SAMARINDA - DPRD Kaltim menggelar silaturahmi sekaligus Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak Kejaksaan Tinggi Kaltim, Forum Komunikasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kaltim, General Manager PT. Pelindo (Persero) Regional 4 Samarinda, KSOP Kelas I Samarinda dan PT Yarta Pelabuhan Indonesia.
Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Kamis (26/3/2026) tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud didampingi Wakil Ketua II DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis dan Sekretaris DPRD Kaltim Norhayati Usman.
Hadir juga pada pertemuan yang membahas mengenai titik point tambat yang disepakati serta sistem inapornet titik point pergerakan yakni Kabag Umum dan Keuangan Hardiyanto, Kabag Fasilitasi Pengawasan dan Penganggaran Andi Abd. Razaq, pejabat fungsional disetarakan dan para tenaga ahli.
Hasanuddin Mas’ud mengatakan bahwa Sungai Mahakam sebagai urat nadi Kaltim tidak dapat dipungkiri kerap kali menghadapi insiden serius berupa putusnya tali tambat kapal, meskipun berbagai upaya mitigasi seperti assist telah dilakukan, namun belum secara menyeluruh membahas penyebab utama putusnya tali tambatan.
Menindaklanjuti hal tersebut, diinisiasi perlunya penambatan kapal yang legal, baik secara formal maupun formil, dengan harapan dapat menjadi arah dan keputusan bersama bahwa penataan titik tambat harus berbasis mitigasi risiko.
Lebih lanjut, upaya modernisasi tata kelola melalui pemanfaatan teknologi yang melibatkan perusahaan daerah, Dinas Perhubungan, dan KSOP diharapkan menjadi wajah baru Kaltim ke depan. Aspek pelayanan serta perlindungan terhadap aset daerah juga perlu dipastikan, di mana DPRD berkomitmen untuk mengawal regulasi agar inovasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Kaltim.
Pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan solusi dan manfaat nyata, termasuk dalam optimalisasi PAD.
“Sebagai solusi strategis, perlu adanya penerapan sistem digital seperti Inaportnet, pemantauan posisi kapal, serta penyediaan Automatic Identification System (AIS) guna meningkatkan pengawasan dan keselamatan pelayaran,” kata Hasanuddin. (hms8)