Hasil Pencarian ""
SAMARINDA – Mewakili Pimpinan DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Wakil Ketua Komisi II Sapto Setyo Pramono turut melepas keberangkatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kembali ke Jakarta melalui VIP Room Bandara APT Pranoto Samarinda, Kamis (29/1/2026). Kepulangan Kapolri Jenderal Listyo beserta Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto menandai berakhirnya rangkaian kunjungan kerja di Benua Etam, khususnya dalam agenda peresmian peremajaan (revamping) Pabrik Amoniak-2 milik PT Pupuk Kaltim di Bontang. Berlangsung dengan penuh kehormatan, penyambutan ini juga dihadiri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama jajaran pimpinan Polda Kaltim dan TNI. Kehadiran para tokoh ini mempertegas sinergi antar instansi dalam mengawal agenda strategis berskala nasional di Benua Etam. “Selamat jalan kepada Bapak Kapolri beserta rombongan. Terima kasih atas kehadirannya untuk meresmikan revamping Pabrik Amoniak-2 PT Pupuk Kaltim. Kehadiran beliau merupakan bentuk dukungan besar bagi kemajuan industri dan ketahanan ekonomi di wilayah kami. Semoga perjalanan kembali ke Jakarta lancar dan selamat sampai tujuan. Sampai jumpa kembali di Bumi Etam," ucap Sapto Setyo Pramono. Ditemui usai pengantaran, Sapto Setyo Pramono turut menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah pusat dan Polri dalam mengawal proyek strategis nasional di Kaltim. Ia menekankan bahwa langkah revamping pabrik ini bukan sekadar pembaruan infrastruktur, melainkan pilar penting bagi kedaulatan pangan nasional. "Kami di DPRD Kaltim sangat mendukung langkah efisiensi yang dilakukan Pupuk Kaltim. Dengan teknologi yang lebih modern, produksi amoniak akan lebih optimal namun tetap ramah lingkungan. Kehadiran Bapak Kapolri menunjukkan komitmen negara dalam memastikan stabilitas industri vital ini tetap terjaga," ujar Sapto. Sapto juga menambahkan bahwa sektor industri di Bontang dan daerah penyangga lainnya di Kaltim harus terus didorong agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Terutama tenaga lokal serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pabrik yang telah direvamping diharapkan mampu menekan konsumsi energi secara signifikan. Sapto menilai kehadiran jajaran petinggi Polri dan DPR RI memberikan sinyal positif bagi investor bahwa Kaltim adalah wilayah yang aman dan kondusif untuk pengembangan industri berat. "Semoga dengan peningkatan kapasitas produksi ini, distribusi pupuk untuk petani, khususnya di wilayah Kalimantan Timur, semakin lancar dan tepat sasaran guna mendukung swasembada pangan yang kita cita-citakan," pungkas Politisi Golkar tersebut. (hms11)
Selengkapnya
Dorong Sertifikasi Pelaut Lokal, Ketua DPRD Kaltim Hadiri Pembukaan Diklat Maritim di Kota Bangun
Berita Utama 26 Januari 2026
0
KUTAI KARTANEGARA – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menghadiri pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat untuk pelatihan Basic Safety Training (BST) dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK 60 Mil), di Yayasan Pondok Pesantren Syafa'atul Ikhwan Wad Da'wah, Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, pada Senin (26/1/26). Kehadiran tokoh nomor satu di parlemen Kaltim ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kompetensi masyarakat lokal di sektor maritim. Dalam kesempatan tersebut, Hasanuddin Mas’ud melakukan penyematan tanda peserta diklat secara simbolis sebagai tanda dimulainya pelatihan. Hasanuddin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini sebagai wujud nyata kerja sama yang erat antara Pemerintah Daerah dengan Politeknik Pelayaran Barombong dalam memberdayakan masyarakat lokal. Dalam sambutannya, Hasanuddin juga memberikan penegasan kuat agar masyarakat tidak lagi menjadi saksi bisu di tengah kekayaan sumber daya alam Benua Etam. "Pemerintah Daerah tidak ingin masyarakat kita menjadi penonton dalam pelaksanaan pembangunan. Kita lihat bahwa dengan adanya diklat pelayaran ini, kalau kita tidak ikut mengikuti perkembangan, kita hanya jadi penonton," tegas Hasanuddin. Ia juga memotivasi para peserta agar tidak berpuas diri hanya menjadi kru biasa, melainkan berani mengejar karier yang lebih tinggi di dunia maritim. "Ini bukan hanya menjadi kru biasa, ke depan mari bersama kita dorong sehingga ada tenaga lokal dari Kota Bangun ini menjadi perwira. Setidak-tidaknya menjadi Mualim 1 atau KKM, bahkan mudah-mudahan menjadi Kapten," lanjutnya dengan optimis. Legislator fraksi Golkar ini lebih lanjut menjabarkan bahwa kepemilikan sertifikasi resmi merupakan syarat mutlak bagi warga agar memiliki legalitas untuk bekerja secara profesional di atas kapal. Ia juga mengingatkan agar para peserta benar-benar menguasai ilmu keselamatan kerja yang diajarkan dalam BST, sehingga mereka memiliki kesiapan fisik dan mental saat menghadapi risiko kerja di perairan nasional maupun internasional. Program yang menargetkan total 1.000 peserta ini diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia yang handal. Hasanuddin berpesan agar kesempatan yang didanai murni oleh Poltekpel Barombong ini dimanfaatkan sebaik mungkin selama enam hari masa pelatihan guna menyerap ilmu praktis, bukan sekadar mengejar sertifikat kelulusan. (hms11)