Yenni Eviliana Hadiri Pertemuan Tahunan BI, Dorong Pemerataan Pembangunan di Kaltim

Jumat, 28 November 2025 66
Pertemuan Tahunan tingkat provinsi Bank Indonesia bertema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” pada Jumat (28/11/2025) malam di Aula Maratua, Gedung B Lt. 4 Kantor Perwakilan BI Kaltim.
SAMARINDA - Bank Indonesia (BI) kembali menyelenggarakan Pertemuan Tahunan tingkat provinsi, dan tahun ini giliran Kalimantan Timur menjadi tuan rumah. Mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, sebagai bagian dari penguatan kerja sama antara lembaga legislatif dan otoritas moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Acara yang berlangsung pada Jumat (28/11/2025) malam di Aula Maratua, Gedung B Lt. 4 Kantor Perwakilan BI Kaltim itu diwarnai optimisme Yenni terhadap prospek ekonomi daerah. Menurutnya, masuknya Kaltim sebagai salah satu dari 38 provinsi yang menjadi fokus pemantauan BI mencerminkan kepercayaan terhadap kemampuan fiskal dan kondisi ekonomi di wilayah tersebut.

“Semoga ke depan ekonomi dan fiskal kita semakin baik,” tutur Yenni setelah mendengarkan paparan dari perwakilan BI. Ia menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan BI dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Yenni menilai, pemantauan harga secara konsisten serta respon cepat dari BI dan pemerintah sangat penting agar gejolak harga tidak mengganggu ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Yenni juga menyoroti ketimpangan pembangunan antarwilayah di Kaltim, terutama kawasan pedalaman dan perbatasan yang sering terlewat dari perhatian publik dan laporan resmi. Ia berharap hasil pertemuan BI dapat mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk lebih fokus pada pemerataan infrastruktur, pendidikan, dan layanan dasar di daerah tertinggal.

“Saya ingin memastikan anggaran dan perhatian tidak hanya tertumpuk di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau desa-desa terpencil,” tegasnya. Ia menambahkan, sektor pertanian, perkebunan, serta ekonomi lokal harus mendapatkan dukungan agar pemerataan pembangunan dapat benar-benar terasa.

Tak hanya sektor ekonomi, Yenni turut menyinggung kebutuhan akses pendidikan dan transportasi yang masih menjadi persoalan di beberapa daerah. Ia menyampaikan tengah menindaklanjuti aspirasi masyarakat mengenai pembangunan jembatan gantung dan peningkatan akses jalan menuju kebun maupun sekolah. “Tahun depan direncanakan ada perbaikan jembatan gantung bagi petani. Semoga ada program lanjutan yang bisa memperkuat akses pendidikan dan mobilitas warga,” ujarnya.

Bagi Yenni, pertemuan tahunan BI di tingkat provinsi menjadi wadah penting untuk berdialog, mengevaluasi kondisi, dan merumuskan strategi dalam menghadapi dinamika global sekaligus memaksimalkan peluang ekonomi. Ia berharap hasil diskusi dalam forum ini dapat segera diwujudkan melalui kebijakan konkret di daerah.

Menutup sesi, Yenni mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi. “Mari kita manfaatkan momentum ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur,” serunya.
TULIS KOMENTAR ANDA
Hadiri Konwil XXII GKII Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Semangat Melayani
Berita Utama 19 Mei 2026
0
BALIKPAPAN – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Wilayah (Konwil) XXII Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah Kalimantan Timur yang digelar di Swiss-BelHotel Balikpapan, Selasa (19/05). Dalam arahannya, Ekti menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi GKII Kaltim yang dinilai tidak hanya berperan sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, selama periode pelayanan 2021–2026, GKII Kaltim telah menghadirkan nilai-nilai kasih, menjaga kohesi sosial, serta membangun karakter masyarakat di tengah keberagaman Kaltim. Dengan mengusung tema Growing Together yang diambil dari Efesus 4:15–16, Ekti menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan pertumbuhan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia menyebut, tema tersebut menggambarkan model kepemimpinan yang tidak berpusat pada satu figur, melainkan mendorong setiap individu untuk bertumbuh, saling mendukung, dan berkontribusi demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. “Melalui Konwil XXII ini, saya berharap GKII Kaltim dapat melahirkan pribadi-pribadi pelayanan yang memiliki visi kuat, rendah hati, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjaga semangat melayani. Semangat Growing Together jangan hanya menjadi tema konferensi, tetapi harus diwujudkan dalam kebersamaan, pelayanan, dan setiap pengambilan keputusan demi kemajuan Kaltim,” ujar Ekti Imanuel. Menutup sambutannya, Ekti mengajak seluruh peserta Konwil untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat kepemimpinan yang berkarakter, dan menghadirkan pengaruh positif bagi masyarakat luas.(hms9)