PASER – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja ke SMK Negeri 4 Tanah Grogot Kabupaten Paser, Rabu (20/5/2026).
Kunjungan kerja tersebut adalah dalam rangka membahas kesiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 serta meninjau sarana dan prasarana SMK Negeri 4 Tanah Grogot.
Rombongan Komisi IV yang dipimpin Anggota Komisi IV Fadly Imawan didampingi Hartono Basuki dan Syahariah Mas’ud diterima langsung oleh Kepala SMK Negeri 4 Tanah Grogot, Eny Setyowati bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Kaltim Ardiansyah serta dihadiri kepala sekolah SMA, SMK dan SLB di Kabupaten Paser.
Fadly Imawan mengatakan bahwa kunjungan ini selain sebagai ajang silaturahmi, juga sebagai serap masukan-masukan dari pihak sekolah untuk sarana perbaikan infrastruktur sekolah khususnya yang ada di Kabupaten Paser.
Komisi IV ingin memastikan sejauh mana serapan dan dampak anggaran pendidikan benar-benar memenuhi kebutuhan operasional sekolah.
“Kita tegaskan di sini bahwa pengawasan pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan laporan administratif, melainkan harus turun langsung mendengarkan permasalahan atau kendala di sekolah,” ujar Fadly Imawan.(hms8)
Kunjungan kerja tersebut adalah dalam rangka membahas kesiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 serta meninjau sarana dan prasarana SMK Negeri 4 Tanah Grogot.
Rombongan Komisi IV yang dipimpin Anggota Komisi IV Fadly Imawan didampingi Hartono Basuki dan Syahariah Mas’ud diterima langsung oleh Kepala SMK Negeri 4 Tanah Grogot, Eny Setyowati bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Kaltim Ardiansyah serta dihadiri kepala sekolah SMA, SMK dan SLB di Kabupaten Paser.
Fadly Imawan mengatakan bahwa kunjungan ini selain sebagai ajang silaturahmi, juga sebagai serap masukan-masukan dari pihak sekolah untuk sarana perbaikan infrastruktur sekolah khususnya yang ada di Kabupaten Paser.
Komisi IV ingin memastikan sejauh mana serapan dan dampak anggaran pendidikan benar-benar memenuhi kebutuhan operasional sekolah.
“Kita tegaskan di sini bahwa pengawasan pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan laporan administratif, melainkan harus turun langsung mendengarkan permasalahan atau kendala di sekolah,” ujar Fadly Imawan.(hms8)