Ketua DPRD Kaltim Hadiri Halal Bihalal Yayasan Al Muhajirin Bengkuring

Minggu, 27 April 2025 62
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menghadiri acara Halal Bihalal yang digelar Yayasan Al Muhajirin Bengkuring, di Masjid Al Muhajirin, Bengkuring, Samarinda
SAMARINDA. Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, menghadiri acara Halal Bihalal yang digelar Yayasan Al Muhajirin Bengkuring, di Masjid Al Muhajirin, Bengkuring, Samarinda, pada Minggu (27/4).

Dengan mengusung tema “Dengan Halalbihalal, Mari Sucikan Diri, Perkuat Silaturahim dan Bersinergi Tanpa Batas Untuk Kemaslahatan Umat”, acara tersebut turut diisi dengan tausiah dari Habib Abdurahman Bin Abdullah Syahab.

Dalam sambutannya, Hasanuddin Mas’ud mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada Yayasan Al Muhajirin Bengkuring atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat positif tersebut. Ia menekankan, pentingnya memanfaatkan momentum halal bihalal untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan solidaritas antar sesama Muslim.

Mengutip Surah Ali ‘Imran ayat 103, Hasanuddin Mas’ud mengingatkan pentingnya berpegang teguh pada tali agama Allah dan menjaga persatuan.

“Ini relevan dengan kehidupan sehari-hari untuk menjalankan pekerjaan. Kita harus berpegang teguh pada tali agama Allah SWT dan jangan sampai bercerai-berai,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hasanuddin Mas’ud juga menyampaikan program unggulan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, yakni Program Gratispol yang mencakup pendidikan gratis hingga jenjang S3.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan mendukung penuh program ini.
“Tidak akan optimal program ini jika seluruh elemen masyarakat tidak bersatu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Kaltim agar semakin maju, cerdas, produktif, dan berdaya saing tinggi,” tutur politisi Partai Golkar tersebut.

Hasanuddin Mas’ud berharap, Program Gratispol dapat menjadi kesempatan emas bagi generasi muda untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya, sebagai bekal untuk menjadi penerus bangsa di masa depan.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Asisten II Pemkot Samarinda Marbanas, Rektor Universitas Mulawarman Abdunnur, Ketua MUI Kaltim Muhammad Rasyid, Ketua Yayasan Al Muhajirin Bengkuring Isran Napiah, Ketua Panitia, serta Camat dan Lurah setempat.(adv/hms9)
TULIS KOMENTAR ANDA
Banggar DPRD Kaltim Matangkan Rencana Kerja 2026, Tekankan Ketepatan Waktu dan Akuntabilitas
Berita Utama 10 Maret 2026
0
SAMARINDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat langkah strategis dalam mengawal pengelolaan anggaran daerah demi memastikan kepentingan masyarakat terakomodasi secara optimal. Melalui Badan Anggaran (Banggar), lembaga legislatif ini secara intensif memantapkan fungsi pengawasan dan sinkronisasi perencanaan guna memastikan setiap kebijakan fiskal di tahun mendatang berjalan tepat sasaran dan akuntabel. Langkah penguatan ini ditegaskan dalam Rapat Internal Badan Anggaran yang digelar di Gedung E Lantai 1 Kantor DPRD Kaltim pada Selasa (10/3/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel, dihadiri Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Wakil Ketua II DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis serta sejumlah anggota Banggar lainnya, Sabaruddin Panrecalle, Muhammad Darlis Pattalongi, Sapto Setyo Pramono, Agusriansyah Ridwan, Baba, Firnadi Ikhsan, Safuad, dan Sarkowi V. Zahry. Dalam arahannya, Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menekankan pentingnya sinergi internal yang solid dalam tubuh Banggar. Ia berharap seluruh anggota Banggar dapat berkoordinasi secara penuh dalam mengawal alokasi anggaran daerah agar selaras dengan target pembangunan. "Kedepan, rapat-rapat bersama pihak eksekutif akan terus kita tingkatkan intensitasnya. Kami sangat mengharapkan adanya rekomendasi-rekomendasi kritis dan membangun dari seluruh anggota Banggar agar fungsi pengawasan kita berjalan maksimal," ujar Ekti Imanuel. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pimpinan DPRD siap untuk terus mengawal dan meluruskan setiap tahapan pembahasan agar tetap sesuai dengan koridor aturan yang berlaku. Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan bahwa peran Banggar sangat strategis sebagai navigator dalam mengawal seluruh siklus anggaran. Ia menyebut dokumen rencana kerja 2026 yang dibahas merupakan "kompas" utama untuk mengarahkan langkah-langkah krusial, mulai dari perencanaan, pembahasan, hingga evaluasi. "Kehadiran kita bukan sekadar rutinitas administratif. Banggar adalah badan strategis yang harus memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan tepat sasaran dan benar-benar selaras dengan kepentingan masyarakat Kaltim," tegas Hasan. Hasanuddin juga memberikan catatan serius mengenai kepatuhan terhadap timeline anggaran yang mengacu pada PP No. 12 Tahun 2019 dan Permendagri No. 86 Tahun 2017. Beberapa poin krusial yang ia soroti antara lain, terkait penyampaian rancangan KUA-PPAS yang diharapkan tuntas di tingkat TAPD pada akhir Juni agar tidak terjadi penumpukan agenda di bulan berikutnya. Kemudian persetujuan bersama APBD 2027 dipatok paling lambat 30 November 2026. Lebih lanjut Ia mengingatkan adanya sanksi administratif berupa tidak dibayarkannya hak keuangan selama 6 bulan jika terjadi keterlambatan persetujuan, sesuai amanat pasal 312 UU 23/2014. Terkait momentum pada bulan Maret ini, Hasan meminta adanya sinkronisasi tajam pada Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD ke dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Verifikasi ketat sangat diperlukan untuk memastikan usulan anggota dewan selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). "Verifikasi Pokir harus dilakukan secara ketat demi memastikan kesesuaian dengan RKPD. Hal ini penting guna menjamin akuntabilitas serta memastikan tidak ada program yang muncul di luar perencanaan (unplanned programs)atau usulan yang tidak terakomodasi dalam sistem saat pembahasan berlangsung," pungkasnya. Rapat internal Banggar ini menjadi fondasi penting bagi DPRD Kaltim dalam menjalankan fungsi anggaran secara disiplin dan transparan. Dengan jadwal kerja yang telah disusun secara sistematis, diharapkan pembahasan APBD ke depan dapat berjalan tanpa hambatan administratif. DPRD Kaltim berharap sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif dapat terus terjaga, sehingga program pembangunan yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat Kalimantan Timur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan daerah Benua Etam. (Hms11)