Peningkatkan PAD Dipengaruhi Banyak Faktor

Rabu, 8 Desember 2021 125
SAMARINDA. Anggota DPRD Kaltim Henry Pailan menuturkan bahwa peningkatan pendapatan asli daerah dapat dipengaruhi banyak faktor seperti misalnya alam dan pandemi covid-19, kendati demikian ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian pemerintahan dalam rangka meningkatkan PAD.

Ia menjelaskan seperti mendorong akses informasi yang luas bagi daerah ke Kementrian ESDM dalam rangka menjamin transparansi dan pertanggungjawaban data lifting yang lebih akurat sebagai dasar pembagian DBH Migas.

"Koordinasi dengan  pemerintah pusat terkait kebijakan penyaluran dana DBH Dana Reboisasi ke daerah agar dilakukan awal tahun  sehingga tidak mempengaruhi belanja daerah khususnya belanja kegiatan dana reboisasi," ujarnya.

Selain itu, hal yang perlu menjadi perhatian ialah optimalisasi hasil dari badan usaha milik daerah  agar memberikan kontribusi yang optimal kepada PAD dan target transfer ke kas daerah harus memenuhi dead line yang disepakati.

Upaya penyesuaian dividen dari perusda untuk pemerintahan provinsi melalui hasil evaluasi dan monitoring terhadap kinerja perusda yang tidak memberikan kontribusi positif, sehingga membantu peningkatan PAD provinsi.

Sedangkan bagi perusahaan yang selama ini memang sudah tidak menguntungkan dan cenderung membebani APBD agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal. (adv/hms4)
TULIS KOMENTAR ANDA
Hadiri Konwil XXII GKII Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Semangat Melayani
Berita Utama 19 Mei 2026
0
BALIKPAPAN – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Wilayah (Konwil) XXII Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah Kalimantan Timur yang digelar di Swiss-BelHotel Balikpapan, Selasa (19/05). Dalam arahannya, Ekti menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi GKII Kaltim yang dinilai tidak hanya berperan sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, selama periode pelayanan 2021–2026, GKII Kaltim telah menghadirkan nilai-nilai kasih, menjaga kohesi sosial, serta membangun karakter masyarakat di tengah keberagaman Kaltim. Dengan mengusung tema Growing Together yang diambil dari Efesus 4:15–16, Ekti menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan pertumbuhan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia menyebut, tema tersebut menggambarkan model kepemimpinan yang tidak berpusat pada satu figur, melainkan mendorong setiap individu untuk bertumbuh, saling mendukung, dan berkontribusi demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. “Melalui Konwil XXII ini, saya berharap GKII Kaltim dapat melahirkan pribadi-pribadi pelayanan yang memiliki visi kuat, rendah hati, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjaga semangat melayani. Semangat Growing Together jangan hanya menjadi tema konferensi, tetapi harus diwujudkan dalam kebersamaan, pelayanan, dan setiap pengambilan keputusan demi kemajuan Kaltim,” ujar Ekti Imanuel. Menutup sambutannya, Ekti mengajak seluruh peserta Konwil untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat kepemimpinan yang berkarakter, dan menghadirkan pengaruh positif bagi masyarakat luas.(hms9)