Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan kunjungan studi tiru ke PT Jateng Petro Energi (JPEN) di Semarang, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini bertujuan mempelajari tata kelola pengeboran dan pengelolaan sumur minyak masyarakat sebagai strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kaltim.
Rombongan dipimpin Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud bersama Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel, serta Anggota Banggar Abdulloh dan Baba. Turut hadir jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim dan BUMD migas, termasuk PT Migas Mandiri Pratama Kaltim. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran direksi PT JPEN dan PT SPHC.
Dalam pertemuan, Banggar DPRD Kaltim menggali inovasi pengelolaan Participating Interest (PI) yang di Jawa Tengah mampu memberikan keuntungan langsung bagi PAD. Selain itu, rombongan juga mempelajari pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai energi alternatif setara LPG dengan harga lebih murah, serta optimalisasi gas rawa yang dapat disalurkan melalui jaringan pipa sederhana.
Hasanuddin Mas’ud menegaskan bahwa pembelajaran ini menjadi referensi penting bagi Kaltim dalam mengoptimalkan potensi migas. Hasanuddin juga mengungkapkan, Banggar DPRD Kaltim memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan gas CNG yang dikonversi menjadi setara LPG dengan harga yang jauh lebih murah, serta pemanfaatan gas rawa yang dapat disalurkan kepada masyarakat melalui jaringan pipa sederhana.
Ekti Imanuel menambahkan, Kaltim memiliki sumber daya migas yang sangat besar sehingga diperlukan langkah-langkah strategis agar seluruh potensi tersebut dapat dikelola secara optimal, profesional, dan memberikan nilai tambah bagi daerah. Ekti menjelaskan hasil studi tiru ini menjadi momentum memperkuat tata kelola sektor migas yang lebih produktif dan berorientasi pada peningkatan PAD.
Rombongan dipimpin Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud bersama Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel, serta Anggota Banggar Abdulloh dan Baba. Turut hadir jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim dan BUMD migas, termasuk PT Migas Mandiri Pratama Kaltim. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran direksi PT JPEN dan PT SPHC.
Dalam pertemuan, Banggar DPRD Kaltim menggali inovasi pengelolaan Participating Interest (PI) yang di Jawa Tengah mampu memberikan keuntungan langsung bagi PAD. Selain itu, rombongan juga mempelajari pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai energi alternatif setara LPG dengan harga lebih murah, serta optimalisasi gas rawa yang dapat disalurkan melalui jaringan pipa sederhana.
Hasanuddin Mas’ud menegaskan bahwa pembelajaran ini menjadi referensi penting bagi Kaltim dalam mengoptimalkan potensi migas. Hasanuddin juga mengungkapkan, Banggar DPRD Kaltim memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan gas CNG yang dikonversi menjadi setara LPG dengan harga yang jauh lebih murah, serta pemanfaatan gas rawa yang dapat disalurkan kepada masyarakat melalui jaringan pipa sederhana.
Ekti Imanuel menambahkan, Kaltim memiliki sumber daya migas yang sangat besar sehingga diperlukan langkah-langkah strategis agar seluruh potensi tersebut dapat dikelola secara optimal, profesional, dan memberikan nilai tambah bagi daerah. Ekti menjelaskan hasil studi tiru ini menjadi momentum memperkuat tata kelola sektor migas yang lebih produktif dan berorientasi pada peningkatan PAD.