Komisi IV Uji Petik Lima Proyek Pendidikan di Balikpapan

Jumat, 3 Oktober 2025 151
Komisi IV ketika melakukan uji petik lima proyek pendidikan di Balikpapan, Jumat (3/10/2025)

Balikpapan – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur melakukan uji petik terhadap progres fisik sejumlah proyek pendidikan yang dibiayai oleh APBD Tahun Anggaran 2025, Jumat (3/10/2025). Kegiatan ini menyasar lima titik pembangunan di Kota Balikpapan, termasuk pembangunan unit sekolah baru SMKN 7, gedung SMA Muhammadiyah 2, ruang kelas baru SMAN 7 dan SMAN 4, serta peninjauan lahan calon SMAN 10.

 

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Ketua Komisi IV Baba, dan Sekretaris Komisi IV Darlis Pattalongi, didampingi anggota Komisi IV lainnya, Damayanti, Agusriansyah Ridwan, Syahariah Mas’ud, dan Agus Aras. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Armin, Kabid SMK Surasa, Kabid SMA Jasni, serta jajaran staf Disdikbud Kaltim turut hadir mendampingi.

 

Dalam peninjauan tersebut, Baba menyampaikan bahwa secara umum progres pembangunan menunjukkan tren positif. “Alhamdulillah, rata-rata sudah berjalan semua. Mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu sesuai kontrak,” ujarnya.

 

Namun, perhatian khusus diberikan pada proyek pembangunan ruang kelas baru di SMAN 7 Balikpapan, yang berlokasi di Lamaru. Baba menilai proyek tersebut mengalami deviasi negatif sejak awal pelaksanaan. “Progres fisik baru satu koma sekian persen, padahal sudah berjalan satu bulan. Saya pesimis ini tidak sesuai harapan,” tegasnya.

 

Komisi IV mengidentifikasi sejumlah faktor penyebab keterlambatan, antara lain lemahnya manajemen projek, ketidaksiapan kontraktor dalam menguasai medan kerja, serta kemungkinan kendala finansial.

 

Berbeda dengan SMAN 7, proyek pembangunan di SMKN 7 dan SMA Muhammadiyah 2 dinilai memiliki potensi besar untuk rampung sesuai jadwal. Ia menyebutkan, SMKN 7 pelaksana proyek dinilai berpengalaman dan telah menyiapkan material secara optimal. “Insya Allah bisa selesai. Struktur tiang panjang juga aman untuk pengembangan dua lantai ke atas,” jelas Baba.

 

Sementara itu, pembangunan di SMA Muhammadiyah 2  di Karang Joang, telah mencapai lantai dua dan tinggal melanjutkan ke lantai tiga. Progres fisik disebut telah mencapai 65 persen. “Kalau kontraktor konsisten, empat lokal itu bisa selesai,” ujarnya.

 

Komisi IV DPRD Kaltim merekomendasikan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, khususnya di titik-titik yang menunjukkan deviasi negatif. Evaluasi terhadap kinerja kontraktor perlu dilakukan secara berkala agar pengerjaan dapat rampung sesuai target. “Target akhir tahun adalah 23 Desember. Kami optimis sebagian besar bisa selesai,” tutup Baba.

 

Pada kegiatan uji petik tersebut, Damayanti, menyoroti pentingnya perencanaan bangunan sekolah yang mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan ruang kelas secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa konstruksi gedung sekolah harus dirancang untuk menopang pengembangan vertikal minimal tiga hingga empat lantai.

 

“Kalau kita bicara kebutuhan jangka panjang, maka struktur bangunan harus kuat untuk naik ke atas. Minimal tiga sampai empat lantai agar bisa menampung pertumbuhan jumlah siswa setiap tahun,” ujar Damayanti. 

 

Menurutnya, pendekatan vertikal bukan hanya efisien dari sisi lahan, tetapi juga strategis dalam menghadapi dinamika demografi dan urbanisasi di kota-kota besar seperti Balikpapan. Ia meminta Dinas Pendidikan dan para kontraktor agar mempertimbangkan aspek daya dukung struktur sejak tahap awal perencanaan agar tidak terjadi pemborosan anggaran di masa mendatang. (hms4)

TULIS KOMENTAR ANDA
Tinjau Titik Longsor Jalan Poros Sanga-Sanga – Dondang Komisi III Tegaskan Pembangunan Turap dan Badan Jalan, serta Evaluasi Rekonstruksi Jalan Strategis
Berita Utama 12 Mei 2026
0
Komisi III DPRD Kalimantan Timur yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III, Akhmed Reza Fachlevi, didampingi Anggota Komisi III, Sugiyono, dan Sayid Muziburrachman melaksanakan peninjauan titik longsor jalan poros Sanga-Sanga - Dondang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (12/5/2026). Peninjauan ini turut melibatkan Dinas PUPR/PERA Kaltim sebagai mitra teknis untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan.   Dalam keterangannya, Akhmed Reza Fachlevi menegaskan bahwa tahun ini akan dilakukan pembangunan turap dan perbaikan badan jalan di lokasi longsor. Langkah ini dianggap mendesak karena jalur tersebut merupakan akses vital mobilitas warga dan distribusi logistik sehingga penanganan tidak boleh ditunda.    “Kondisi ini mendesak, karena jika dibiarkan akan mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.   Peninjauan ini tidak hanya sekadar melihat kondisi fisik jalan, tetapi juga mengungkap potensi ancaman keselamatan yang selama ini dirasakan masyarakat. Titik longsor di poros Sanga-Sanga – Dondang dinilai sebagai bom waktu yang bisa menelan korban jika tidak segera ditangani.     Politikus Gerindra itu, menekankan bahwa pembangunan turap bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi keselamatan publik. "Jalan poros ini adalah nadi transportasi Kukar, menghubungkan kawasan industri, permukiman, dan jalur distribusi logistik. Jika akses ini terganggu, dampaknya akan meluas hingga ke sektor ekonomi daerah," tegasnya.     Komisi III juga melakukan monitoring langsung terhadap pekerjaan rekonstruksi jalan Dondang – Samboja segmen 3 dan 4. Dari hasil pemantauan, proyek tersebut telah rampung pada akhir 2025 sesuai target.    Akhmed Reza Fachlevi menilai penyelesaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur strategis, namun tetap perlu evaluasi kualitas agar hasilnya berkelanjutan.   “Kami ingin memastikan bahwa jalan yang sudah selesai benar-benar sesuai standar teknis, tidak sekadar rampung di atas kertas. Infrastruktur harus tahan lama dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Akhmed Reza Fachlevi saat ditemui di lokasi peninjauan. (hms)