Ekti Imanuel Ajak Warga Jaga Kerukunan Lewat Safari Natal

Rabu, 3 Desember 2025 33
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, melaksanakan safari Natal di 28 gereja yang berada di Kabupaten Kutai Barat
KUTAI BARAT. Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, melaksanakan safari Natal di 28 gereja yang berada di Kabupaten Kutai Barat. Sejumlah titik yang dikunjungi antara lain GKII Galilea Bigung Baru, GPDI Sentrum Simpang Raya, serta GKII Eklesia Lakam Bilem. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ekti dalam menyambut perayaan Natal bersama masyarakat.

Dalam kunjungannya Kali ini, Ekti sapaan akranya, menyampaikan harapan agar sukacita Natal terus menjadi sumber inspirasi bagi umat Kristiani di Kutai Barat. Ia menegaskan bahwa safari Natal bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bentuk nyata kebersamaan dan perhatian kepada masyarakat yang merayakan. “Saya berharap sukacita Natal senantiasa menyertai umat Kristiani di Kutai Barat,” tuturnya, Rabu (3/12/2025).

Politisi Partai Gerindra tersebut juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga harmoni dan persatuan. Menurutnya, nilai kasih dan persaudaraan merupakan fondasi penting yang mampu memperkuat pembangunan di berbagai bidang. Ia menilai momen Natal adalah waktu yang tepat untuk memperkuat semangat saling mendukung antarsesama.

Ekti menambahkan bahwa kerukunan antarwarga perlu terus dirawat demi menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis. “Melalui momentum ini, kita bisa saling memotivasi dan membangun semangat baru,” ujarnya. Ia berharap perayaan Natal tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga memperkokoh ikatan sosial masyarakat Kutai Barat.

Menutup rangkaian safari Natalnya, Ekti menyampaikan ucapan selamat Natal 2025 dan selamat menyongsong Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat Kutai Barat. Ia berharap kasih dan penyertaan Tuhan senantiasa melingkupi seluruh warga. “Kiranya kasih penyertaan selalu memberkati kita semua,” pungkasnya. (hms7)
TULIS KOMENTAR ANDA
Tinjau Titik Longsor Jalan Poros Sanga-Sanga – Dondang Komisi III Tegaskan Pembangunan Turap dan Badan Jalan, serta Evaluasi Rekonstruksi Jalan Strategis
Berita Utama 12 Mei 2026
0
Komisi III DPRD Kalimantan Timur yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III, Akhmed Reza Fachlevi, didampingi Anggota Komisi III, Sugiyono, dan Sayid Muziburrachman melaksanakan peninjauan titik longsor jalan poros Sanga-Sanga - Dondang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (12/5/2026). Peninjauan ini turut melibatkan Dinas PUPR/PERA Kaltim sebagai mitra teknis untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan.   Dalam keterangannya, Akhmed Reza Fachlevi menegaskan bahwa tahun ini akan dilakukan pembangunan turap dan perbaikan badan jalan di lokasi longsor. Langkah ini dianggap mendesak karena jalur tersebut merupakan akses vital mobilitas warga dan distribusi logistik sehingga penanganan tidak boleh ditunda.    “Kondisi ini mendesak, karena jika dibiarkan akan mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.   Peninjauan ini tidak hanya sekadar melihat kondisi fisik jalan, tetapi juga mengungkap potensi ancaman keselamatan yang selama ini dirasakan masyarakat. Titik longsor di poros Sanga-Sanga – Dondang dinilai sebagai bom waktu yang bisa menelan korban jika tidak segera ditangani.     Politikus Gerindra itu, menekankan bahwa pembangunan turap bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi keselamatan publik. "Jalan poros ini adalah nadi transportasi Kukar, menghubungkan kawasan industri, permukiman, dan jalur distribusi logistik. Jika akses ini terganggu, dampaknya akan meluas hingga ke sektor ekonomi daerah," tegasnya.     Komisi III juga melakukan monitoring langsung terhadap pekerjaan rekonstruksi jalan Dondang – Samboja segmen 3 dan 4. Dari hasil pemantauan, proyek tersebut telah rampung pada akhir 2025 sesuai target.    Akhmed Reza Fachlevi menilai penyelesaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur strategis, namun tetap perlu evaluasi kualitas agar hasilnya berkelanjutan.   “Kami ingin memastikan bahwa jalan yang sudah selesai benar-benar sesuai standar teknis, tidak sekadar rampung di atas kertas. Infrastruktur harus tahan lama dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Akhmed Reza Fachlevi saat ditemui di lokasi peninjauan. (hms)