DPRD Kaltim dan Forum Aksi Rakyat Kaltim Tolak Pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH)

Selasa, 11 November 2025 125
RDP : DPRD Kaltim dan Forum Aksi Rakyat Kaltim Bahas Pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) di Ruang Rapat Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Selasa (11/11/2025).
SAMARINDA — DPRD Kalimantan Timur menegaskan sikap menolak kebijakan pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat karena dinilai mengancam stabilitas fiskal daerah dan memperlambat pembangunan. Sikap tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Forum Aksi Rakyat Kalimantan Timur (Fraksi Kaltim), Selasa (11/11/2025) di Gedung E DPRD Kaltim.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyatakan DPRD berdiri bersama masyarakat untuk memperjuangkan hak fiskal daerah.

“Kaltim harus menerima DBH sesuai amanat undang-undang tanpa pemotongan. Dampak pemangkasan sangat besar terhadap pembangunan dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

DPRD Kaltim bersama Fraksi Kaltim sepakat memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi serta melakukan langkah politik dan komunikasi dengan pemerintah pusat dan anggota DPR RI asal Kaltim untuk mendorong peninjauan ulang kebijakan tersebut.

Sebelumnya, berbagai organisasi masyarakat yang tergabung dalam Fraksi Kaltim menggelar aksi menolak pemangkasan DBH dan TPP/TKD. Mereka menilai kebijakan pemerintah pusat tidak sejalan dengan kontribusi besar Kaltim terhadap penerimaan negara, khususnya dari sektor batu bara dan migas.DPRD Kaltim memastikan akan terus mengawal aspirasi masyarakat dan memperjuangkan keadilan fiskal bagi daerah.

 
TULIS KOMENTAR ANDA
Hadiri Konwil XXII GKII Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Semangat Melayani
Berita Utama 19 Mei 2026
0
BALIKPAPAN – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Wilayah (Konwil) XXII Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah Kalimantan Timur yang digelar di Swiss-BelHotel Balikpapan, Selasa (19/05). Dalam arahannya, Ekti menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi GKII Kaltim yang dinilai tidak hanya berperan sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, selama periode pelayanan 2021–2026, GKII Kaltim telah menghadirkan nilai-nilai kasih, menjaga kohesi sosial, serta membangun karakter masyarakat di tengah keberagaman Kaltim. Dengan mengusung tema Growing Together yang diambil dari Efesus 4:15–16, Ekti menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan pertumbuhan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia menyebut, tema tersebut menggambarkan model kepemimpinan yang tidak berpusat pada satu figur, melainkan mendorong setiap individu untuk bertumbuh, saling mendukung, dan berkontribusi demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. “Melalui Konwil XXII ini, saya berharap GKII Kaltim dapat melahirkan pribadi-pribadi pelayanan yang memiliki visi kuat, rendah hati, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjaga semangat melayani. Semangat Growing Together jangan hanya menjadi tema konferensi, tetapi harus diwujudkan dalam kebersamaan, pelayanan, dan setiap pengambilan keputusan demi kemajuan Kaltim,” ujar Ekti Imanuel. Menutup sambutannya, Ekti mengajak seluruh peserta Konwil untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat kepemimpinan yang berkarakter, dan menghadirkan pengaruh positif bagi masyarakat luas.(hms9)