Komitmen Kolaborasi di Hari Jadi ke-66 Kabupaten Paser

Senin, 29 Desember 2025 55
Sejumlah Anggota DPRD Kaltim, yakni Fadly Imawan, Syahariah Mas’ud, dan Abdurahman KA, menghadiri Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Paser, pada Senin (29/12).
PASER – Sejumlah Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, yakni Fadly Imawan, Syahariah Mas’ud, dan Abdurahman KA, menghadiri upacara peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Paser yang digelar di Halaman Kantor Bupati Paser, Senin (29/12).
Kehadiran sejumlah wakil rakyat Kaltim pada momentum tersebut menjadi simbol dukungan dan sinergi lembaga legislatif provinsi terhadap pembangunan daerah, serta penguatan hubungan kelembagaan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam mendorong kemajuan Kabupaten Paser.

Dengan mengusung tema “Kolaborasi Selaras Wujudkan Paser Tuntas”, DPRD Kaltim menegaskan bahwa momentum hari jadi bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi atas perjalanan pembangunan sekaligus penguatan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Fadly Imawan, menegaskan pentingnya menjaga kolaborasi lintas sektor dalam setiap agenda pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada aspek infrastruktur semata, melainkan harus menyentuh peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Fadly menambahkan, dukungan DPRD Kaltim akan terus diarahkan pada kebijakan yang mampu memperkuat kapasitas daerah. Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong inovasi daerah agar mampu bersaing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi warga.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa DPRD Kaltim berkomitmen memperluas akses pelayanan publik dan memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Menurut Fadly, pemerataan menjadi kunci agar masyarakat di daerah terpencil maupun perkotaan sama-sama merasakan manfaat pembangunan. “Semangat kolaborasi ini harus terus dijaga, karena hanya dengan kebersamaan kita bisa mewujudkan Paser yang tangguh, adil, dan sejahtera,” ujarnya.

Anggota DPRD Kaltim, Abdurahman KA, menyampaikan apresiasi atas peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-66 Kabupaten Paser. Menurutnya, kehadiran MPP dengan 49 gerai layanan merupakan langkah nyata dalam menghadirkan pelayanan terpadu yang mudah diakses masyarakat. Ia menilai, terobosan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan dan kepastian layanan publik yang lebih efisien, transparan, dan dekat dengan kebutuhan warga.

Abdurahman KA menekankan bahwa MPP adalah bukti kolaborasi yang berhasil antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan pihak swasta. Sinergi tersebut, lanjutnya, harus terus diperkuat agar pelayanan publik tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Dengan adanya MPP, masyarakat Paser kini memiliki akses yang lebih cepat dan terintegrasi terhadap berbagai layanan, dan ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan solusi langsung bagi kebutuhan rakyat,” ujarnya.(hms)
TULIS KOMENTAR ANDA
Tinjau Titik Longsor Jalan Poros Sanga-Sanga – Dondang Komisi III Tegaskan Pembangunan Turap dan Badan Jalan, serta Evaluasi Rekonstruksi Jalan Strategis
Berita Utama 12 Mei 2026
0
Komisi III DPRD Kalimantan Timur yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III, Akhmed Reza Fachlevi, didampingi Anggota Komisi III, Sugiyono, dan Sayid Muziburrachman melaksanakan peninjauan titik longsor jalan poros Sanga-Sanga - Dondang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (12/5/2026). Peninjauan ini turut melibatkan Dinas PUPR/PERA Kaltim sebagai mitra teknis untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan.   Dalam keterangannya, Akhmed Reza Fachlevi menegaskan bahwa tahun ini akan dilakukan pembangunan turap dan perbaikan badan jalan di lokasi longsor. Langkah ini dianggap mendesak karena jalur tersebut merupakan akses vital mobilitas warga dan distribusi logistik sehingga penanganan tidak boleh ditunda.    “Kondisi ini mendesak, karena jika dibiarkan akan mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.   Peninjauan ini tidak hanya sekadar melihat kondisi fisik jalan, tetapi juga mengungkap potensi ancaman keselamatan yang selama ini dirasakan masyarakat. Titik longsor di poros Sanga-Sanga – Dondang dinilai sebagai bom waktu yang bisa menelan korban jika tidak segera ditangani.     Politikus Gerindra itu, menekankan bahwa pembangunan turap bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi keselamatan publik. "Jalan poros ini adalah nadi transportasi Kukar, menghubungkan kawasan industri, permukiman, dan jalur distribusi logistik. Jika akses ini terganggu, dampaknya akan meluas hingga ke sektor ekonomi daerah," tegasnya.     Komisi III juga melakukan monitoring langsung terhadap pekerjaan rekonstruksi jalan Dondang – Samboja segmen 3 dan 4. Dari hasil pemantauan, proyek tersebut telah rampung pada akhir 2025 sesuai target.    Akhmed Reza Fachlevi menilai penyelesaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur strategis, namun tetap perlu evaluasi kualitas agar hasilnya berkelanjutan.   “Kami ingin memastikan bahwa jalan yang sudah selesai benar-benar sesuai standar teknis, tidak sekadar rampung di atas kertas. Infrastruktur harus tahan lama dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Akhmed Reza Fachlevi saat ditemui di lokasi peninjauan. (hms)