Muara Badak Minim Infrastruktur

Senin, 14 Juni 2021 363
Anggota DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi dan Baharuddin Demmu menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak di kantor Kecamatan Muara Badak terkait rencana pembangunan jembatan antar desa dan kecamatan, Kamis (10/6/2021) Lalu.
Kukar. Anggota DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi secara tegas mengungkapkan memberikan dukungan dan berupaya memperjuangkan proses peningkatan jembatan-jembatan antar desa dan kecamatan di Muara Dukungan tersebut sebagai upaya memajukan Muara Badak, apalagi daerah ini memiliki potensi wisata yang dapat diandalkan. "Pembangunan infrastruktur seperti jembatan, jalan dan drainase yang diakui masih minim harus dipercepat dan menjadi skala prioritas. Pastinya kami ingin berjuang. Mohon dimengerti kami ada sistem SIPD yang sudah ditutup sampai April. Seandainya ini dirembukkan, skala prioritas bisa dimasukan di tahun 2022," kata Reza sapaan akrabnya saat rapat koordinasi dengan berbagai pihak di kantor Kecamatan Muara Badak terkait rencana pembangunan jembatan antar desa dan kecamatan, Kamis (10/6/2021) Lalu.

Reza melanjutkan, menurutnya meski demikian persoalan pemenuhan infrastruktur masyarakat menjadi tanggung jawab banyak pihak dan bukan hanya pemerintah. Namun, kata dia, perlu keterlibatan pihak swasta. "Pengusaha-pengusaha lokal harus bersinergi. Sangat berharap keterlibatan anggota DPRD kabupaten, karena ini ranahnya kabupaten" kata Reza menegaskan.

Menurut kebutuhan anggaran, Muara Badak memerlukan sedikitnya Rp10 miliar setiap tahun anggaran. "Kalau pun ada gotong royong, kami selaku aggota DPRD siap dan berkomitmen menyelesaikan pembangunan di Muara Badak yang menjadi priortitas bagi kita semua," ungkap Reza.

Sementara itu, dalam kegiatan yang sama,  Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu menerangkan bahwa terdapat sejumlah program pembangunan yang mulai berjalan sebanyak 20 paket pekerjaan.  Disebutkannya, Pemprov Kaltim telah menganggarkan untuk pembangunan jalan simpang tiga sampai simpang enam Sambera.

"Saat ini posisi program yang sudah ditender sekitar 120 paket, yang masuk persiapan tender 164, yang belum 224, tender berjalan 135. Menyangkut jalan provinsi 16-17 kilometer, ada kita punya 29 miliar paket 1 dan 2. Ini yang mau saya tanyakan, apakah ini sudah tertender atau belum," papar Demmu yang juga anggota DPRD Kaltim dapil Kutai Kartanegara.

Legislator asal PAN itu memastikan anggaran tersebut dapat direalisasikan. Namun, ia mengajak semua pihak termasuk swasta terutama warga Muara Badak untuk mengawal proses pembangunannya agar menjadi perhatian Pemprov Kaltim. "Khusus menyoroti Jembatan Sambera, ini harus betul-betul diperhatikan. Saya berharap betul kontribusi perusahaan untuk perbaikan jembatan di muara badak," kata Demmu mengajak.

Masyarakat memang mengeluhkan kondisi  Jembatan Sambera yang menghubungkan jalur poros Muara Badak-Marangkayu. Beberapa tahun lalu, karena kondisi jembatan yang memprihatinkan, warga sekitar Jembatan Sambera bahkan melakukan perbaikan secara swadaya. (adv/hms5)
TULIS KOMENTAR ANDA
Ekti Imanuel Ajak Jemaat Pererat Kebersamaan Dan Solidaritas
Berita Utama 16 Februari 2026
0
SAMARINDA – Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel menghadiri ibadah perayaan Natal 2025 dan syukuran tahun baru 2026 oleh Kerukunan Dayak Kenyah Lepoq Bem di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Mazmur, Temindung, Samarinda, Senin (16/2/2026) malam. Ekti Imanuel dalam sambutannya menyampaikan  apresiasi dan rasa bangga kepada Kerukunan Dayak Kenyah Lepoq Bem yang terus menjaga iman, adat, budaya, dan persatuan di tengah dinamika pembangunan daerah. “Natal mengingatkan kita akan kasih Allah yang nyata melalui kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru selamat. Kasih itu mempersatukan, menguatkan, dan memulihkan,” ujar Ekti. Ia mengajak pada semua jemaat agar dengan semangat Natal, untuk senantiasa mempererat kebersamaan, menguatkan solidaritas, dan terus menjadi berkat bagi sesama. Sebagai bagian dari masyarakat Kaltim, Ekti menyatakan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga harmoni, mendukung pembangunan daerah, serta mewariskan nilai-nilai luhur budaya Dayak Kenyah kepada generasi penerus. “Nilai gotong royong, hormat kepada orang tua, dan kebersamaan dalam komunitas adalah kekuatan yang harus terus kita pelihara,” imbuhnya. “Memasuki tahun baru 2026, mari kita melangkah dengan optimisme dan semangat baru. Tantangan akan selalu ada, namun dengan persatuan, doa, dan kerja keras, saya yakin kita mampu menghadapi setiap perubahan dan membawa kebaikan bagi keluarga, gereja, masyarakat, dan daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya. (hms8)