DPRD Kaltim Apresiasi Peluncuran “Gerbang Nusantara” PPU, Identitas Baru Penyangga IKN, Simbol Semangat Menuju Indonesia Emas

Rabu, 17 September 2025 94
Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Muin hadir mewakili pimpinan DPRD Kaltim dalam peluncuran logo dan tagline “Gerbang Nusantara” Kabupaten PPU, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan identitas daerah penyangga IKN, Rabu (17/9/2025).

PPU— Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi meluncurkan logo dan tagline city branding bertajuk “Gerbang Nusantara” sebagai penegasan identitas daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Rabu (17/9/2025) lalu.

Peluncuran ini berlangsung di Kampus Gunadarma, PPU, dan dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, serta berbagai unsur pemerintahan, termasuk DPRD Kaltim yang menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah strategis tersebut.

Hadir mewakili Pimpinan DPRD Kaltim, Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Muin menegaskan bahwa city branding “Gerbang Nusantara” merupakan simbol semangat baru masyarakat PPU dalam menyambut transformasi nasional menuju Indonesia Emas 2045. “Kami di DPRD Kaltim melihat ini bukan sekadar peluncuran logo, tapi pernyataan jati diri daerah yang siap menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa,” ujarnya.

DPRD Kaltim memandang, city branding ini sebagai langkah awal yang harus diikuti dengan kebijakan pembangunan yang berpihak pada masyarakat. 

Melalui fungsi pengawasan dan kemitraan, DPRD Kaltim berkomitmen untuk memastikan bahwa semangat “Gerbang Nusantara” benar-benar terwujud dalam program nyata, mulai dari penguatan ekonomi lokal, pelestarian budaya, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Gerbang Nusantara tidak hanya menjadi pintu terbuka bagi kolaborasi, investasi, dan kemajuan. Tapi juga menjadi pintu yang kokoh menjaga nilai-nilai lokal dan kesejahteraan masyarakat. DPRD Kaltim akan terus mengawal agar semangat ini tidak berhenti di atas panggung, tapi hidup dalam kebijakan dan pelayanan publik,” tegas Muin, sapaan akrabnya.

Sebagai daerah yang sebagian besar wilayahnya masuk dalam kawasan IKN, PPU memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. DPRD Kaltim menilai bahwa penguatan identitas daerah melalui city branding adalah langkah penting untuk memastikan bahwa masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam proses transformasi. “Kami ingin masyarakat PPU merasa memiliki peran dan ruang dalam pembangunan IKN. DPRD Kaltim siap mendorong kebijakan yang berbasis pada aspirasi lokal,” jelas Politisi Gerindra ini.

Sementara itu, Bupati PPU Mudyat Noor dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran ini lahir dari semangat bersama untuk menegaskan jati diri daerah. Ia menyebut bahwa PPU kini berdiri di garda depan peradaban Indonesia, bukan lagi di pinggiran sejarah. “Gerbang Nusantara adalah simbol peradaban, pintu yang terbuka sekaligus pintu yang menjaga,” pungkasnya. (adv/hms6)
TULIS KOMENTAR ANDA
Komisi III DPRD Kaltim Dorong Prioritas Program Dinas Perhubungan Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan Fiskal
Berita Utama 16 April 2026
0
SAMARINDA - Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur menggelar rapat kerja bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka membahas pelaksanaan kegiatan tahun anggaran berjalan serta rencana kerja Tahun 2027, bertempat di Gedung D Lantai III, Kantor DPRD Kaltim pada Kamis, (16/4/2026). Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, didampingi Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Reza Fachlevi, serta Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sayid Muziburrachman, Sugiono, dan Jahidin. Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, Yuslindo, bersama jajaran, termasuk Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Heru Santosa. Fokus pembahasan diarahkan pada pelaksanaan program tahun berjalan dan rencana kerja tahun 2027, khususnya pembangunan infrastruktur strategis di sektor kepelabuhanan, terminal, keselamatan lalu lintas, serta penerangan jalan umum. Keterbatasan fiskal menjadi tantangan sehingga program harus dijalankan secara selektif melalui skala prioritas.   Komisi III menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan baru dan pemeliharaan fasilitas yang ada, termasuk rambu lalu lintas, penerangan jalan, serta optimalisasi jembatan timbang. Persoalan kendaraan over dimension over loading (ODOL) juga menjadi perhatian serius untuk menjaga kualitas jalan provinsi.