Komisi III DPRD Kaltim Dorong Tambahan Dana RSUD KDJ Balikpapan

Rabu, 11 Februari 2026 58
Komisi III DPRD Kalimantan Timur saat meninjau perkembangan pembangunan di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan
Balikpapan – Ketika kebutuhan layanan medis meningkat, ruang fiskal justru menyempit. Kondisi itu menjadi perhatian serius Komisi III DPRD Kalimantan Timur saat meninjau perkembangan pembangunan di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Rabu (11/2/2026).

Kunjungan kerja tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, bersama anggota dewan lainnya untuk memastikan kesiapan infrastruktur rumah sakit rujukan provinsi tersebut menghadapi tantangan pelayanan 2026. Dalam pertemuan yang juga dihadiri perwakilan Dinas PUPR-PERA, Dinas Kesehatan, serta Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kaltim, terungkap bahwa dukungan anggaran masih jauh dari kebutuhan riil.

Abdulloh menjelaskan, alokasi anggaran pembangunan dan rehabilitasi RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo dalam APBD 2026 hanya sekitar 10 persen dari total kebutuhan yang diajukan. Angka tersebut dinilai belum mampu menutup berbagai kebutuhan strategis, terutama peningkatan fasilitas penunjang medis. “Kami ingin memastikan kebutuhan riil di lapangan. Namun dari paparan yang kami terima, alokasi 2026 baru sekitar 10 persen. Padahal banyak fasilitas yang harus segera dibangun maupun direhabilitasi,” ungkap Abdulloh.

Salah satu prioritas yang disorot adalah pembangunan gedung bank darah. Tingginya angka kebutuhan transfusi darah, yang disebut bisa mencapai ratusan pasien per bulan, belum diimbangi dengan ketersediaan ruang dan fasilitas memadai. Selain itu, sejumlah bangunan lama juga dilaporkan mengalami kerusakan seperti kebocoran atap dan penurunan kualitas struktur bangunan. “Kami melihat kebutuhan gedung darah sangat mendesak. Kalau anggaran BLUD belum cukup, kami akan dorong agar bisa ditambah melalui APBD Perubahan atau skema pergeseran anggaran,” tegasnya.

Menurut Abdulloh, keterbatasan ini tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang berdampak pada postur APBD Provinsi Kalimantan Timur. Penyesuaian tersebut disebut mencapai sekitar Rp6,3 triliun, sehingga sejumlah sektor, termasuk kesehatan, ikut terdampak.

Meski demikian, Komisi III memastikan tidak akan tinggal diam. Mereka berkomitmen memperjuangkan tambahan anggaran demi menjamin keberlanjutan pelayanan kesehatan masyarakat. DPRD menilai sektor kesehatan merupakan layanan dasar yang tidak boleh terganggu oleh dinamika fiskal.

Kunjungan tersebut juga merupakan bagian dari agenda resmi Komisi III dalam rangka monitoring dan evaluasi infrastruktur strategis daerah. DPRD sebelumnya telah meminta dukungan pemerintah provinsi agar dinas terkait mendampingi kegiatan evaluasi tersebut guna merumuskan solusi konkret.

Abdulloh menegaskan, keberadaan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo sebagai rumah sakit rujukan utama di Balikpapan harus diperkuat dari sisi sarana dan prasarana. Menurutnya, peningkatan kualitas infrastruktur akan berdampak langsung pada mutu pelayanan kesehatan masyarakat Kalimantan Timur. “Kami akan perjuangkan tambahan anggaran, minimal di APBD Perubahan nanti ada penguatan untuk kebutuhan prioritas,” katanya.

Melalui langkah pengawasan ini, DPRD Kaltim berharap perencanaan pembangunan kesehatan tetap berjalan terarah dan tidak kehilangan fokus, sehingga masyarakat tetap memperoleh layanan optimal di tengah tantangan efisiensi anggaran.
TULIS KOMENTAR ANDA
Hadiri Konwil XXII GKII Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Semangat Melayani
Berita Utama 19 Mei 2026
0
BALIKPAPAN – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Wilayah (Konwil) XXII Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah Kalimantan Timur yang digelar di Swiss-BelHotel Balikpapan, Selasa (19/05). Dalam arahannya, Ekti menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi GKII Kaltim yang dinilai tidak hanya berperan sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, selama periode pelayanan 2021–2026, GKII Kaltim telah menghadirkan nilai-nilai kasih, menjaga kohesi sosial, serta membangun karakter masyarakat di tengah keberagaman Kaltim. Dengan mengusung tema Growing Together yang diambil dari Efesus 4:15–16, Ekti menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan pertumbuhan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia menyebut, tema tersebut menggambarkan model kepemimpinan yang tidak berpusat pada satu figur, melainkan mendorong setiap individu untuk bertumbuh, saling mendukung, dan berkontribusi demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. “Melalui Konwil XXII ini, saya berharap GKII Kaltim dapat melahirkan pribadi-pribadi pelayanan yang memiliki visi kuat, rendah hati, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjaga semangat melayani. Semangat Growing Together jangan hanya menjadi tema konferensi, tetapi harus diwujudkan dalam kebersamaan, pelayanan, dan setiap pengambilan keputusan demi kemajuan Kaltim,” ujar Ekti Imanuel. Menutup sambutannya, Ekti mengajak seluruh peserta Konwil untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat kepemimpinan yang berkarakter, dan menghadirkan pengaruh positif bagi masyarakat luas.(hms9)