KUTAI KARTANEGARA – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menghadiri pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat untuk pelatihan Basic Safety Training (BST) dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK 60 Mil), di Yayasan Pondok Pesantren Syafa'atul Ikhwan Wad Da'wah, Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, pada Senin (26/1/26).
Kehadiran tokoh nomor satu di parlemen Kaltim ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kompetensi masyarakat lokal di sektor maritim. Dalam kesempatan tersebut, Hasanuddin Mas’ud melakukan penyematan tanda peserta diklat secara simbolis sebagai tanda dimulainya pelatihan.
Hasanuddin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini sebagai wujud nyata kerja sama yang erat antara Pemerintah Daerah dengan Politeknik Pelayaran Barombong dalam memberdayakan masyarakat lokal.
Dalam sambutannya, Hasanuddin juga memberikan penegasan kuat agar masyarakat tidak lagi menjadi saksi bisu di tengah kekayaan sumber daya alam Benua Etam.
"Pemerintah Daerah tidak ingin masyarakat kita menjadi penonton dalam pelaksanaan pembangunan. Kita lihat bahwa dengan adanya diklat pelayaran ini, kalau kita tidak ikut mengikuti perkembangan, kita hanya jadi penonton," tegas Hasanuddin.
Ia juga memotivasi para peserta agar tidak berpuas diri hanya menjadi kru biasa, melainkan berani mengejar karier yang lebih tinggi di dunia maritim.
"Ini bukan hanya menjadi kru biasa, ke depan mari bersama kita dorong sehingga ada tenaga lokal dari Kota Bangun ini menjadi perwira. Setidak-tidaknya menjadi Mualim 1 atau KKM, bahkan mudah-mudahan menjadi Kapten," lanjutnya dengan optimis.
Legislator fraksi Golkar ini lebih lanjut menjabarkan bahwa kepemilikan sertifikasi resmi merupakan syarat mutlak bagi warga agar memiliki legalitas untuk bekerja secara profesional di atas kapal. Ia juga mengingatkan agar para peserta benar-benar menguasai ilmu keselamatan kerja yang diajarkan dalam BST, sehingga mereka memiliki kesiapan fisik dan mental saat menghadapi risiko kerja di perairan nasional maupun internasional.
Program yang menargetkan total 1.000 peserta ini diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia yang handal. Hasanuddin berpesan agar kesempatan yang didanai murni oleh Poltekpel Barombong ini dimanfaatkan sebaik mungkin selama enam hari masa pelatihan guna menyerap ilmu praktis, bukan sekadar mengejar sertifikat kelulusan. (hms11)
Kehadiran tokoh nomor satu di parlemen Kaltim ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kompetensi masyarakat lokal di sektor maritim. Dalam kesempatan tersebut, Hasanuddin Mas’ud melakukan penyematan tanda peserta diklat secara simbolis sebagai tanda dimulainya pelatihan.
Hasanuddin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini sebagai wujud nyata kerja sama yang erat antara Pemerintah Daerah dengan Politeknik Pelayaran Barombong dalam memberdayakan masyarakat lokal.
Dalam sambutannya, Hasanuddin juga memberikan penegasan kuat agar masyarakat tidak lagi menjadi saksi bisu di tengah kekayaan sumber daya alam Benua Etam.
"Pemerintah Daerah tidak ingin masyarakat kita menjadi penonton dalam pelaksanaan pembangunan. Kita lihat bahwa dengan adanya diklat pelayaran ini, kalau kita tidak ikut mengikuti perkembangan, kita hanya jadi penonton," tegas Hasanuddin.
Ia juga memotivasi para peserta agar tidak berpuas diri hanya menjadi kru biasa, melainkan berani mengejar karier yang lebih tinggi di dunia maritim.
"Ini bukan hanya menjadi kru biasa, ke depan mari bersama kita dorong sehingga ada tenaga lokal dari Kota Bangun ini menjadi perwira. Setidak-tidaknya menjadi Mualim 1 atau KKM, bahkan mudah-mudahan menjadi Kapten," lanjutnya dengan optimis.
Legislator fraksi Golkar ini lebih lanjut menjabarkan bahwa kepemilikan sertifikasi resmi merupakan syarat mutlak bagi warga agar memiliki legalitas untuk bekerja secara profesional di atas kapal. Ia juga mengingatkan agar para peserta benar-benar menguasai ilmu keselamatan kerja yang diajarkan dalam BST, sehingga mereka memiliki kesiapan fisik dan mental saat menghadapi risiko kerja di perairan nasional maupun internasional.
Program yang menargetkan total 1.000 peserta ini diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia yang handal. Hasanuddin berpesan agar kesempatan yang didanai murni oleh Poltekpel Barombong ini dimanfaatkan sebaik mungkin selama enam hari masa pelatihan guna menyerap ilmu praktis, bukan sekadar mengejar sertifikat kelulusan. (hms11)