SAMARINDA – Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 menggelar rapat internal, Senin (09/02) dengan agenda difokuskan pada penyelarasan program kedewanan agar tetap efektif dan sesuai regulasi.
Rapat dibuka oleh Ketua Pansus Fuad Fakhruddin dan dipimpin Wakil Ketua Pansus Sigit Wibowo, serta dihadiri anggota Pansus di antaranya Sayid Muziburrachman, Abdul Giaz, Abdul Rakhman Bolong, Safuad, Fadly Imawan, dan Hartono Basuki. Kegiatan ini juga menghadirkan unsur sekretariat yang diwakili Hardiyanto selaku Kepala Bagian Umum dan Keuangan, tenaga ahli, serta jajaran pendukung.
Wakil Ketua Pansus Sigit Wibowo menegaskan bahwa kehadiran sekretariat dalam setiap pembahasan menjadi hal penting untuk memastikan kesiapan administrasi dan kesesuaian regulasi dalam penyusunan rencana kerja DPRD. “Ini merupakan arahan pimpinan DPRD agar setiap pembahasan melibatkan sekretariat, sehingga apa yang kita rencanakan bisa berjalan selaras, aman secara regulasi, dan siap dilaksanakan,” ujarnya.
Pembahasan rapat difokuskan pada penyelarasan program dan penganggaran kegiatan kedewanan agar tetap efektif. Pansus menekankan bahwa kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus menjadi prioritas utama. “Kegiatan seperti reses, sosialisasi peraturan daerah, penguatan demokrasi daerah, dan dialog rakyat adalah wajah DPRD di tengah masyarakat. Ini yang harus kita jaga dan perkuat dalam Renja 2027,” ujar Sigit.
Tim ahli dalam kesempatan tersebut memaparkan proyeksi anggaran Sekretariat DPRD Kaltim Tahun 2027 berdasarkan Renstra 2025–2029, termasuk simulasi pelaksanaan kegiatan kedewanan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan Renja.
Ketua Pansus Fuad Fakhruddin berharap hasil pembahasan ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam penyusunan Renja DPRD Kaltim Tahun 2027. “Kami ingin Renja yang disusun benar-benar realistis, terukur, dan mampu mengakomodasi seluruh kegiatan kedewanan secara optimal, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya.(hms9)
Rapat dibuka oleh Ketua Pansus Fuad Fakhruddin dan dipimpin Wakil Ketua Pansus Sigit Wibowo, serta dihadiri anggota Pansus di antaranya Sayid Muziburrachman, Abdul Giaz, Abdul Rakhman Bolong, Safuad, Fadly Imawan, dan Hartono Basuki. Kegiatan ini juga menghadirkan unsur sekretariat yang diwakili Hardiyanto selaku Kepala Bagian Umum dan Keuangan, tenaga ahli, serta jajaran pendukung.
Wakil Ketua Pansus Sigit Wibowo menegaskan bahwa kehadiran sekretariat dalam setiap pembahasan menjadi hal penting untuk memastikan kesiapan administrasi dan kesesuaian regulasi dalam penyusunan rencana kerja DPRD. “Ini merupakan arahan pimpinan DPRD agar setiap pembahasan melibatkan sekretariat, sehingga apa yang kita rencanakan bisa berjalan selaras, aman secara regulasi, dan siap dilaksanakan,” ujarnya.
Pembahasan rapat difokuskan pada penyelarasan program dan penganggaran kegiatan kedewanan agar tetap efektif. Pansus menekankan bahwa kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus menjadi prioritas utama. “Kegiatan seperti reses, sosialisasi peraturan daerah, penguatan demokrasi daerah, dan dialog rakyat adalah wajah DPRD di tengah masyarakat. Ini yang harus kita jaga dan perkuat dalam Renja 2027,” ujar Sigit.
Tim ahli dalam kesempatan tersebut memaparkan proyeksi anggaran Sekretariat DPRD Kaltim Tahun 2027 berdasarkan Renstra 2025–2029, termasuk simulasi pelaksanaan kegiatan kedewanan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan Renja.
Ketua Pansus Fuad Fakhruddin berharap hasil pembahasan ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam penyusunan Renja DPRD Kaltim Tahun 2027. “Kami ingin Renja yang disusun benar-benar realistis, terukur, dan mampu mengakomodasi seluruh kegiatan kedewanan secara optimal, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya.(hms9)