Kehadiran sejumlah wakil rakyat Kaltim pada momentum tersebut menjadi simbol dukungan dan sinergi lembaga legislatif provinsi terhadap pembangunan daerah, serta penguatan hubungan kelembagaan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam mendorong kemajuan Kabupaten Paser.
Dengan mengusung tema “Kolaborasi Selaras Wujudkan Paser Tuntas”, DPRD Kaltim menegaskan bahwa momentum hari jadi bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi atas perjalanan pembangunan sekaligus penguatan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.
Anggota DPRD Kalimantan Timur, Fadly Imawan, menegaskan pentingnya menjaga kolaborasi lintas sektor dalam setiap agenda pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada aspek infrastruktur semata, melainkan harus menyentuh peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Fadly menambahkan, dukungan DPRD Kaltim akan terus diarahkan pada kebijakan yang mampu memperkuat kapasitas daerah. Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong inovasi daerah agar mampu bersaing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi warga.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa DPRD Kaltim berkomitmen memperluas akses pelayanan publik dan memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Menurut Fadly, pemerataan menjadi kunci agar masyarakat di daerah terpencil maupun perkotaan sama-sama merasakan manfaat pembangunan. “Semangat kolaborasi ini harus terus dijaga, karena hanya dengan kebersamaan kita bisa mewujudkan Paser yang tangguh, adil, dan sejahtera,” ujarnya.
Anggota DPRD Kaltim, Abdurahman KA, menyampaikan apresiasi atas peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-66 Kabupaten Paser. Menurutnya, kehadiran MPP dengan 49 gerai layanan merupakan langkah nyata dalam menghadirkan pelayanan terpadu yang mudah diakses masyarakat. Ia menilai, terobosan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan dan kepastian layanan publik yang lebih efisien, transparan, dan dekat dengan kebutuhan warga.
Abdurahman KA menekankan bahwa MPP adalah bukti kolaborasi yang berhasil antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan pihak swasta. Sinergi tersebut, lanjutnya, harus terus diperkuat agar pelayanan publik tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Dengan adanya MPP, masyarakat Paser kini memiliki akses yang lebih cepat dan terintegrasi terhadap berbagai layanan, dan ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan solusi langsung bagi kebutuhan rakyat,” ujarnya.(hms)
Dengan mengusung tema “Kolaborasi Selaras Wujudkan Paser Tuntas”, DPRD Kaltim menegaskan bahwa momentum hari jadi bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi atas perjalanan pembangunan sekaligus penguatan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.
Anggota DPRD Kalimantan Timur, Fadly Imawan, menegaskan pentingnya menjaga kolaborasi lintas sektor dalam setiap agenda pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada aspek infrastruktur semata, melainkan harus menyentuh peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Fadly menambahkan, dukungan DPRD Kaltim akan terus diarahkan pada kebijakan yang mampu memperkuat kapasitas daerah. Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong inovasi daerah agar mampu bersaing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi warga.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa DPRD Kaltim berkomitmen memperluas akses pelayanan publik dan memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Menurut Fadly, pemerataan menjadi kunci agar masyarakat di daerah terpencil maupun perkotaan sama-sama merasakan manfaat pembangunan. “Semangat kolaborasi ini harus terus dijaga, karena hanya dengan kebersamaan kita bisa mewujudkan Paser yang tangguh, adil, dan sejahtera,” ujarnya.
Anggota DPRD Kaltim, Abdurahman KA, menyampaikan apresiasi atas peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-66 Kabupaten Paser. Menurutnya, kehadiran MPP dengan 49 gerai layanan merupakan langkah nyata dalam menghadirkan pelayanan terpadu yang mudah diakses masyarakat. Ia menilai, terobosan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan dan kepastian layanan publik yang lebih efisien, transparan, dan dekat dengan kebutuhan warga.
Abdurahman KA menekankan bahwa MPP adalah bukti kolaborasi yang berhasil antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan pihak swasta. Sinergi tersebut, lanjutnya, harus terus diperkuat agar pelayanan publik tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Dengan adanya MPP, masyarakat Paser kini memiliki akses yang lebih cepat dan terintegrasi terhadap berbagai layanan, dan ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan solusi langsung bagi kebutuhan rakyat,” ujarnya.(hms)