Patung Bung Karno Sangasanga Diresmikan, Ananda Emira Moeis: Semangat Kebangsaan Terus Hidup

Selasa, 27 Januari 2026 73
Wakil Ketua DPRD Prov. Kaltim, Ananda Emira Moeis, bersama sejumlah anggota DPRD Prov. Kaltim menghadiri peresmian Patung Ir. Soekarno
KUKAR. Wakil Ketua DPRD Prov. Kaltim, Ananda Emira Moeis, bersama sejumlah anggota DPRD Prov. Kaltim menghadiri peresmian Patung Ir. Soekarno sekaligus Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Sangasanga, Selasa (27/01/2026). Peresmian ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan hadir sebagai penanda penting dalam merawat ingatan kolektif bangsa atas Peristiwa Merah Putih Sangasanga—sebuah babak sejarah perjuangan yang mengakar kuat di tanah Kalimantan Timur.

Acara peresmian berlangsung khidmat dan sarat makna, disambut antusias oleh masyarakat. Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya tokoh masyarakat Kutai Kartanegara Edi Damansyah, perwakilan keluarga besar Bung Karno Djarot Saiful Hidayat, unsur Forkopimcam, perwakilan PT Pertamina Sangasanga, anggota DPRD, tokoh adat dan masyarakat, serta warga Sangasanga yang memadati kawasan peresmian.

Patung Bung Karno yang kini berdiri megah di Sangasanga tercatat sebagai patung Ir. Soekarno tertinggi pertama yang dibangun di luar Pulau Jawa. Keberadaannya menjadi simbol kuat bahwa api nasionalisme dan semangat kebangsaan tidak mengenal batas geografis. Kepalan tangan yang tegas serta sorot mata yang menatap jauh ke depan merepresentasikan sosok Soekarno sebagai orator ulung, pemimpin revolusioner, sekaligus pemikir besar yang melahirkan Pancasila—ide fundamental yang mempersatukan bangsa dalam keberagaman.

Wakil Ketua DPRD Prov. Kaltim Ananda Emira Moeis menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atas inisiatif, komitmen, dan keberanian dalam membangun serta meresmikan Patung Bung Karno di Sangasanga. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap karya tersebut, yang dinilainya sebagai salah satu patung terbaik yang pernah ia saksikan.“Peresmian Patung Bung Karno dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sangasanga ini merupakan momentum penting bagi masyarakat, sekaligus bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa di Sangasanga,” katanya.

Menurut Nanda, sapaan akrabnya, Patung Bung Karno tidak hanya hadir sebagai monumen fisik, melainkan juga sebagai medium edukasi sejarah yang hidup, terutama bagi generasi muda. Monumen ini, lanjutnya, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran historis sekaligus memperkuat jati diri kebangsaan. “Dengan adanya patung Bung Karno ini, kita didorong untuk lebih mempelajari sejarah, agar kita tidak melupakan sejarah, terutama sejarah perjuangan bangsa dan perjuangan Bung Karno dalam memerdekakan Republik ini,” tegasnya.

Lebih jauh, Nanda berharap kawasan Patung Bung Karno dan RTH Sangasanga dapat berkembang menjadi ruang publik yang dinamis—bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang belajar, berekspresi, dan bertukar gagasan. Kawasan ini diharapkan menjadi wadah tumbuhnya kreativitas dan kesadaran budaya di kalangan generasi muda. “Ini bisa menjadi media bagi anak-anak muda untuk belajar sejarah, berdiskusi, menggelar pentas seni, dan membangkitkan budaya, sehingga kita memiliki kepribadian dalam kebudayaan seperti yang dicita-citakan Bung Karno,” pungkasnya. (hms7)
TULIS KOMENTAR ANDA
Tinjau Titik Longsor Jalan Poros Sanga-Sanga – Dondang Komisi III Tegaskan Pembangunan Turap dan Badan Jalan, serta Evaluasi Rekonstruksi Jalan Strategis
Berita Utama 12 Mei 2026
0
Komisi III DPRD Kalimantan Timur yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III, Akhmed Reza Fachlevi, didampingi Anggota Komisi III, Sugiyono, dan Sayid Muziburrachman melaksanakan peninjauan titik longsor jalan poros Sanga-Sanga - Dondang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (12/5/2026). Peninjauan ini turut melibatkan Dinas PUPR/PERA Kaltim sebagai mitra teknis untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan.   Dalam keterangannya, Akhmed Reza Fachlevi menegaskan bahwa tahun ini akan dilakukan pembangunan turap dan perbaikan badan jalan di lokasi longsor. Langkah ini dianggap mendesak karena jalur tersebut merupakan akses vital mobilitas warga dan distribusi logistik sehingga penanganan tidak boleh ditunda.    “Kondisi ini mendesak, karena jika dibiarkan akan mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.   Peninjauan ini tidak hanya sekadar melihat kondisi fisik jalan, tetapi juga mengungkap potensi ancaman keselamatan yang selama ini dirasakan masyarakat. Titik longsor di poros Sanga-Sanga – Dondang dinilai sebagai bom waktu yang bisa menelan korban jika tidak segera ditangani.     Politikus Gerindra itu, menekankan bahwa pembangunan turap bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi keselamatan publik. "Jalan poros ini adalah nadi transportasi Kukar, menghubungkan kawasan industri, permukiman, dan jalur distribusi logistik. Jika akses ini terganggu, dampaknya akan meluas hingga ke sektor ekonomi daerah," tegasnya.     Komisi III juga melakukan monitoring langsung terhadap pekerjaan rekonstruksi jalan Dondang – Samboja segmen 3 dan 4. Dari hasil pemantauan, proyek tersebut telah rampung pada akhir 2025 sesuai target.    Akhmed Reza Fachlevi menilai penyelesaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur strategis, namun tetap perlu evaluasi kualitas agar hasilnya berkelanjutan.   “Kami ingin memastikan bahwa jalan yang sudah selesai benar-benar sesuai standar teknis, tidak sekadar rampung di atas kertas. Infrastruktur harus tahan lama dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Akhmed Reza Fachlevi saat ditemui di lokasi peninjauan. (hms)