Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada

Rabu, 27 November 2024 252
Anggota DPRD Kaltim, Subandi
SAMARINDA. Anggota DPRD Kaltim Subandi mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Kaltim untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kaltim.

Pasalnya, di Kaltim, khususnya Samarinda, dikenal sebagai daerah yang aman dan damai, dan hal ini harus dipertahankan, terutama di tengah momentum pemilu yang sering kali memunculkan ketegangan. Ia menekankan, kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan suasana yang harmonis selama pilkada dan liburan Natal dan tahun baru nanti.

“Kita berharap situasi yang selama ini kondusif di Samarinda dan Kaltim tetap terjaga, meskipun ada pilkada, terus juga ada masyarakat kita yang akan merayakan Natal dan tahun baru yang biasanya disertai dengan keramaian,” ujar politisi PKS ini.

Subandi mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan ikut serta dalam menjaga keamanan lingkungan, demi kelancaran proses pilkada serta merayakan liburan dengan rasa aman dan nyaman.

Menurutnya, tantangan ke depan memang tidak mudah, apalagi dengan adanya perayaan besar yang melibatkan banyak orang. Namun, dengan kekompakan masyarakat, Subandi yakin semua bisa berjalan dengan lancar. “Mari kita ciptakan suasana yang nyaman dan aman, agar pilkada bisa berjalan sukses dan dengan tenang,” ajaknya.

Ia mengingatkan, meski pilkada adalah momen demokrasi yang penting, namun keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. (hms8)
TULIS KOMENTAR ANDA
PRD Kaltim Tekankan Aspirasi Rakyat dalam Ranwal RKPD 2027
Berita Utama 31 Maret 2026
0
Pimpinan dan Anggota DPRD Kalimantan Timur menghadiri konsultasi publik Rancangan Awal (Ranwal) RKPD Kaltim Tahun 2027 yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (31/3/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Wakil Ketua I Ekti Imanuel, Wakil Ketua II Ananda Emira Moeis, serta sejumlah anggota DPRD Kaltim di antaranya Yusuf Mustafa, Husin Djufrie, dan Sigit Wibowo. Konsultasi publik dipimpin Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, didampingi Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni, Asisten II Ujang Rachmad, dan Kepala Bappeda Kaltim Muhaimin.   Dalam forum tersebut, DPRD Kaltim menegaskan pentingnya Ranwal RKPD 2027 benar-benar mengakomodasi kebutuhan riil masyarakat. Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menekankan agar hasil serap aspirasi, rapat dengar pendapat, dan masukan masyarakat dijadikan dasar perencanaan. Selain itu, Hasanuddin Mas'ud menyoroti tentang kondisi ekonomi di Kaltim yang menurutnya diperlukan kemandirian fiskal. “Transformasi ekonomi pasca tambang dan IKN harus jelas. Kaltim tidak bisa terus bergantung pada batubara dan sawit yang fluktuatif. Pajak air permukaan, pajak alat berat, hingga pajak kendaraan bermotor perlu dimaksimalkan untuk meningkatkan PAD,” kata Hamas sapaan akrab Hasanuddin Mas'ud.   Hamas juga menyoroti ketahanan infrastruktur daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya dituntut membangun, tetapi juga merawat aset-aset daerah agar tidak menimbulkan bencana. Selain itu, ia meminta agar BUMD tidak menjadi beban APBD, melainkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kaltim.   Isu sosial juga menjadi perhatian DPRD. Hasanuddin menyoroti angka stunting yang masih naik turun di kabupaten/kota serta kondisi sekolah di pedalaman yang tidak layak. Ia menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap pemenuhan gizi anak dan pemerataan kualitas pendidikan. DPRD juga menyoroti tingginya kasus narkoba di Kaltim, dengan hampir 80 persen penghuni lapas merupakan korban narkoba. “Kaltim harus memiliki rumah sakit rehabilitasi, karena korban narkoba punya hak untuk direhabilitasi,” tegasnya.   Sementara itu, Anggota DPRD Kaltim Sigit Wibowo menyoroti kondisi jalan nasional di Kaltim, khususnya di Kubar dan Mahulu. Ia meminta agar pemerintah daerah mengkomunikasikan hal ini kepada pemerintah pusat agar mendapat perhatian serius. “Jalan adalah kebutuhan dasar masyarakat dengan multiplier effect besar. Daerah akan sulit maju jika infrastruktur jalan masih jauh dari ideal,” ujarnya.