Sigit Wibowo : Sosialisasikan Nilai-Nilai Pancasila Kepada Generasi Muda

Kamis, 3 Juni 2021 463
HADIRI ACARA : Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo bersama unsur Forkopimda saat menghadiri acara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 diruang Ruhui Rahayu kantor Gubernur Kaltim, Selasa (1/6).
SAMARINDA. Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo bersama unsur Forkopimda menghadiri acara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Jakarta yang digelar secara virtual diruang Ruhui Rahayu kantor Gubernur Kaltim, Selasa (1/6).

Sigit mengatakan bahwa Pancasila selain sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia juga merupakan suatu falsafah yang harus diyakini dengan sepenuh hati sebagai suatu landasan untuk kemaslahatan hidup.

“Pancasila merupakan suatu keniscayaan yang melekat dengan keadaan rakyat Indonesia yang multikultural,” kata Sigit saat diwawancara usai acara.

Ia mengungkapkan terkait dengan realitas bangsa Indonesia saat ini, yang mana sektor pendidikan Pancasila sangat penting. Perlunya disosialisasikan kepada generasi muda terutama pelajar mengenai nilai-nilai dari Pancasila itu sendiri.

“Saat ini generasi muda kita sudah banyak yang kehilangan jati diri terhadap nilai-nilai Pancasila. Sekarang anak-anak kita lebih paham terhadap digitalisasi, medsos, dan game online, tetapi terkait dengan sejarah bangsa, kemudian dengan pengamalan Pancasila itu sangat berkurang sekali,” ujar Sigit.

Menurutnya, dalam momentum ceremony ini, kita harus memantapkan kembali terutama dalam sektor pendidikan bagi generasi muda, untuk lebih memberikan pemahaman yang lebih baik lagi.

“Kita perlu galakkan sosialisasi dari Pancasila termasuk butir-butirnya kepada generasi muda. Termasuk gaya hidup agar bisa selaras dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” tandasnya. (adv/hms8)
TULIS KOMENTAR ANDA
PRD Kaltim Tekankan Aspirasi Rakyat dalam Ranwal RKPD 2027
Berita Utama 31 Maret 2026
0
Pimpinan dan Anggota DPRD Kalimantan Timur menghadiri konsultasi publik Rancangan Awal (Ranwal) RKPD Kaltim Tahun 2027 yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (31/3/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Wakil Ketua I Ekti Imanuel, Wakil Ketua II Ananda Emira Moeis, serta sejumlah anggota DPRD Kaltim di antaranya Yusuf Mustafa, Husin Djufrie, dan Sigit Wibowo. Konsultasi publik dipimpin Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, didampingi Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni, Asisten II Ujang Rachmad, dan Kepala Bappeda Kaltim Muhaimin.   Dalam forum tersebut, DPRD Kaltim menegaskan pentingnya Ranwal RKPD 2027 benar-benar mengakomodasi kebutuhan riil masyarakat. Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menekankan agar hasil serap aspirasi, rapat dengar pendapat, dan masukan masyarakat dijadikan dasar perencanaan. Selain itu, Hasanuddin Mas'ud menyoroti tentang kondisi ekonomi di Kaltim yang menurutnya diperlukan kemandirian fiskal. “Transformasi ekonomi pasca tambang dan IKN harus jelas. Kaltim tidak bisa terus bergantung pada batubara dan sawit yang fluktuatif. Pajak air permukaan, pajak alat berat, hingga pajak kendaraan bermotor perlu dimaksimalkan untuk meningkatkan PAD,” kata Hamas sapaan akrab Hasanuddin Mas'ud.   Hamas juga menyoroti ketahanan infrastruktur daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya dituntut membangun, tetapi juga merawat aset-aset daerah agar tidak menimbulkan bencana. Selain itu, ia meminta agar BUMD tidak menjadi beban APBD, melainkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kaltim.   Isu sosial juga menjadi perhatian DPRD. Hasanuddin menyoroti angka stunting yang masih naik turun di kabupaten/kota serta kondisi sekolah di pedalaman yang tidak layak. Ia menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap pemenuhan gizi anak dan pemerataan kualitas pendidikan. DPRD juga menyoroti tingginya kasus narkoba di Kaltim, dengan hampir 80 persen penghuni lapas merupakan korban narkoba. “Kaltim harus memiliki rumah sakit rehabilitasi, karena korban narkoba punya hak untuk direhabilitasi,” tegasnya.   Sementara itu, Anggota DPRD Kaltim Sigit Wibowo menyoroti kondisi jalan nasional di Kaltim, khususnya di Kubar dan Mahulu. Ia meminta agar pemerintah daerah mengkomunikasikan hal ini kepada pemerintah pusat agar mendapat perhatian serius. “Jalan adalah kebutuhan dasar masyarakat dengan multiplier effect besar. Daerah akan sulit maju jika infrastruktur jalan masih jauh dari ideal,” ujarnya.