KUTAI BARAT – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ekti Imanuel didampingi istri, Nurmala Suciati hadir dalam acara pembukaan Hari Lahir (Harlah) Ke 34 Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Arya Kemuning Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji serta dihadiri Bupati Kubar Frederick Edwin, Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani, Pimpinan Ponpes Assalam KH. Arief Heri Setyawan, unsur forkopimda Kubar dan undangan lainnya.
Ponpes Assalam Arya Kemuning yang berdiri sejak tahun 1992, merupakan ponpes yang berfokus pada kegiatan dakwah, pendidikan dan sosial.
Dalam aktivitasnya, Assalam tidak berdiri pada golongan tertentu, tidak berafiliasi kepada salah satu ormas maupun partai politik. Misi yang diemban adalah pendidikan, dakwah dan sosial kemasyarakatan. Terutama para dhuafa, fuqaraa wal masakin, yang menjadi prioritas garapan utama. Hingga kini, keberadaan Assalam dapat dirasakan manfaatnya oleh umat Islam dan masyarakat Kubar pada umumnya.
Selanjutnya, rombongan bergeser ke acara Halal Bihalal Keluarga Besar Silaturahmi Keluarga Jawa Kalimantan (Sijaka) Kubar yang berada di Simpang Raya Barong Tongkok.
Kegiatan halal bihalal bertujuan sebagai ajang silaturahmi warga Jawa di Kalimantan khususnya di Kubar. Serta menguatkan persaudaraan dan membaur dengan masyarakat lokal.
Organisasi ini menjadi wadah penting dalam menjaga persatuan dan kebersamaan khususnya bagi warga keturunan Jawa yang berdomisili di wilayah Kubar.
Ekti Imanuel mengatakan, kegiatan hari ini ada dua agenda yaitu pembukaan harlah ke 34 Pesantren Assalam yang berada di Kecamatan Barong Tongkok dan yang kedua acara Halal Bihalal Keluarga Besar Sijaka Kubar yang berada di Simpang Raya Barong Tongkok.
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Ponpes Assalam atas perjalanan selama 34 tahun dari awal berdirinya pada tahun 1992.
“Kami dari DPRD bersama pemerintah provinsi mendukung penuh atas program yang dijalankan oleh pesantren, termasuk dengan kemandirian pangan dilingkungan persantren yang memiliki lahan 100 hektare,” ujar Ekti.
Ia berharap pesantren untuk terus menjaga kehamonisan bersama masyarakat sekitar.
Sementara, untuk kegiatan halal bihalal, ia mengharapkan agar tali silaturahmi baik dari warga Jawa dan warga lokal agar terus terjalin dengan baik.
“Semoga halal bihalal ini sebagai ajang untuk kita semua sebagai masyarakat Kutai Barat yang memiliki keberagaman etnis dan agama, tetap rukun dan menjaga persatuan dan kesatuan,” pungkas Ekti. (hms8)
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji serta dihadiri Bupati Kubar Frederick Edwin, Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani, Pimpinan Ponpes Assalam KH. Arief Heri Setyawan, unsur forkopimda Kubar dan undangan lainnya.
Ponpes Assalam Arya Kemuning yang berdiri sejak tahun 1992, merupakan ponpes yang berfokus pada kegiatan dakwah, pendidikan dan sosial.
Dalam aktivitasnya, Assalam tidak berdiri pada golongan tertentu, tidak berafiliasi kepada salah satu ormas maupun partai politik. Misi yang diemban adalah pendidikan, dakwah dan sosial kemasyarakatan. Terutama para dhuafa, fuqaraa wal masakin, yang menjadi prioritas garapan utama. Hingga kini, keberadaan Assalam dapat dirasakan manfaatnya oleh umat Islam dan masyarakat Kubar pada umumnya.
Selanjutnya, rombongan bergeser ke acara Halal Bihalal Keluarga Besar Silaturahmi Keluarga Jawa Kalimantan (Sijaka) Kubar yang berada di Simpang Raya Barong Tongkok.
Kegiatan halal bihalal bertujuan sebagai ajang silaturahmi warga Jawa di Kalimantan khususnya di Kubar. Serta menguatkan persaudaraan dan membaur dengan masyarakat lokal.
Organisasi ini menjadi wadah penting dalam menjaga persatuan dan kebersamaan khususnya bagi warga keturunan Jawa yang berdomisili di wilayah Kubar.
Ekti Imanuel mengatakan, kegiatan hari ini ada dua agenda yaitu pembukaan harlah ke 34 Pesantren Assalam yang berada di Kecamatan Barong Tongkok dan yang kedua acara Halal Bihalal Keluarga Besar Sijaka Kubar yang berada di Simpang Raya Barong Tongkok.
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Ponpes Assalam atas perjalanan selama 34 tahun dari awal berdirinya pada tahun 1992.
“Kami dari DPRD bersama pemerintah provinsi mendukung penuh atas program yang dijalankan oleh pesantren, termasuk dengan kemandirian pangan dilingkungan persantren yang memiliki lahan 100 hektare,” ujar Ekti.
Ia berharap pesantren untuk terus menjaga kehamonisan bersama masyarakat sekitar.
Sementara, untuk kegiatan halal bihalal, ia mengharapkan agar tali silaturahmi baik dari warga Jawa dan warga lokal agar terus terjalin dengan baik.
“Semoga halal bihalal ini sebagai ajang untuk kita semua sebagai masyarakat Kutai Barat yang memiliki keberagaman etnis dan agama, tetap rukun dan menjaga persatuan dan kesatuan,” pungkas Ekti. (hms8)