FGD Penyusunan IDI Kaltim, DPRD Tekankan Sinergi Tingkatkan Kualitas Demokrasi

Kamis, 19 Februari 2026 74
Ketua Komisi I DPRD Prov. Kaltim, Selamat Ari Wibowo mengikuti kegiatan Focus Group Discussion
SAMARINDA - Ketua Komisi I DPRD Prov. Kaltim, Selamat Ari Wibowo mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk penyusunan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut diadakan di Ruang Rapat Bina Bangsa Badan Kesbangpol Prov. Kaltim, Samarinda, Kamis (19/02/2025).

Dalam acara yang dibuka langsung oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Prov. Kaltim, Ahmad Firdaus Kurniawan, turut hadir pula Kepala BPS Prov. Kaltim Mas’ud Rifai. Selain itu, peserta yang hadir dalam FGD ini berasal dari berbagai kalangan yang terkait langsung dengan indikator-indikator IDI meliputi Sekretariat DPRD, Perwakilan PTUN, Perwakilan OPD, Akademisi, Wartawan dan Jurnalis, Partai Politik, Aparat Keamanan, LSM, Organisasi Mahasiswa, Organisasi Masyarakat, serta Panitia dari BPS dan Bakesbangpol.

Dalam sambutannya, Ahmad Firdaus Kurniawan menjelaskan bahwa IDI merupakan program prioritas nasional yang menggunakan metode pengukuran baru. Pengukuran tersebut mencakup tiga aspek utama: aspek kebebasan, aspek kesetaraan, dan kapasitas lembaga demokrasi, yang dijabarkan ke dalam 24 indikator meliputi kinerja bidang politik, ekonomi, dan sosial.

Setelah acara selesai, Ketua Komisi I DPRD Prov. Kaltim, Selamat Ari Wibowo menegaskan pentingnya penguatan demokrasi di daerah melalui peningkatan partisipasi politik masyarakat, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta penguatan peran lembaga legislatif dan eksekutif. “Indeks Demokrasi Indonesia menjadi instrumen penting untuk mengukur kualitas demokrasi di daerah. Karena itu, diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong perbaikan di setiap indikator,” ujar Selamat.

Ia menekankan bahwa pengembangan IDI harus didukung kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik, peningkatan literasi politik masyarakat, serta penguatan peran masyarakat sipil dalam proses pengambilan keputusan. “Kami di DPRD sebagai lembaga pengawasan dan penganggaran mendukung penuh program ini. Gubernur menargetkan indeks demokrasi di Kalimantan Timur meningkat, namun indikator ini juga harus didukung sosialisasi intens kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurut Khalil, pendidikan politik kepada masyarakat terus dilakukan oleh pelaku politik melalui berbagai forum, seperti hearing dialog, reses, dan kegiatan sosialisasi lainnya. “Banyak pelaku politik yang turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pendidikan politik, termasuk melalui dialog dan reses,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya solusi konkret dari pemerintah provinsi melalui penguatan sumber daya manusia dan keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). “Bukan hanya Kesbangpol, tetapi juga Dinas Infokom, Baperida, dan Biro Hukum harus memaksimalkan peran untuk meningkatkan capaian indikator IDI,” pungkasnya. (hms7)
TULIS KOMENTAR ANDA
Hadiri Konwil XXII GKII Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Semangat Melayani
Berita Utama 19 Mei 2026
0
BALIKPAPAN – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Wilayah (Konwil) XXII Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah Kalimantan Timur yang digelar di Swiss-BelHotel Balikpapan, Selasa (19/05). Dalam arahannya, Ekti menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi GKII Kaltim yang dinilai tidak hanya berperan sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, selama periode pelayanan 2021–2026, GKII Kaltim telah menghadirkan nilai-nilai kasih, menjaga kohesi sosial, serta membangun karakter masyarakat di tengah keberagaman Kaltim. Dengan mengusung tema Growing Together yang diambil dari Efesus 4:15–16, Ekti menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan pertumbuhan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia menyebut, tema tersebut menggambarkan model kepemimpinan yang tidak berpusat pada satu figur, melainkan mendorong setiap individu untuk bertumbuh, saling mendukung, dan berkontribusi demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. “Melalui Konwil XXII ini, saya berharap GKII Kaltim dapat melahirkan pribadi-pribadi pelayanan yang memiliki visi kuat, rendah hati, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjaga semangat melayani. Semangat Growing Together jangan hanya menjadi tema konferensi, tetapi harus diwujudkan dalam kebersamaan, pelayanan, dan setiap pengambilan keputusan demi kemajuan Kaltim,” ujar Ekti Imanuel. Menutup sambutannya, Ekti mengajak seluruh peserta Konwil untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat kepemimpinan yang berkarakter, dan menghadirkan pengaruh positif bagi masyarakat luas.(hms9)