekadar melihat kondisi fisik jalan, tetapi juga mengungkap potensi ancaman keselamatan yang selama ini dirasakan masyarakat. Titik longsor di poros Sanga-Sanga – Dondang dinilai sebagai bom waktu yang bisa menelan korban jika tidak segera ditangani.     Politikus Gerindra itu, menekankan bahwa pembangunan turap bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi keselamatan publik. "Jalan poros ini adalah nadi transportasi Kukar, menghubungkan kawasan industri, permukiman, dan jalur distribusi logistik. Jika akses ini terganggu, dampaknya akan meluas hingga ke sektor ekonomi daerah," tegasnya.     Komisi III juga melakukan monitoring langsung terhadap pekerjaan rekonstruksi jalan Dondang – Samboja segmen 3 dan 4. Dari hasil pemantauan, proyek tersebut telah rampung pada akhir 2025 sesuai target.    Akhmed Reza Fachlevi menilai penyelesaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur strategis, namun tetap perlu evaluasi kualitas agar hasilnya berkelanjutan.   “Kami ingin memastikan bahwa jalan yang sudah selesai benar-benar sesuai standar teknis, tidak sekadar rampung di atas kertas. Infrastruktur harus tahan lama dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Akhmed Reza Fachlevi saat ditemui di lokasi peninjauan. (hms)