Sabaruddin Panrecalle Hadiri HUT Ke-4 FPPI, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan di Kaltim

Sabtu, 24 Januari 2026 52
Mewakili Ketua DPRD Kaltim, Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menghadiri peringatan HUT ke-4 FPPI yang digelar di Gema Tani Etam Farm, Balikpapan, Sabtu (24/01/2026).
BALIKPAPAN – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Sabaruddin Panrecalle, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) yang digelar di Gema Tani Etam Farm, Balikpapan, Sabtu (24/01/2026). Kehadiran Sabaruddin menjadi bentuk dukungan DPRD Kaltim terhadap peran FPPI dalam menjaga nilai perjuangan sekaligus mendukung agenda strategis daerah, khususnya di sektor ketahanan dan kedaulatan pangan.

Kegiatan ini mengusung tema “FPPI Lahir untuk Rakyat, Mendukung Kedaulatan Pangan dan Mengawal Kebijakan yang Berkeadilan”. Melalui momentum tersebut, Sabaruddin menilai pentingnya memperkuat sinergi antara masyarakat, organisasi, dan pemerintah untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat, termasuk dalam menjaga stabilitas pangan di Kaltim.

Sabaruddin menegaskan bahwa isu pangan saat ini bukan hanya soal produksi, namun juga menyangkut keberlanjutan, pemerataan, hingga keberpihakan kepada petani dan pelaku usaha di sektor pertanian. Menurutnya, ketahanan pangan harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat serta menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

“Ketahanan pangan adalah hal yang sangat penting dan harus terus kita perkuat. Ini bukan hanya soal ketersediaan, tapi juga bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara merata,” ujarnya.

Politisi Gerindra itu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan, mulai dari dukungan terhadap petani, penguatan produksi lokal, hingga menjaga stabilitas distribusi. Ia juga menilai momentum HUT FPPI ini dapat menjadi pengingat bahwa penguatan sektor pangan harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Dengan kolaborasi dan sinergi yang kuat, saya yakin ketahanan pangan di Kaltim bisa semakin baik dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(hms9)
TULIS KOMENTAR ANDA
Tinjau Titik Longsor Jalan Poros Sanga-Sanga – Dondang Komisi III Tegaskan Pembangunan Turap dan Badan Jalan, serta Evaluasi Rekonstruksi Jalan Strategis
Berita Utama 12 Mei 2026
0
Komisi III DPRD Kalimantan Timur yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III, Akhmed Reza Fachlevi, didampingi Anggota Komisi III, Sugiyono, dan Sayid Muziburrachman melaksanakan peninjauan titik longsor jalan poros Sanga-Sanga - Dondang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (12/5/2026). Peninjauan ini turut melibatkan Dinas PUPR/PERA Kaltim sebagai mitra teknis untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan.   Dalam keterangannya, Akhmed Reza Fachlevi menegaskan bahwa tahun ini akan dilakukan pembangunan turap dan perbaikan badan jalan di lokasi longsor. Langkah ini dianggap mendesak karena jalur tersebut merupakan akses vital mobilitas warga dan distribusi logistik sehingga penanganan tidak boleh ditunda.    “Kondisi ini mendesak, karena jika dibiarkan akan mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.   Peninjauan ini tidak hanya sekadar melihat kondisi fisik jalan, tetapi juga mengungkap potensi ancaman keselamatan yang selama ini dirasakan masyarakat. Titik longsor di poros Sanga-Sanga – Dondang dinilai sebagai bom waktu yang bisa menelan korban jika tidak segera ditangani.     Politikus Gerindra itu, menekankan bahwa pembangunan turap bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi keselamatan publik. "Jalan poros ini adalah nadi transportasi Kukar, menghubungkan kawasan industri, permukiman, dan jalur distribusi logistik. Jika akses ini terganggu, dampaknya akan meluas hingga ke sektor ekonomi daerah," tegasnya.     Komisi III juga melakukan monitoring langsung terhadap pekerjaan rekonstruksi jalan Dondang – Samboja segmen 3 dan 4. Dari hasil pemantauan, proyek tersebut telah rampung pada akhir 2025 sesuai target.    Akhmed Reza Fachlevi menilai penyelesaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur strategis, namun tetap perlu evaluasi kualitas agar hasilnya berkelanjutan.   “Kami ingin memastikan bahwa jalan yang sudah selesai benar-benar sesuai standar teknis, tidak sekadar rampung di atas kertas. Infrastruktur harus tahan lama dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Akhmed Reza Fachlevi saat ditemui di lokasi peninjauan. (hms)