Sinergi Pengembangan Wisata Pesisir DPRD Kaltim Dukung Optimalisasi Biduk-Biduk sebagai Tourism Belt Unggulan

Selasa, 15 Juli 2025 121
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji, didampingi Anggota DPRD Kaltim, berpose di tepi Danau Labuan Cermin, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Selasa (15/7/2025).
BERAU – Kunjungan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji ke Pulau Kaniungan dan Danau Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-Biduk, Selasa (15/7), menjadi momen strategis dalam memperkuat sektor pariwisata pesisir.

Didampingi Anggota DPRD Kaltim Apansyah, Husin Djufrie, dan Syarifatul Sya’diah, serta sejumlah pejabat dan tokoh, kunjungan tersebut membuka babak baru dalam pengembangan destinasi wisata kelas dunia di Kabupaten Berau. Disampaikan, Apansyah, kunjungan orang nomor satu di Benua Etam tersebut sebagai sinyal kuat bahwa Biduk-Biduk memiliki daya tarik wisata kelas dunia yang layak mendapat perhatian lebih besar dari seluruh pemangku kepentingan.

“Labuan Cermin dan Kaniungan bukan hanya destinasi indah, tapi juga simbol potensi ekonomi dan budaya yang harus kita kelola secara berkelanjutan,” kata Apansyah usai bersama-sama mengunjungi kedua destinasi tersebut.

Ia menerangkan, bahwa kawasan Biduk-Biduk memiliki ekosistem wisata yang saling melengkapi, dari danau dua rasa Labuan Cermin, pesona bawah laut Kaniungan, hingga pantai dan hutan tropis yang masih alami.

Kunjungan Gubernur tambah dia, menjadi validasi bahwa kawasan ini siap dikembangkan sebagai tourism belt unggulan Kalimantan Timur. Senada, Koleganya di DPRD Kaltim, Husin Djufrie, menegaskan pentingnya pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu dan berkelanjutan. Menurutnya, wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama di sektor pariwisata dan perikanan.

“Jika dikelola dengan baik, sektor-sektor ini bisa mendatangkan pendapatan signifikan bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Agar seluruh upaya pengembangan wisata dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, pria yang akrab disapa Husin ini menekankan pentingnya regulasi yang terstruktur dan jelas guna menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong partisipasi aktif masyarakat lokal. Ia menyebut, pengelolaan pariwisata pesisir tidak cukup hanya dengan investasi dan promosi, tetapi harus menyertakan masyarakat sebagai subjek pembangunan.

“Masyarakat lokal harus dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan destinasi wisata. Mereka adalah pihak yang paling memahami karakter wilayahnya, sekaligus memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan aktivitas ekonomi,” tegas Husin.

DPRD lanjut Husin, mendukung penuh komitmen Pemprov Kaltim yang tertuang dalam RPJMD untuk membenahi infrastruktur wisata, termasuk akses jalan, penginapan, dan fasilitas kebersihan.

“Infrastruktur dasar seperti akses jalan, penginapan yang representatif, dan fasilitas kebersihan harus segera dibenahi. Ini adalah pondasi utama agar wisatawan merasa nyaman dan destinasi kita mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” bebernya.

Karenanya, DPRD Kaltim mendorong strategi promosi yang lebih agresif dan terarah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Promosi yang efektif, menurut Husin, harus dikemas dengan narasi lokal yang kuat dan didukung oleh kolaborasi lintas sektor.

“Dengan pendekatan yang terintegrasi antara pembangunan fisik dan penguatan citra destinasi, kita yakin, Biduk-Biduk sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya dikenal, tetapi juga dikunjungi secara berkelanjutan,” pungkasnya. (hms6)
TULIS KOMENTAR ANDA
Komisi III DPRD Kaltim Dorong Prioritas Program Dinas Perhubungan Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan Fiskal
Berita Utama 16 April 2026
0
SAMARINDA - Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur menggelar rapat kerja bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka membahas pelaksanaan kegiatan tahun anggaran berjalan serta rencana kerja Tahun 2027, bertempat di Gedung D Lantai III, Kantor DPRD Kaltim pada Kamis, (16/4/2026). Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, didampingi Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Reza Fachlevi, serta Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sayid Muziburrachman, Sugiono, dan Jahidin. Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, Yuslindo, bersama jajaran, termasuk Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Heru Santosa. Fokus pembahasan diarahkan pada pelaksanaan program tahun berjalan dan rencana kerja tahun 2027, khususnya pembangunan infrastruktur strategis di sektor kepelabuhanan, terminal, keselamatan lalu lintas, serta penerangan jalan umum. Keterbatasan fiskal menjadi tantangan sehingga program harus dijalankan secara selektif melalui skala prioritas.   Komisi III menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan baru dan pemeliharaan fasilitas yang ada, termasuk rambu lalu lintas, penerangan jalan, serta optimalisasi jembatan timbang. Persoalan kendaraan over dimension over loading (ODOL) juga menjadi perhatian serius untuk menjaga kualitas jalan provinsi.