BALIKPAPAN – Komisi III DPRD Kaltim melakukan peninjauan atau monitoring arus mudik penumpang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Selasa (31/3/2026).
Komisi III yang dipimpin Abdulloh bersama Anggota Komisi III diantaranya Arfan, Baharuddin Muin, Apansyah, Husin Djufri, Sugiyono, Jahidin, Abdul Rahman Bolong, Muhammad Samsun, Sayid Muziburrahman, dan Subandi diterima langsung oleh General Manager PT Angkasa Pura Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan R Iwan Winaya Mahdar.
Abdulloh menyatakan bahwa kunjungan ini adalah untuk memonitoring segala fasilitas-fasilitas yang diberikan kepada para penumpang dan juga untuk memantau volume arus mudik maupun arus balik dan apakah ada kendala yang didapat di lapangan.
“ Kita ingin mengetahui apa saja fasilitas-fasilitas di bandara ini, baik itu fasilitas umum maupun fasilitas yang sifatnya privasi,” ujar Abdulloh.
Abdulloh juga menyatakan bahwa Komisi III ingin memastikan pelayanan dan infrastruktur bandara optimal menghadapi arus mudik lebaran 2026.
“Peninjauan ini menegaskan peran komisi terkait dalam mengawaai infrastruktur perhubungan di Kalimantan Timur agar berjalan lancar,” tegasnya.
Dari pantauan Komisi III melalui penjelasan pihak bandara, diketahui bahwa jumlah penumpang arus balik tercatat lebih tinggi dibandingkan arus jumlah arus mudik.
Total pergerakan penumpang sejak 13 hingga 30 Maret 2026 mencapai 290.892 orang, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Puncak arus mudik terjadi pada 14 Maret 2026 dengan 137 pergerakan pesawat dan 19.341 penumpang. Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada 28 Maret 2026 dengan 146 pergerakan pesawat dan 21.509 penumpang.
Secara keseluruhan, jumlah penumpang tahun ini mengalami peningkatan sebesar 0,8 persen dibandingkan periode Lebaran 1446 Hijriah pada April 2025.
Selama masa angkutan Lebaran, lima rute dengan pergerakan penumpang tertinggi yakni Jakarta, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan Tarakan. Rute-rute tersebut masih menjadi favorit karena konektivitas yang baik serta efisiensi waktu perjalanan.
Manajemen bandara ke depannya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini, termasuk pola pergerakan penumpang dan koordinasi antar instansi, sebagai persiapan menghadapi periode libur nasional berikutnya. (hms8)
Komisi III yang dipimpin Abdulloh bersama Anggota Komisi III diantaranya Arfan, Baharuddin Muin, Apansyah, Husin Djufri, Sugiyono, Jahidin, Abdul Rahman Bolong, Muhammad Samsun, Sayid Muziburrahman, dan Subandi diterima langsung oleh General Manager PT Angkasa Pura Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan R Iwan Winaya Mahdar.
Abdulloh menyatakan bahwa kunjungan ini adalah untuk memonitoring segala fasilitas-fasilitas yang diberikan kepada para penumpang dan juga untuk memantau volume arus mudik maupun arus balik dan apakah ada kendala yang didapat di lapangan.
“ Kita ingin mengetahui apa saja fasilitas-fasilitas di bandara ini, baik itu fasilitas umum maupun fasilitas yang sifatnya privasi,” ujar Abdulloh.
Abdulloh juga menyatakan bahwa Komisi III ingin memastikan pelayanan dan infrastruktur bandara optimal menghadapi arus mudik lebaran 2026.
“Peninjauan ini menegaskan peran komisi terkait dalam mengawaai infrastruktur perhubungan di Kalimantan Timur agar berjalan lancar,” tegasnya.
Dari pantauan Komisi III melalui penjelasan pihak bandara, diketahui bahwa jumlah penumpang arus balik tercatat lebih tinggi dibandingkan arus jumlah arus mudik.
Total pergerakan penumpang sejak 13 hingga 30 Maret 2026 mencapai 290.892 orang, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Puncak arus mudik terjadi pada 14 Maret 2026 dengan 137 pergerakan pesawat dan 19.341 penumpang. Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada 28 Maret 2026 dengan 146 pergerakan pesawat dan 21.509 penumpang.
Secara keseluruhan, jumlah penumpang tahun ini mengalami peningkatan sebesar 0,8 persen dibandingkan periode Lebaran 1446 Hijriah pada April 2025.
Selama masa angkutan Lebaran, lima rute dengan pergerakan penumpang tertinggi yakni Jakarta, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan Tarakan. Rute-rute tersebut masih menjadi favorit karena konektivitas yang baik serta efisiensi waktu perjalanan.
Manajemen bandara ke depannya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini, termasuk pola pergerakan penumpang dan koordinasi antar instansi, sebagai persiapan menghadapi periode libur nasional berikutnya. (hms8)