Sinergi RKPD Tahun Anggaran 2027, DPRD Kaltim Hadiri Musrenbang Kecamatan Tenggarong

Kamis, 5 Februari 2026 30
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi dan Sarkowi V. Zahry, turut hadir dalam Musrenbang tingkat Kecamatan Tenggarong
KUTAI KARTANEGARA – Upaya menyelaraskan program pembangunan daerah terus diperkuat. Salah satunya melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi dan Sarkowi V. Zahry, turut hadir dalam Musrenbang tingkat Kecamatan Tenggarong ini, pada Kamis (5/2/2026).

Kegiatan yang digelar di Gedung BPU Kantor Camat Tenggarong tersebut mengusung tema “Pemerataan Transformasi Pembangunan Berbasis Kewilayahan” untuk Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2027. Acara ini dibuka secara resmi oleh Camat Tenggarong, Sukono, dan dihadiri oleh jajaran tokoh masyarakat serta perwakilan desa/kelurahan.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menyatakan dukungannya terhadap 1.400 usulan yang masuk dan berkomitmen mengawalnya agar mendapatkan porsi dalam APBD Provinsi Kaltim. Ia menjelaskan bahwa prioritas akan diarahkan pada peningkatan konektivitas jalan provinsi, mulai dari jalur Tenggarong, Bukit Biru, Jahab, hingga ke wilayah Kutai Barat. "Kami dari DPRD Provinsi Kaltim sangat mengapresiasi terkait dengan kegiatan Musrenbang kita hari ini. Terdapat 1.400 usulan, usulan-usulan yang memang menjadi ranahnya provinsi, pasti akan kita cover melalui APBD Provinsi Kaltim." ucap Reza.

Legislator fraksi Gerindra ini juga menyoroti perlunya perbaikan drainase dan peningkatan utilitas lingkungan melalui pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di kawasan pemukiman. "Kami di Komisi III berkomitmen memastikan usulan masyarakat terkait infrastruktur, terutama akses jalan dan drainase di wilayah Tenggarong, masuk dalam skala prioritas. Transformasi berbasis kewilayahan tidak akan terwujud tanpa konektivitas yang mumpuni. Kita ingin di 2027, tidak ada lagi ketimpangan pembangunan antar-kelurahan," ujar tegas.

Sementara dari sektor ekonomi, Reza mendorong masyarakat untuk mengusulkan program ketahanan pangan, khususnya di bidang peternakan seperti penggemukan sapi serta pembibitan kambing dan ayam petelur melalui dinas terkait di provinsi. Ia pun menambahkan bahwa bantuan sosial seperti sarana prasarana pendidikan untuk SMA/SMK dan SLB, serta program pemberdayaan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bagi warga kurang mampu, akan terus dikawal keberlanjutannya.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V. Zahry, menekankan bahwa transformasi pembangunan tidak boleh hanya terpaku pada pembangunan fisik semata, melainkan harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara luas. "Musrenbang ini menjadi sangat penting karena di sinilah kita menyelaraskan antara keinginan dan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Kita ingin memastikan bahwa transformasi pembangunan ini benar-benar berbasis pada kewilayahan dan menyentuh kebutuhan riil di tingkat bawah." ucap Sarkowi.

Sarkowi menjelaskan bahwa penguatan sektor pendidikan dan layanan kesehatan primer di tingkat kecamatan harus menjadi prioritas utama guna mencetak sumber daya manusia yang unggul. Selain itu, ia juga menaruh perhatian serius pada masalah lingkungan, terutama upaya penanganan banjir yang masih sering dikeluhkan oleh warga di beberapa titik wilayah Tenggarong.

Lebih lanjut, Sarkowi mengajak jajaran pemerintah kecamatan untuk lebih proaktif dalam melakukan sinkronisasi data usulan. Hal ini dinilai penting agar program-program yang diusulkan dapat tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih anggaran antara pemerintah kabupaten dan provinsi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Tenggarong. "Masalah banjir masih menjadi keluhan yang sering kami terima. Oleh karena itu, sinergi antara usulan di tingkat kecamatan dengan perencanaan di tingkat provinsi harus benar-benar matang. Jangan sampai ada tumpang tindih anggaran, sehingga setiap rupiah yang kita keluarkan benar-benar efektif menyelesaikan masalah masyarakat." pungkasnya. (hms11)
TULIS KOMENTAR ANDA
Komisi III DPRD Kaltim Dorong Prioritas Program Dinas Perhubungan Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan Fiskal
Berita Utama 16 April 2026
0
SAMARINDA - Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur menggelar rapat kerja bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka membahas pelaksanaan kegiatan tahun anggaran berjalan serta rencana kerja Tahun 2027, bertempat di Gedung D Lantai III, Kantor DPRD Kaltim pada Kamis, (16/4/2026). Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, didampingi Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Reza Fachlevi, serta Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sayid Muziburrachman, Sugiono, dan Jahidin. Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, Yuslindo, bersama jajaran, termasuk Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Heru Santosa. Fokus pembahasan diarahkan pada pelaksanaan program tahun berjalan dan rencana kerja tahun 2027, khususnya pembangunan infrastruktur strategis di sektor kepelabuhanan, terminal, keselamatan lalu lintas, serta penerangan jalan umum. Keterbatasan fiskal menjadi tantangan sehingga program harus dijalankan secara selektif melalui skala prioritas.   Komisi III menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan baru dan pemeliharaan fasilitas yang ada, termasuk rambu lalu lintas, penerangan jalan, serta optimalisasi jembatan timbang. Persoalan kendaraan over dimension over loading (ODOL) juga menjadi perhatian serius untuk menjaga kualitas jalan provinsi.