Dorong Sertifikasi Pelaut Lokal, Ketua DPRD Kaltim Hadiri Pembukaan Diklat Maritim di Kota Bangun

Senin, 26 Januari 2026 39
Ketua DPRD Kaltim menghadiri pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat untuk pelatihan BST dan SKK 60 Mil, di Yayasan Pondok Pesantren Syafa'atul Ikhwan Wad Da'wah
KUTAI KARTANEGARA – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menghadiri pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat untuk pelatihan Basic Safety Training (BST) dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK 60 Mil), di Yayasan Pondok Pesantren Syafa'atul Ikhwan Wad Da'wah, Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, pada Senin (26/1/26).

Kehadiran tokoh nomor satu di parlemen Kaltim ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kompetensi masyarakat lokal di sektor maritim. Dalam kesempatan tersebut, Hasanuddin Mas’ud melakukan penyematan tanda peserta diklat secara simbolis sebagai tanda dimulainya pelatihan.

Hasanuddin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini sebagai wujud nyata kerja sama yang erat antara Pemerintah Daerah dengan Politeknik Pelayaran Barombong dalam memberdayakan masyarakat lokal.

Dalam sambutannya, Hasanuddin juga memberikan penegasan kuat agar masyarakat tidak lagi menjadi saksi bisu di tengah kekayaan sumber daya alam Benua Etam.

"Pemerintah Daerah tidak ingin masyarakat kita menjadi penonton dalam pelaksanaan pembangunan. Kita lihat bahwa dengan adanya diklat pelayaran ini, kalau kita tidak ikut mengikuti perkembangan, kita hanya jadi penonton," tegas Hasanuddin.

Ia juga memotivasi para peserta agar tidak berpuas diri hanya menjadi kru biasa, melainkan berani mengejar karier yang lebih tinggi di dunia maritim.

"Ini bukan hanya menjadi kru biasa, ke depan mari bersama kita dorong sehingga ada tenaga lokal dari Kota Bangun ini menjadi perwira. Setidak-tidaknya menjadi Mualim 1 atau KKM, bahkan mudah-mudahan menjadi Kapten," lanjutnya dengan optimis.

Legislator fraksi Golkar ini lebih lanjut menjabarkan bahwa kepemilikan sertifikasi resmi merupakan syarat mutlak bagi warga agar memiliki legalitas untuk bekerja secara profesional di atas kapal. Ia juga mengingatkan agar para peserta benar-benar menguasai ilmu keselamatan kerja yang diajarkan dalam BST, sehingga mereka memiliki kesiapan fisik dan mental saat menghadapi risiko kerja di perairan nasional maupun internasional.

Program yang menargetkan total 1.000 peserta ini diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia yang handal. Hasanuddin berpesan agar kesempatan yang didanai murni oleh Poltekpel Barombong ini dimanfaatkan sebaik mungkin selama enam hari masa pelatihan guna menyerap ilmu praktis, bukan sekadar mengejar sertifikat kelulusan. (hms11)
TULIS KOMENTAR ANDA
Hadiri Konwil XXII GKII Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Semangat Melayani
Berita Utama 19 Mei 2026
0
BALIKPAPAN – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Wilayah (Konwil) XXII Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah Kalimantan Timur yang digelar di Swiss-BelHotel Balikpapan, Selasa (19/05). Dalam arahannya, Ekti menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi GKII Kaltim yang dinilai tidak hanya berperan sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, selama periode pelayanan 2021–2026, GKII Kaltim telah menghadirkan nilai-nilai kasih, menjaga kohesi sosial, serta membangun karakter masyarakat di tengah keberagaman Kaltim. Dengan mengusung tema Growing Together yang diambil dari Efesus 4:15–16, Ekti menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan pertumbuhan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia menyebut, tema tersebut menggambarkan model kepemimpinan yang tidak berpusat pada satu figur, melainkan mendorong setiap individu untuk bertumbuh, saling mendukung, dan berkontribusi demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. “Melalui Konwil XXII ini, saya berharap GKII Kaltim dapat melahirkan pribadi-pribadi pelayanan yang memiliki visi kuat, rendah hati, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjaga semangat melayani. Semangat Growing Together jangan hanya menjadi tema konferensi, tetapi harus diwujudkan dalam kebersamaan, pelayanan, dan setiap pengambilan keputusan demi kemajuan Kaltim,” ujar Ekti Imanuel. Menutup sambutannya, Ekti mengajak seluruh peserta Konwil untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat kepemimpinan yang berkarakter, dan menghadirkan pengaruh positif bagi masyarakat luas.(hms9)