Dukung Penuh Antisipasi Ancaman Sosial, Hasanuddin Mas'ud Hadiri Rakor Forkopimda Bahas Ancaman Narkoba dan Radikalisme

Senin, 8 Desember 2025 46
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, dalam Rakor Forkopimda Kaltim di Gedung Mahakam Kantor Polda Kaltim Balikpapan
BALIKPAPAN. Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim yang digelar di Gedung Mahakam, Kantor Polda Kaltim, Balikpapan, Senin (8/12/25). Kehadiran Ketua DPRD Kaltim bersama unsur pimpinan daerah lainnya menunjukkan komitmen serius terhadap stabilitas daerah, terutama mengingat posisi Kaltim sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Menanggapi isu ancaman narkoba dan radikalisme, Hasanuddin Mas’ud menegaskan dukungan penuh legislatif terhadap langkah-langkah antisipasi ancaman sosial yang digagas Forkopimda.  "Kami dari legislatif menyambut baik dan siap mendukung komitmen Gubernur Kaltim. Ancaman narkoba ini adalah kejahatan luar biasa yang merusak fondasi masyarakat kita, dan stabilitas politik serta keamanan adalah pra-syarat mutlak bagi investasi di IKN dan Kaltim,” ujar Hamas sapaan akrab Hasanuddin Mas'ud. 

Hamas menegaskan bahwa dukungan ini harus terintegrasi dalam semua kebijakan daerah.
"Pencegahan narkoba dan penguatan literasi anti-radikalisme di Kaltim harus menjadi prioritas dalam semua program pembangunan. Kami siap mendukung langkah-langkah konkret yang melibatkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim dan program-program yang bersifat preventif di seluruh Perangkat Daerah. Jika perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama, maka semua sumber daya harus diarahkan ke sana," tegasnya.

Rakor bertema “Optimalisasi Peran Forkopimda dalam Menghadapi Ancaman Narkoba dan Radikalisme di Kalimantan Timur” ini dibuka langsung oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, selaku Ketua Forkopimda Kaltim.  Dalam arahannya, Rudy Mas’ud menekankan bahwa visi “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas” tidak akan tercapai tanpa kualitas sumber daya manusia (SDM) yang bersih dari ancaman narkoba. Ia meminta agar tidak ada ruang sedikit pun bagi jaringan narkotika untuk berkembang di Benua Etam dan menginstruksikan seluruh elemen masyarakat untuk menggelorakan war on drugs. 

Instruksi Gubernur mencakup beberapa poin, di antaranya memperkuat pengawasan seluruh pintu masuk ke Kaltim baik bandara, pelabuhan, dan perbatasan, serta menginstruksikan seluruh Perangkat Daerah untuk melakukan tes urine secara rutin. Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi berbasis keluarga, sekolah, dan komunitas, serta menjamin bahwa pelapor kasus penyalahgunaan narkoba tidak akan dipidana melainkan mendapat rehabilitasi. Lebih lanjut terkait radikalisme, Rudy Mas’ud meminta sinergi lintas sektor dan pemanfaatan kekuatan sosial masyarakat sebagai “intelijen sosial” untuk deteksi dini. 

Rakor ini turut diisi dengan penyampaian materi komprehensif dari instansi vertikal, yaitu Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, Brigjen Pol Rudi Hartono; Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kaltim, Endang Lintang Hardiman; dan Kasatgaswil Kaltim Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Dasuki Herlambang. Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi yang berfokus pada perumusan langkah-langkah konkret dan terpadu untuk menjaga Kaltim tetap aman dan kondusif.  (Hms11)

 
TULIS KOMENTAR ANDA
Hadiri Konwil XXII GKII Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Semangat Melayani
Berita Utama 19 Mei 2026
0
BALIKPAPAN – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Wilayah (Konwil) XXII Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah Kalimantan Timur yang digelar di Swiss-BelHotel Balikpapan, Selasa (19/05). Dalam arahannya, Ekti menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi GKII Kaltim yang dinilai tidak hanya berperan sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, selama periode pelayanan 2021–2026, GKII Kaltim telah menghadirkan nilai-nilai kasih, menjaga kohesi sosial, serta membangun karakter masyarakat di tengah keberagaman Kaltim. Dengan mengusung tema Growing Together yang diambil dari Efesus 4:15–16, Ekti menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan pertumbuhan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia menyebut, tema tersebut menggambarkan model kepemimpinan yang tidak berpusat pada satu figur, melainkan mendorong setiap individu untuk bertumbuh, saling mendukung, dan berkontribusi demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. “Melalui Konwil XXII ini, saya berharap GKII Kaltim dapat melahirkan pribadi-pribadi pelayanan yang memiliki visi kuat, rendah hati, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjaga semangat melayani. Semangat Growing Together jangan hanya menjadi tema konferensi, tetapi harus diwujudkan dalam kebersamaan, pelayanan, dan setiap pengambilan keputusan demi kemajuan Kaltim,” ujar Ekti Imanuel. Menutup sambutannya, Ekti mengajak seluruh peserta Konwil untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat kepemimpinan yang berkarakter, dan menghadirkan pengaruh positif bagi masyarakat luas.(hms9)