Yusuf Mustafa Hadiri Acara Kaltim Berzakat

Senin, 23 Februari 2026 19
ZAKAT : Anggota DPRD Kaltim Yusuf Mustafa ketika hadir pada acara Katim Berzakat 2026
SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim Yusuf Mustafa menghadiri Acara Kaltim Berzakat 2026 di Ruang Olah Bebaya Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Baznas Kaltim tampak dihadiri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Ketua Baznas Kaltim H. Ahmad Nabhan, Ketua MUI Kaltim KH. Muhammad Rasyid, Forkopimda Kaltim, kepala perangkat daerah Kaltim, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, BUMD, dan muzakki.
Yusuf Mustafa menyampaikan apresiasi dengan digelarnya kegiatan pengumpulan zakat, infaq dan sodakoh oleh Baznas Kaltim.
Hal ini dinilainya sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim dalam sektor pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dakwah dan lain sebagainya.
“Saya harap penerimaan zakat dari tahun ke tahun bisa semakin meningkat,” ujar Yusuf Mustafa yang hadir mewakili Ketua DPRD Kaltim.
Sementara, H. Ahmad Nabhan dalam laporannya menyebutkan bahwa pada Juli 2025 Baznas Kaltim menerima Rp 900 juta per bulan dan pada akhir tahun antara November-Desember mencapai Rp1,3 miliar per bulan.
Kegiatan diisi dengan penyerahan zakat secara simbolis yang diawali oleh Bankaltimtara dan Perusda MMP. (hms8)
TULIS KOMENTAR ANDA
Tinjau Titik Longsor Jalan Poros Sanga-Sanga – Dondang Komisi III Tegaskan Pembangunan Turap dan Badan Jalan, serta Evaluasi Rekonstruksi Jalan Strategis
Berita Utama 12 Mei 2026
0
Komisi III DPRD Kalimantan Timur yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III, Akhmed Reza Fachlevi, didampingi Anggota Komisi III, Sugiyono, dan Sayid Muziburrachman melaksanakan peninjauan titik longsor jalan poros Sanga-Sanga - Dondang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (12/5/2026). Peninjauan ini turut melibatkan Dinas PUPR/PERA Kaltim sebagai mitra teknis untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan.   Dalam keterangannya, Akhmed Reza Fachlevi menegaskan bahwa tahun ini akan dilakukan pembangunan turap dan perbaikan badan jalan di lokasi longsor. Langkah ini dianggap mendesak karena jalur tersebut merupakan akses vital mobilitas warga dan distribusi logistik sehingga penanganan tidak boleh ditunda.    “Kondisi ini mendesak, karena jika dibiarkan akan mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.   Peninjauan ini tidak hanya sekadar melihat kondisi fisik jalan, tetapi juga mengungkap potensi ancaman keselamatan yang selama ini dirasakan masyarakat. Titik longsor di poros Sanga-Sanga – Dondang dinilai sebagai bom waktu yang bisa menelan korban jika tidak segera ditangani.     Politikus Gerindra itu, menekankan bahwa pembangunan turap bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi keselamatan publik. "Jalan poros ini adalah nadi transportasi Kukar, menghubungkan kawasan industri, permukiman, dan jalur distribusi logistik. Jika akses ini terganggu, dampaknya akan meluas hingga ke sektor ekonomi daerah," tegasnya.     Komisi III juga melakukan monitoring langsung terhadap pekerjaan rekonstruksi jalan Dondang – Samboja segmen 3 dan 4. Dari hasil pemantauan, proyek tersebut telah rampung pada akhir 2025 sesuai target.    Akhmed Reza Fachlevi menilai penyelesaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur strategis, namun tetap perlu evaluasi kualitas agar hasilnya berkelanjutan.   “Kami ingin memastikan bahwa jalan yang sudah selesai benar-benar sesuai standar teknis, tidak sekadar rampung di atas kertas. Infrastruktur harus tahan lama dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Akhmed Reza Fachlevi saat ditemui di lokasi peninjauan. (hms)