Ekti Imanuel Resmi Pimpin PBVSI Kaltim Masa Bakti 2023–2027

Sabtu, 20 September 2025 122
PELANTIKAN : Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel secara resmi dilantik dan dikukuhkan menjadi Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kalimantan Timur masa bakti 2023–2027, di Hotel Mercure Samarinda, pada Sabtu (20/09).
SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel secara resmi dilantik dan dikukuhkan menjadi Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kalimantan Timur masa bakti 2023–2027. Pelantikan ini menandai komitmen PBVSI Kaltim dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan meraih prestasi di kancah nasional.

Berlangsung di Hotel Mercure Samarinda, pada Sabtu (20/09), kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua I Pengurus Pusat PBVSI Irjend Pol (Purn) Djok Sardono, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji,M Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Muin dan Akhmed Reza Fachlevi, Forkopimda Kaltim, Ketua KONI Kaltim, serta perwakilan PBVSI se-Kaltim.

Dalam sambutannya, Ekti Imanuel menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang hadir. Ia menyoroti proses panjang yang telah dilalui, mulai dari kepengurusan sebelumnya hingga proses pelantikan saat ini. 

Selaku Ketua Pengurus Pengprov Kaltim, Ekti memaparkan berbagai program yang telah dan akan dilakukan. Salah satu fokus utama ialah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang prestasiM melalui berbagai kegiatan, termasuk kejuaraan tahunan. 

Politisi Gerindra itu juga menyampaikan tantangan untuk lolos ke PON yang akan datang, menekankan bahwa hal tersebut tidak mudah dan membutuhkan perencanaan yang matang. "Kita harus merencanakan agar Kaltim bisa lolos di PON mendatang," tegasnya.

Selain itu, Ekti juga menyoroti pentingnya penataan organisasi dan pembinaan di tingkat daerah. Ia menggarisbawahi perlunya pelantikan bagi wasit, pelatih, dan pengurus di tingkat kabupaten agar proses pembinaan dapat berjalan dengan benar.

"Kami akan terus berkomunikasi dengan PBVSI Pusat untuk meningkatkan kegiatan dan kejuaraan. Kami juga akan melakukan penataan grup di daerah, karena banyak grup yang terbentuk tanpa pembinaan yang jelas," pungkasnya.

Acara pelantikan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru untuk mewujudkan visi dan misi PBVSI, yaitu memajukan olahraga bola voli dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
(adv/hms9)
TULIS KOMENTAR ANDA
PRD Kaltim Tekankan Aspirasi Rakyat dalam Ranwal RKPD 2027
Berita Utama 31 Maret 2026
0
Pimpinan dan Anggota DPRD Kalimantan Timur menghadiri konsultasi publik Rancangan Awal (Ranwal) RKPD Kaltim Tahun 2027 yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (31/3/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Wakil Ketua I Ekti Imanuel, Wakil Ketua II Ananda Emira Moeis, serta sejumlah anggota DPRD Kaltim di antaranya Yusuf Mustafa, Husin Djufrie, dan Sigit Wibowo. Konsultasi publik dipimpin Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, didampingi Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni, Asisten II Ujang Rachmad, dan Kepala Bappeda Kaltim Muhaimin.   Dalam forum tersebut, DPRD Kaltim menegaskan pentingnya Ranwal RKPD 2027 benar-benar mengakomodasi kebutuhan riil masyarakat. Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menekankan agar hasil serap aspirasi, rapat dengar pendapat, dan masukan masyarakat dijadikan dasar perencanaan. Selain itu, Hasanuddin Mas'ud menyoroti tentang kondisi ekonomi di Kaltim yang menurutnya diperlukan kemandirian fiskal. “Transformasi ekonomi pasca tambang dan IKN harus jelas. Kaltim tidak bisa terus bergantung pada batubara dan sawit yang fluktuatif. Pajak air permukaan, pajak alat berat, hingga pajak kendaraan bermotor perlu dimaksimalkan untuk meningkatkan PAD,” kata Hamas sapaan akrab Hasanuddin Mas'ud.   Hamas juga menyoroti ketahanan infrastruktur daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya dituntut membangun, tetapi juga merawat aset-aset daerah agar tidak menimbulkan bencana. Selain itu, ia meminta agar BUMD tidak menjadi beban APBD, melainkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kaltim.   Isu sosial juga menjadi perhatian DPRD. Hasanuddin menyoroti angka stunting yang masih naik turun di kabupaten/kota serta kondisi sekolah di pedalaman yang tidak layak. Ia menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap pemenuhan gizi anak dan pemerataan kualitas pendidikan. DPRD juga menyoroti tingginya kasus narkoba di Kaltim, dengan hampir 80 persen penghuni lapas merupakan korban narkoba. “Kaltim harus memiliki rumah sakit rehabilitasi, karena korban narkoba punya hak untuk direhabilitasi,” tegasnya.   Sementara itu, Anggota DPRD Kaltim Sigit Wibowo menyoroti kondisi jalan nasional di Kaltim, khususnya di Kubar dan Mahulu. Ia meminta agar pemerintah daerah mengkomunikasikan hal ini kepada pemerintah pusat agar mendapat perhatian serius. “Jalan adalah kebutuhan dasar masyarakat dengan multiplier effect besar. Daerah akan sulit maju jika infrastruktur jalan masih jauh dari ideal,” ujarnya.