Uji Petik Pansus LKPJ di Balikpapan

Minggu, 13 April 2025 1107
Pansus LKPJ saat melakukan kunjungan di sejumlah pembangunan di Balikapan, Kamis (10/04/2025).
BALIKPAPAN. DPRD Provinsi Kalimantan Timur, melalui Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2024 melakukan uji petik
lapangan di Balikpapan pada Kamis (10/04/2025) lalu.

Terdapat lima titik pembangunan yang ditinjau pansus pada uji petik kali ini, yakni Pembangunan Gedung Jantung di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Drainase, Rehabilitasi Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Agung, Lanjutan Pembangunan Gedung Galeri UMKM, dan Pembangunan Gedung Serbaguna SMKN 1 Balikpapan.

Kunjungan pansus dipimpin Ketua Pansus LKPJ, Agus Swandi, dengan dihadiri Wakil Ketua Pansus Agus Aras, dan sejumlah anggota pansus yakni, Fadly Imawan, Firnadi Ikhsan, Damayanti, Sugiyono,
serta didampingi tenaga ahli pansus dan staf pansus.

Diterangkan Agus, sapaan akrabnya, kunjungan ini dalam rangka peninjauan lapangan terhadap pelaksanaan APBD 2024 dan melihat langsung bagaimana realisasinya.

“Pertama itu, Rumah Sakit Kanujoso, kita melihat pembangunan Gedung Rumah Sakit Jantung. Ya, prospeknya bagus, dan realisasinya menurut kita sudah sesuai dan cukup bagus,” ujarnya.

Dari fisik bangunan kata dia, gedung tersebut sudah tampak berdiri. Hanya saja, beberapa fasilitasi pendukung belum tersedia seperti air.

“Untuk operasionalnya, nanti akan kita lihat seperti apa, karena gedung ini belum diserahterimakan ke pihak rumah sakit,” bebernya. Hal teknis lainya lanjut Agus, akan diserahkan kepada Komisi DPRD Kaltim yang membidangi untuk melakukan pendalaman.

“Supaya jangan sampai, waktu serahterima ada yang bocor atau tidak sesuai,” jelas Agus.

Selain itu, ia mendukung penuh upaya pemerintah menjadikan RSUD Kanujoso menjadi rumah sakit yang bertaraf internasional.

“Ya, memang kalau kita melihat dari perkembangannya, dan rencana untuk menjadi rumah sakit yang bertaraf internasional cukup bagus dengan luasan mencapai 23 hektar, dan kita berharap memang untuk RSUD Kanujoso ini ada treatment khusus,” sebut Politisi Gerindra ini.

Untuk pembangunan Drainase, dari hasil peninjauan dan pengakuan masyarakat setempat bahwa keberadaan Drainase dinilai cukup banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita akan tambah lagi untuk pembangunan 2025, sehingga pembangunan Drainase ini bisa diselesaikan. Terpenting ialah Drainase ini harus dilakukan pemeliharaan dengan baik,” sebut Agus. Pansus juga meninjau lanjutan pembangunan Gedung Galeri UMKM yang terletak di Jalan Marsma R Iswahyudi, RT 09, Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan. Menurut Agus pembangunan gedung ini dinilai kurang tepat.

“Kalau untuk UMKM itu, harusnya bukan di situ, bisa kita menggunakan bandara, pelabuhan atau terminal dan lain sebagainya. Apalagi nanti itu ditambah anggarannya, kalau sudah beroperasi, tentu akan membebani anggaran,” sebut dia.

“Ya, kita sangat kecewa. Maka itu, anggaran itu seharusnya tepat sasaran,” sambung Agus. Dihari yang sama, Pansus juga melakukan peninjauan Rehabilitasi TMP Dharma Agung dan Pembangunan Gedung Serba Guna SKMN 1 Balikpapan. (adv/hms6)
TULIS KOMENTAR ANDA
Tinjau Titik Longsor Jalan Poros Sanga-Sanga – Dondang Komisi III Tegaskan Pembangunan Turap dan Badan Jalan, serta Evaluasi Rekonstruksi Jalan Strategis
Berita Utama 12 Mei 2026
0
Komisi III DPRD Kalimantan Timur yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III, Akhmed Reza Fachlevi, didampingi Anggota Komisi III, Sugiyono, dan Sayid Muziburrachman melaksanakan peninjauan titik longsor jalan poros Sanga-Sanga - Dondang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (12/5/2026). Peninjauan ini turut melibatkan Dinas PUPR/PERA Kaltim sebagai mitra teknis untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan.   Dalam keterangannya, Akhmed Reza Fachlevi menegaskan bahwa tahun ini akan dilakukan pembangunan turap dan perbaikan badan jalan di lokasi longsor. Langkah ini dianggap mendesak karena jalur tersebut merupakan akses vital mobilitas warga dan distribusi logistik sehingga penanganan tidak boleh ditunda.    “Kondisi ini mendesak, karena jika dibiarkan akan mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.   Peninjauan ini tidak hanya sekadar melihat kondisi fisik jalan, tetapi juga mengungkap potensi ancaman keselamatan yang selama ini dirasakan masyarakat. Titik longsor di poros Sanga-Sanga – Dondang dinilai sebagai bom waktu yang bisa menelan korban jika tidak segera ditangani.     Politikus Gerindra itu, menekankan bahwa pembangunan turap bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi keselamatan publik. "Jalan poros ini adalah nadi transportasi Kukar, menghubungkan kawasan industri, permukiman, dan jalur distribusi logistik. Jika akses ini terganggu, dampaknya akan meluas hingga ke sektor ekonomi daerah," tegasnya.     Komisi III juga melakukan monitoring langsung terhadap pekerjaan rekonstruksi jalan Dondang – Samboja segmen 3 dan 4. Dari hasil pemantauan, proyek tersebut telah rampung pada akhir 2025 sesuai target.    Akhmed Reza Fachlevi menilai penyelesaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur strategis, namun tetap perlu evaluasi kualitas agar hasilnya berkelanjutan.   “Kami ingin memastikan bahwa jalan yang sudah selesai benar-benar sesuai standar teknis, tidak sekadar rampung di atas kertas. Infrastruktur harus tahan lama dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Akhmed Reza Fachlevi saat ditemui di lokasi peninjauan. (hms)